Pasang Iklan MurahSaudara mau pasang iklan? Klik di pasang iklan murah!

Selfie Ekstrem, Bolehkah Orang Kristen Melakukan Ini?

Selfie Ekstrem
Wu Yong Ning (via img: photosaga.info)

Fokus Hidup “Selfie saat ini telah menjadi kebutuhan, benarkah? Seperti apakah selfie ekstrem itu? Apakah orang Kristen boleh ber-selfie? Simak renungan yang berjudul Selfie Ekstrem, Bolehkah Orang Kristen Melakukan Ini?

 

Ayat Bacaan: Efesus 5:15-17
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal,
tetapi seperti orang arif, (ay. 15)

dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (ay. 16)

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (ay. 17)

 


Selfie
bukan hal yang baru lagi buat kita. Di mana pun dan kapan pun kita pasti sering melihat seseorang atau beberapa orang sedang ber-selfie. Tanpa melihat usia, selfie digandrungi oleh banyak orang, terutama para remaja.

Dan, mungkin saja kita sendiri termasuk peminat selfie, karena pada dasarnya hasrat untuk selfie ada pada setiap individu namun dengan kadar yang berbeda-beda.

Baca juga: Ada Tuhan di Balik Persoalan, Carilah Wajah-Nya…

Istilah selfie kini sudah masuk dalam kamus Oxford dan ditempatkan sebagai Oxford English Dictionary’s 2013 Word of The Year.

Faktor utama selfie diminati, tentu  dipicu oleh kemajuan teknologi kamera digital dan smartphone, seperti ipad, iphone, dan android. Pasalnya, selfie seseorang dapat langsung di-unggah ke media sosial, seperti facebook, instragram, twitter, path, dll.

Kegilaan selfie pada masa kini terus meningkat. Sebagian orang tidak lagi peduli dengan situasi dan wilayah yang ekstrem di mana setiap saat dapat merenggut nyawanya.

Dengan alasan uji nyali dan membuktikan keberaniannya kepada banyak orang melalui media sosial,  mereka berani selfie di area berbahaya. Selfie di tempat-tempat yang ekstrem inilah yang disebut dengan “selfie ekstrem”. Beberapa orang yang melakukannya, berujung maut.

Seorang remaja Rusia pencinta selfie berusia 18 tahun, Xenia Ignatyeva yang nekat selfie ekstrem di sebuah jembatan di atas ketinggian 28 kaki, namun nahas ia tergelincir dan jatuh menimpa kabel listrik tegangan tinggi yang langsung menyengat tubuhnya hingga tewas.

Penggila selfie Ekstrem lainnya bernama Wu Yong Ning. Pria yang mengklaim dirinya sebagai China’s first rooftopper ini jatuh dari lantai 62 saat mencoba melakukan aksi ekstrem, nyawanya pun tak dapat diselamatkan lagi.

Ada juga kejadian tragis lainnya karena selfie ekstrem. Seperti tewasnya seorang remaja, berusia 17 tahun, disambar kereta api di Madiun ketika sedang ber-selfie dengan rekan-rekannya. Dan juga, Selfie ekstrem merenggut nyawa seorang mahasiswa berusia 21 tahun, yang terjatuh ke dalam kawah Gunung Merapi.

Baca juga: 7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB

Rentetan peristiwa beberapa korban selfie ekstrem di atas mengingatkan kita untuk selalu waspada dan berhati-hati ketika akan selfie.

Memang salah satu alasan seseorang melakukan selfie adalah mengabadikan momen, namun selfie juga dapat mengubah seseorang menjadi orang yang ambisius dan memiliki obsesi yang tidak sehat.

American Psychiatric Association (APA) mengategorikan selfie sebagai gangguan mental, yakni penyakit mental orang-orang yang terobsesi dengan kebiasaan memotret diri sendiri dan meng-unggah ke sosial media.

Namun, ada juga selfie yang positif, seperti ber-selfie sedang belajar, bekerja, dsb.

Bolehkah orang Kristen selfie? Tidaklah salah jika kita melakukan selfie, tetapi jangan sampai kecanduan, bahkan melakukan selfie ekstrem yang dapat berujung pada kematian. Lebih baik kita melakukan sesuatu yang bermanfaat dan menjadi berkat bagi orang lain, daripada kita melakukan selfie yang membahayakan hidup kita dan orang lain.

Jika seseorang sering ber-selfie agar mendapatkan pengakuan dari orang lain akan kelebihan dan keberaniannya, ingatlah bahwa pengakuan yang terbaik adalah apa kata Alkitab tentang Anda.

Baca juga: Menjaga Status Iman, Ini yang Seharusnya Kita Lakukan…

Lebih baik kita menampilkan kemampuan atau talenta kita, daripada melakukan sesuatu yang ekstrem mengancam jiwa, termasuk selfie ekstrem. Bahkan lebih dari itu, kita sudah seharusnya bijak dalam menjalani hidup ini, yakni lakukanlah hal-hal yang bermanfaat dan berkenan di hadapan Tuhan.

Bukan berarti tidak boleh ber-selfie, sebab dibutuhkan juga dokumentasi untuk kegiatan-kegiatan kita yang positif, selain bisa menjadi kenang-kenangan, juga bisa menginspirasi orang lain apabila selfie kita tersebut adalah hal yang positif.

Misalnya mengunjungi panti asuhan dan ber-selfie di tempat itu atau bersama dengan pengurus dan anak-anak panti asuhan, sedang berbagi dengan sesama, atau bila sedang melakukan kegiatan positif lainnya.

Selain itu, Alkitab menganjurkan kita untuk, “… pergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Maksudnya, ada banyak godaan yang bisa mengalihkan fokus kita kepada perkara-perkara rohani yang bernilai kekekalan.

Oleh sebab itu, marilah terus berusaha untuk mengerti kehendak Tuhan di dalam hidup kita, yakni apa yang Tuhan mau kita lakukan untuk kemuliaan-Nya dan bagaimana agar kita terus hidup berkenan bagi Dia.

Penting sekali kita mengerti kehendak Tuhan agar kita dapat menyangkal diri, memikul salib, dan setia hingga akhir.

Berfokuslah kepada Kristus dan lakukanlah hal-hal yang bermanfaat yang memuliakan nama Tuhan, termasuk berbagi, mempedulikan orang susah, bersedia memberi tumpangan, dan selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik lainnya.

Baca juga: Pertolongan Tuhan Itu Nyata? Ini Seruan Kita Seharusnya…

Sejak dini, mulailah kita menggunakan kesempatan hidup ini dengan bijak dan berlandaskan hati yang takut akan Tuhan. Jangan lagi beriorentasi memuaskan keinginan daging, termasuk melakukan selfie ekstrem yang membahayakan nyawa. Benahilah hidup kita agar semakin berkenan di hadapan Tuhan.

Untuk mendapatkan pengakuan positif dari orang lain, tidak harus dengan selfie ekstrem tetapi berparadigma dan karakter alkitabiah.

DOA
Bapa, ajarlah aku untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat daripada melakukan sesuatu yang hanya untuk kesenangan dan kepuasan diri sendiri. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

selfie ekstrem

(Tulisan ini adalah tulisan asli penulis yang sebagian isi sudah dimuat dalam renungan harian Manna Sorgawi)
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Selfie Ekstrem, Bolehkah Orang Kristen Melakukan Ini?” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang dapat meneguhkan iman Saudara!

 

Komentar Anda:

error: