Pasang Iklan MurahSaudara mau pasang iklan? Klik di pasang iklan murah!

12 TOKOH KELAHIRAN KRISTUS, DI ANTARANYA ADA RAJA KEJAM…

8. Orang Majus dari Timur (Matius 2:1-12)

Tokoh kedelapan dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah Orang Majus yang dituntun melalui bintang Timur.

Siapakah Orang Majus ini? Orang-orang bijak ini berasal dari Arab, Mesopotamia, Mesir, atau tempat-tempat lain di Timur. “Timur” bukan dalam pengertian kita, pengertian modern, melainkan merujuk kepada negara-negara yang terletak di bagian timur maupun sebelah utara Palestina.

Dalam tradisi Kristen, Orang majus (dari bahasa Latin: magus) atau Orang Bijak juga Raja-raja dari Timur sering dianggap sebagai orang dari kerajaan Media, mungkin pendeta Zoroastrian, atau mungkin juga magi (bentuk plural dari magus) yang mengenal astrologi dari Persia kuno. Tradisi menyatakan ada tiga orang Majus, dan mereka bernama Caspar, Melchior dan Balthasar, yang datang dengan membawa serombongan besar pelayan dan unta.

Majus: Kata Yunani “μαγος – magos” ditujukan buat para imam, orang bijak, dari Madai, Persia, dan Babilonia. Dalam PB pemakaian kata itu meluas. Kata itu pun ditujukan buat nabi palsu, ahli sihir, ahli nujum, dan sejenisnya (Kis. 8:9; 13:6,8).

Baca juga: Bom Di Malam Natal, Kisah Sang Pahlawan Kemanusiaan

Tetapi Orang Majus ini adalah orang bijak dan ahli astrologi atau perbandingan yang adalah raja-raja dari Timur (mungkin Irak dan Iran sekarang), yang datang ke Israel setelah dituntun oleh sebuah bintang.

Dalam tradisi mereka, bila sebuah bintang besar, bintang Timur, muncul maka itu pertanda akan ada seorang raja yang lahir. Faktanya, bintang itu bukan bintang biasa, melainkan seperti apa yang mereka yakini.

Munculnya bintang Timur menghantar mereka menuju dan tiba di Yerusalem. Di kota itu, mereka bertanya-tanya mengenai kelahiran Kristus atau keberadaan raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintang-Nya.

Kehadiran orang-orang Majus cukup menghebohkan Yerusalem, Bahkan, raja Herodes Agung dan rakyat terkejut mendengar mereka bertanya-tanya akan keberadaan Kristus yang baru lahir. Herodes pun sempat menggali informasi dari imam kepala dan ahli Taurat, serta orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki kelahiran Kristus.

Selepas pertemuan mereka dengan Herodes, orang-orang Majus ini pergi dan bintang Timur mendahului mereka. Atas tuntunan bintang ini, tibalah mereka di suatu rumah di mana bayi Yesus ada di situ. Lalu mereka menyembah Yesus dan mempersembahkan yang terbaik, yakni Emas, Kemenyan, dan Mur kepada-Nya.

Pada perjalanan pulang, mereka tidak lagi melintas di jalan sebelumnya sewaktu mereka datang, sebab diperingatkan Tuhan melalui mimpi, yakni jangan mereka kembali kepada Herodes. Mereka melalui jalan lain untuk pulang ke negerinya.

Kedatangan orang majus untuk menyembah Yesus tentu mengingatkan kita untuk selalu mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, yakni segenap hidup kita.

 

 

9. Raja Herodes Agung yang Kejam (Matius 2:3-8; 13-23)

Tokoh ke sembilan dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah Raja Herodes Agung, tokoh yang paling kejam pada peristiwa Natal.

Raja Herodes Agung adalah raja boneka Romawi yang berkuasa di Yudea sekitar tahun 40 SM – 4 M. Ia terkejut ketika mendengar ada sekelompok orang Majus yang mencari tempat lahir-Nya atau mencari keberadaan Yesus Sang Mesias atau Raja Yahudi yang baru lahir itu dan mereka menempuh perjalanan panjang untuk datang menyembah-Nya.

Herodes pun mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat, untuk menggali informasi mengenai kelahiran Sang Raja ini dan di mana Kristus dilahirkan. Jawaban yang diperolehnya dari para ahli Taurat, ialah di Betlehem. Hal ini sesuai dengan nubuat nabi Mikha (Mi. 5:1).

Baca juga: 3 CARA MENGALAMI TUNTUNAN TUHAN, PENTING DISIMAK…

Dengan maksud terselubung, Herodes meminta orang majus untuk mengabarinya di mana tempat kelahiran Kristus bila sudah menemui bayi Yesus, agar ia akan datang menyembah-Nya. Padahal ini hanyalah siasatnya saja untuk membunuh Yesus. Sebab ia takut Yesus Raja Yahudi yang baru lahir itu, akan mengganggu bahkan merebut kekuasannya di Yudea.

Ketika Herodes Agung tahu bahwa ia diperdaya oleh orang-orang majus itu, maka ia menjadi sangat marah. Ketakutannya akan kehilangan kekuasaan dan dilengserkan dari takhtanya, membuat ia melakukan kekejaman. Perbuatan kejam yang dilakukannya ialah memerintahkan untuk membunuh semua bayi di Betlehem dan sekitarnya, yang berusia 2 tahun ke bawah.

Bayi-bayi Yerusalem, menjadi korban kebiadaban raja Herodes. Hal ini menimbulkan kesedihan dan ratapan yang sangat dalam dan pilu bagi ibu-ibu di Yerusalem karena kehilangan anak-anak mereka.

Namun Yesus luput dari pembunuhan Herodes, sebab sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk mengungsi ke Mesir, agar terluput dari kekejaman Herodes yang tidak berperi kemanusiaan tersebut.

Setelah Herodes Agung meninggal dunia, memerintahlah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim. Yusuf pun kembali dari Mesir dan menuju ke Nazaret di Galilea, bukan lagi ke Betlehem (termasuk wilayah pemerintahan Arkhelaus), karena telah diperintahkan oleh malaikat Tuhan kepada Yusuf untuk tidak kembali ke tanah kelahirannya.

Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk menebus dosa manusia dan menjadi Raja secara rohani, yang memerintah atas hidup orang percaya hingga kekekalan. Namun istilah “raja orang Yahudi” membuat Herodes ketakutan kehilangan kekuasaan.

Sebagaimana pandangan orang Yahudi pada umumnya, tentu pengertian Herodes bahwa Yesus Sang Mesias atau Raja Orang Yahudi yang datang memerintah secara fisik/jasmani adalah salah. Inilah kesalahan Herodes tentang konsep Mesias atau raja orang Yahudi.

Janganlah kita memiliki pemahaman yang salah mengenai Tuhan Yesus Kristus dengan menjadikan Ia sebagai penyedia pemenuhan kebutuhan jasmani saja, melainkan kita menjadikan Ia sebagai Tuhan dan Raja yang bertakhta di hati kita. Yakni, kita selalu berusaha menyenangkan hati-Nya melalui melakukan kehendak Bapa di Sorga.

 

 

10. Para Imam Kepala dan Dan Ahli Taurat (Matius 2:4-6)

Tokoh kesepuluh dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah para imam kepala dan ahli Taurat.

Imam-imam kepala adalah para anggota aristokrasi imam-imam di Yerusalem, yang mengikuti sidang-sidang Mahkamah Agama, yang memelihara keuangan, dan menjaga Bait Allah. Imam-imam kepala juga termasuk para pelayan Bait Allah yang bertanggung jawab atas penyembahan.

Sedangkan, para ahli Taurat adalah orang yang menyalin nats Alkitab pada zaman pasca pembuangan Bangsa Israel. Mereka dilatih untuk mengajarkan dan menerapkan hukum PL dan dianggap ahli dalam soal Taurat (Mat 22:35).

Ahli Taurat atau ahli Kitab, bertugas menerangkan Kitab Suci, khususnya hukum Taurat Musa, dengan menentukan aturan-aturan bagi hidup dan tingkah laku bangsa Yahudi (bnd. Ezr 7:6,11). Karena Tugasnya itu, para ahli Kitab ini mendapat gengsi dan pengaruh besar pada rakyat. Ahli-ahli Taurat biasanya termasuk dari kalangan Farisi (Mat 3:7).

Baca juga: Selfie Ekstrem, Bolehkah Orang Kristen Melakukan Ini?

Kedua golongan ini membentuk Sanhedrin, atau badan legislatif Yahudi dan Mahkamah Agama. Badan ini terdiri atas 70-71 orang yang bertugas mengawasi urusan kewargaan dan keagamaan orang Yahudi. Mereka mendapat kewenangan cukup banyak di bawah pemerintah Romawi.

Berita yang dikabarkan oleh orang-orang Majus mengenai lahirnya Yesus, membuat Herodes memanggil para imam kepala dan ahli Taurat. Mereka memberitahukan bahwa Kristus Lahir di Betlehem. Namun sayang, mereka tidak meresponinya dengan mencari Sang Mesias lahir seperti halnya yang dilakukan oleh orang Majus dan para gembala.

Bahkan, merekalah yang menolak Yesus. Kepintaran mereka akan Kitab Suci hanya sebatas pada pengetahuan dan logika saja, serta cenderung menutup hati, kepekaan, dan ketaatan kepada kebenaran firman Tuhan yang sesungguhnya.

Tetapi, tentu tidak tergolong semuanya. Ada juga golongan mereka yang mengerti dengan benar akan Kitab Suci, seperti halnya imam Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis.

 

 

11. Simeon yang Menantikan Mesias (Luk. 2:21-35)

Tokoh kesebelas dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah Simeon seorang yang dipenuhi Roh Kudus, yang menantikan Sang Mesias.

Tuhan Yesus dibawa ke Bait Suci oleh orang tua-Nya pada masa pentahiran (40 hari setelah kelahiran) untuk menyerahkan-Nya kepada Allah dan mempersembahkan korban. Di sini, muncullah seorang Simeon, yang tentu menguatkan orang tua Yesus dan semua orang di situ, bahwa Yesus bukanlah Bayi biasa, melainkan adalah Mesias.

Alkitab tidak menyebutkan siapakah Simeon secara jasmani atau silsilah, namun yang pasti ia berdomisili di Yerusalem (Luk. 2:25). Menariknya, penulis Injil Lukas menguak identitas Simeon secara spritual yang mengagumkan.

Maka bisa disebut, Simeon ini adalah tokoh dadakan dalam peristiwa Natal sebab tidak dijelaskan latar belakangnya dan kemunculannya hanyalah sepenggal saja dalam kisah ini. Namun tokoh ini, pribadinya adalah tokoh inspiratif dan teladan dalam hal spiritual.

Alkitab menyebutkan Simeon adalah seorang yang hidup benar dan saleh di hadapan Tuhan. Tidak hanya itu saja, ia juga menanti-nantikan Mesias. Istimewa lainnya, pria ini adalah orang yang dipenuhi Roh Kudus. Bahkan, Roh Kudus telah mengatakan kepadanya, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Juruselamat.

Ketika bayi Yesus dibawa masuk ke Bait Suci ia menyambut-Nya dan menantang-Nya sambil memuji Tuhan. Kepekaannya terhadap Roh Kudus membuat ia benar-benar yakin dan tahu persis bahwa Bayi di depannya adalah Sang Mesias.

Luapan sukacitanya dalam menyambut Tuhan, membuatnya memuji Tuhan dengan mengakui bahwa bayi Yesus adalah Juruselamat bagi Israel dan bangsa-bangsa lain.

Baca juga: 7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB

Simeon juga memberkati kedua orang tua Yesus dan berkata kepada Maria bahwa Yesus “ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel” dan menimbulkan perbantahan bagi banyak orang (sebab ada yang percaya dan ada yang tidak percaya kepada-Nya).

Ia juga menubuatkan bahwa jiwa Maria akan sangat tertusuk karena melihat penderitaan Yesus di atas kayu salib. Hal ini benar terjadi, sebab Maria menyaksikan semuanya di dekat kayu salib-Nya, di mana Tuhan Yesus menderita menuju bukit Golgota, hingga mati di atas kayu salib menebus dosa umat manusia.

Kiranya tokoh Simeon ini menginspirasi kita untuk hidup takut akan Tuhan dan di pimpin oleh Roh Kudus.

 

 

12. Hana, Seorang Nabiah (Luk. 2:36-38)

Tokoh kedua belas dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah Hana seorang nabiah yang juga seorang yang menantikan Mesias.

Selain Simeon yang menyambut Tuhan Yesus dalam peristiwa yang sama, ada juga Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, seorang janda yang berusia 84 tahun. Berbeda dengan Simeon, penulis Injil Lukas membahas latar belakang Hana.

Keunggulan Hana secara spiritual selain seorang nabiah adalah ia seorang yang rajin beribadah di Bait Allah. Ia seorang yang tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah kepada Tuhan dengan berpuasa dan berdoa.

Baca juga: Ada Tuhan di Balik Persoalan, Carilah Wajah-Nya…

Sama halnya dengan Simeon, hari itu juga adalah hari istimewa atau anugerah buat Hana, sebab ia datang ke Bait Allah untuk mengucap syukur namun ternyata bertemu dengan bayi Yesus. Bahkan, ia berbicara kepada orang banyak mengenai Yesus yang adalah Juruselamat dunia.

Tentu atas dorongan iman dan penantian akan Mesias-lah yang membuat Hana berani tampil membahas atau berbicara tentang sang Anak yang adalah Tuhan Yesus.

Sebagai orang percaya, kita juga seharusnya rajin beribadah dan belajar Alkitab, serta menjadi saksi Kristus kepada orang-orang di sekitar kita, melalui hidup yang takut akan Tuhan dan perbuatan kasih.

 

Kesimpulan

Tokoh-tokoh dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus ini memiliki perannya masing-masing yang melengkapi kisah ini, sehingga menjadi suatu rangkaian cerita yang memberikan kesaksian nyata bahwa benar Tuhan Yesus pernah datang ke dunia fana, mengambil rupa Anak Manusia, dan taat sampai mati di atas kayu salib.

Ada berbagai bentuk ekspresi yang diperlihatkan oleh tokoh seputar peristiwa natal, yang tentu menjadi pembelajaran berharga bagi kita untuk meneladani hal yang baik dan sebagai peringatan agar kita tidak memiliki sikap hati yang tidak baik dalam meresponi Kristus.

Janganlah kita hanya sekedar menjadi seperti kisah kaisar Agustus, yang hanya sebagai pelengkap dalam menggenapi nubuatan Alkitab saja. Janganlah kita menjadi seperti imam kepala dan ahli Taurat, yang mengerti Alkitab tetapi tidak agresif dan respons atas kelahiran-Nya. Apalagi seperti Herodes, yang malah bersikap kejam ketika mendengar kabar kelahiran Kristus.

Tetapi, marilah kita bersikap seperti Zakharia, Elisabeth, Maria, dan Yusuf, yang bersedia menjadi sarana Tuhan dalam menghadirkan Anak-Nya yang Tunggal di dunia fana ini untuk melaksanakan misi penyelamatan Allah bagi dunia.

Baca juga: Menjaga Status Iman, Ini yang Seharusnya Kita Lakukan…

Belajarlah seperti para gembala dan orang Majus, yang langsung respon mencari hadirat Tuhan ketika mendapat kabar dari malaikat atau ketika mendapat petunjuk yang jelas dan benar. Belajarlah seperti para malaikat yang langsung bereaksi memuji Tuhan. Belajarlah seperti Simeon yang dipimpin Roh Kudus, dan Hana yang yang rajin beribadah dan berani bersaksi.

Demikianlah artikel 12 tokoh dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “12 Tokoh Kelahiran Kristus, di Antaranya Ada Raja Kejam ini,bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 12 Tokoh Kelahiran Kristus, di Antaranya Ada Raja Kejam ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Jangan lupa, kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

 

Komentar Anda:

error: