Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

7 FAKTA TENTANG YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS, PENTING DISIMAK…

Fakta tentang Yakobus
Via img: biblebrisket.com


Fokus Hidup
“Seperti apakah perjalanan iman Yakobus Anak Zebedeus? Bagaimana pelayanan dan akhir hidupnya? Pelajaran dan teladan iman apa yang bisa kita petik dari kehidupannya? Temukan jawabannya dalam artikel yang berjudul, 7 FAKTA TENTANG YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS ini.”

 

 

Nama Yakobus dalam bahasa Inggris ialah James, berasal dari bahasa Yunani, Iakobos, yang diambil dari bahasa Ibrani, Ya’qov atau Yakub, yang artinya “si pegang tumit, penipu”.

Dalam Injil PB, ada beberapa orang yang bernama Yakobus selain anak Zebedeus.

Ada Yakobus anak Alfeus, seorang dari 12 rasul (Mat. 10:3; Kis. 1:13). Ia biasanya disebut Yakobus Muda, anak Maria (Mrk 15:40). Mungkin disebut “Muda” (Yun: ho mikros, artinya “yang kecil”) karena perawakannya lebih kecil dibanding dengan rekan senama dengannya.

Ada juga nama Yakobus ayah Yudas, juga seorang dari 12 rasul (Luk. 6:16; Kis. 1:13). Terakhir adalah Yakobus adik tiri Yesus (Mat. 13:35), yang di kemudian hari memimpin sidang pertama di Yerusalem (Kis 15:19-23, pemimpin jemaat Yerusalem, dan penulis surat Yakobus.

Baca juga: Pertolongan Tuhan Itu Nyata? Ini Seruan Kita Seharusnya…

Fakta tentang Yakobus dalam pembahasan ini adalah Yakobus anak Zebedeus, yang adalah salah satu murid Tuhan Yesus, juga merupakan saudara kandung dari Yohanes.

Seperti apa gambaran umum dari Yakobus ini? Bagaimana latar belakang keluarganya? Seperti apa karakternya dan kisah dirinya dalam meresponi panggilan dari Tuhan Yesus? Bagaimana akhir kisah hidupnya? Berikut ini akan dibahas 7 fakta tentang Yakobus anak Zebedeus.


1. Yakobus
Berasal dari Keluarga Berada (Mrk. 1:19-20; Mat. 6:33)

Fakta tentang Yakobus yang pertama adalah ia lahir, berlatar belakang, atau berasal dari keluarga yang berada.

Sebutan Yakobus anak Zebedeus (Mat. 4:21; Mrk. 3:17), selain Penulis Injil menginformasikan bahwa ia adalah anak Zebedeus, juga untuk membedakan nama-nama yang sama dalam kitab-kitab Injil, seperti yang telah dijelaskan di atas.

Yakobus dan Yohanes memiliki hubungan saudara, karena itu keduanya disebut anak-anak Zebedeus. Sepertinya, Yohanes lebih muda dari Yakobus, sebab di kitab-kitab Injil namanya selalu disebut sesudah Yakobus.

Baca juga: Tuhan Tidak Tidur! Gubahan Lagu Doa untuk Ahok…

Ibu Yakobus disebutkan dalam Matius 27:56, adalah salah seorang perempuan yang melihat langsung peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, sedangkan dalam markus 15:40, pada peristiwa yang sama, disebut namanya”Salome”. Jadi, Salome adalah Ibu Yakobus dan Yohanes.

Dan jika dihubungkan dengan Yohanes 19:25, maka Salome adalah saudara Maria, ibu Tuhan Yesus. Berarti Yakobus adalah saudara sepupu Tuhan Yesus. Namun kekerabatannya dengan Tuhan Yesus tidak mengurangi rasa hormat kepada-Nya, sebagai Sang Guru.

Meski tidak diceritakan kepribadian Zebedeus dan kepemilikannya secara detail, namun dapat dikatakan, ia adalah seorang pebisnis yang takut akan Tuhan. Pekerjaan Zebedeus adalah nelayan yang sukses, sebab ia memiliki pekerja atau orang upahan (Mrk. 1:20).

Bahkan sebuah tradisi menyebutkan bahwa keluarga Yakobus memasok ikan untuk keluarga imam besar. Jelaslah fakta tentang Yakobus, bahwa Ia berasal dari keluarga berada.

Sifat Zebedeus yang takut akan Tuhan terlihat dari ia tidak keberatan anak-anaknya meninggalkan pekerjaan dan mengikut Tuhan Yesus. Ia juga tidak keberatan bila istrinya lebih banyak waktu mengikut dan melayani rombongan Tuhan Yesus dengan “kekayaan mereka” (Luk. 8:3; Mat. 7:55-56).

Hidup berkecukupan bahkan memiliki bisnis keluarga yang mapan, tidak membuat Yakobus mengabaikan “perkara rohani”. Ia termasuk orang yang menantikan kedatangan Mesias sebagaimana pengharapan orang Yahudi pada masa itu.

Marilah kita memiliki pengharapan di dalam Kristus dan membimbing keluarga atau orang di sekitar kita agar hidup takut akan Tuhan. Janganlah kita terpesona dengan “tawaran dunia”.

 berpengharapan kepada Kristus, berarti bersedia memprioritaskan perkara rohani dan setia melayani Tuhan.

 

 

2. Yakobus Rela Melepas Profesinya untuk Panggilan Sorgawi (Luk. 5:4-11; Mat. 10:37-38)

Fakta tentang Yakobus yang kedua ialah ia rela melepas profesi untuk meresponi panggilan Tuhan Yesus dengan menjadi salah satu murid-Nya.

Melepas pekerjaan dan melayani Tuhan sepenuhnya tentu bukanlah hal yang mudah. Apalagi pekerjaan tersebut merupakan bisnis keluarga dan orang tersebut sebagai  penerusnya. Tidak heran, banyak orang menganggap sebagai pilihan yang rendah bila seseorang memutuskan menjadi pendeta. “Nanti hidup susah, makan apa nanti?” dan banyak lagi perkataan negatif yang merendahkan profesi sebagai pendeta.

Baca juga: 3 ALASAN KEKUATIRAN ADALAH PEMBUNUH IMAN

Namun, ada juga yang bangga bila salah satu anggota keluarganya menjadi hamba Tuhan.

Yakobus juga diperhadapkan dengan pilihan antara tetap menjalani profesinya sebagai nelayan ataukah mengikut Tuhan Yesus. Ia mungkin berkerinduan mengutamakan “perkara di atas” tetapi sebagai anak laki-laki tertua, tentu punya kewajiban melanjutkan bisnis keluarga. Ini bukanlah suatu keputusan yang mudah.

Kemungkinan bukan baru pertama kali ia bertemu Tuhan Yesus, bila memang ia saudara sepupu Tuhan Yesus. Bisa saja ia tahu persis tumbuh kembang Tuhan Yesus, atau bisa juga mereka bertumbuh bersama.

Dan rentetan peristiwa yang terjadi semasa Tuhan Yesus belum terjun dalam pelayanan, kemungkinan membuat Yakobus makin dikuatkan bahwa Dialah Mesias yang dijanjikan menurut konsep Yahudi, yakni Mesias datang sebagai Raja politik yang membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi.

Atau bisa juga Yakobus meyakini Tuhan Yesus sebagai “Anak Domba Bapa” melalui cerita Yohanes. Sebab saudaranya ini adalah salah satu murid Yohanes Pembaptis (Yoh. 1:35-37, 41).

Tafsiran Alkitab Wycliffe menjelaskan “Yang seorang dikenal sebagai Andreas. Tidak disebutnya nama orang yang kedua karena dia adalah penulis Injil ini yang menyembunyikan namanya sebagai tanda kerendahan hati.”

Selain itu, Yakobus Takjub menyaksikan mujizat di mana mereka mendapat ikan yang berlimpah, ketika Tuhan Yesus menyuruh Petrus bertolak lebih dalam dan menebarkan jala. Padahal sudah semalam-malaman mereka mencari ikan namun tidak ada hasilnya. Peristiwa ini meneguhkan hatinya bahwa Yesus bukan “orang biasa”.

Itu sebabnya ketika Yesus memintanya mengikut Dia sewaktu ia dan Yohanes membereskan jala, Yakobus pun bergegas meninggalkan pekerjaan dan ayahnya (Mat. 4:21-22).

Fakta tentang Yakobus mengenai imannya, mungkin ini adalah momen bersejarah baginya, awal di mana ia mengalami “lahir baru” ketika ia memutuskan menjadi murid Kristus.

Kata mengikut (Yun: akoloutheo, Ing: to follow, follow as disciple) yang juga berarti menjadi Murid, merupakan keputusan besar Yakobus yang mengubah dirinya menjadi salah satu tokoh ternama di Alkitab PB.

Baca juga: Sang Martir Tuhan! Berjuanglah Hingga Akhir Hidup…

Bagaimana dengan kita? Relakah kita melepas profesi demi mengikut dan melayani Kristus? Bekerja untuk mendukung pelayanan tidaklah salah, asal jangan menjadi hamba uang dan melalaikan tugas dan tanggung jawab pelayanan. Namun menjadi murid Kristus dibutuhkan totalitas, kesungguhan, komitmen, dan ketekunan. Jadilah murid Kristus sejati!

Berani menanggalkan segalanya untuk mengikut Tuhan adalah syarat mutlak menjadi murid Kristus sejati.

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Komentar Anda:

error: