Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

Pertolongan Tuhan Itu Nyata? Ini Seruan Kita Seharusnya…

Pertolongan Tuhan
Fokus Hidup
– “Pertolongan Tuhan itu nyata bagi setiap orang. Benarkah? Seperti apa pertolongan-Nya dan bagaimana agar melihat pertolongan-Nya? Apa yang seharusnya kita serukan kepada Tuhan? Simak renungan berjudul Pertolongan Tuhan Nyata? Ini Seruan Kita Seharusnya… ini.

 

Mazmur 145:18-20
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru 
kepada-Nya dalam kesetiaan. (ay. 18) 

Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka 
minta tolong dan menyelamatkan mereka. (ay. 19) 

TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan 
dibinasakan-Nya. (ay. 20)

 

Kematian setiap orang ada di tangan Tuhan. Mungkin ungkapan itu yang bisa kita ucapkan ketika mengingat kejadian jatuhnya Helikopter jenis EC-130 di perairan Danau Toba, pada tanggal 11 Oktober 2015.

Satu dari lima penumpang ditemukan selamat, yakni Fransiskus Subihardayan.

Baca juga: Tuhan Tidak Tidur! Gubahan Lagu Doa untuk Ahok…

Frans menuturkan kronologis para korban dalam upaya bertahan hidup, bahwa setelah para penumpang helikopter melompat ke danau, mereka saling bergandeng tangan satu sama lain selama 25 menit dan berteriak meminta tolong.

Namun, tidak ada seorang pun yang mendengar dan melihat mereka. Bahkan, kondisi alam di sekitarnya diliputi kabut asap tebal. Setelah itu mereka berpencar.

Melihat situasi dan kondisi yang ada, Frans tidak akan mungkin dapat bertahan. Akan tetapi, ia mengalami pengalaman spiritual yang luar biasa, dimana pertolongan Tuhan itu nyata baginya.

Selain memang karena pertolongan Tuhan nyata yang dirasakannya, ia juga berusaha agar tubuhnya tidak tenggelam. Rupanya, tubuhnya bisa mengapung karena terlintas di dalam pikirannya untuk menggunakan eceng gondok.

Ia mengatakan,“Aku menempelkan eceng gondok tersebut ke badanku. Karena berat, aku membuka sepatu, celana, dan bajuku, dan melilitkan eceng gondok ke tubuhku hingga ditemukan.”

Sebagaimana dilansir dari merdeka.com, Frans mengakui bahwa selama tiga hari terapung di danau Toba, setiap pagi ia merasa seperti dibangunkan Tuhan.

“Setiap pagi itu saya merasa dibangunkan Tuhan, disuruh tetap bertahan,” akunya.

Pada hari pertama ia terapung, ia sempat marah kepada Tuhan karena tak kunjung menolongnya segera.

“Saya sudah berdoa, seharian, tapi tidak ada jawaban. Saya sempat marah, kenapa Tuhan membiarkan saya terombang-ambing di danau, kan Dia Maha Penolong, Maha Baik. Tapi kenapa saya dibiarkan,” ujarnya.

Pada hari selanjutnya, ia merasa tak sanggup lagi dan pasrah kepada Tuhan apabila hari itu juga Tuhan memanggilnya.

Baca juga: 3 ALASAN KEKUATIRAN ADALAH PEMBUNUH IMAN

(Kesaksian Frans – via img: merdeka.com)

Setelah berdoa, ia pun tertidur. Mungkin dalam benaknya, Tuhan akan memanggil dirinya saat itu juga, sebab ia tidak memiliki tenaga lagi untuk bertahan hidup apalagi berenang. Tetapi dalam lubuk hatinya pasti ada harapan hidup dan percaya bahwa Tuhan sanggup menolongnya.

Diluar dugaan, pada hari ketiga Frans terbangun dan melihat daratan, namun sayang ia tak mampu berenang dan ia pun tertidur kembali.

Tiba-tiba terbangun, ia mendapati dirinya sudah berada di atas kapal karet penyelamat.

“Saya bangun tiba-tiba sudah berada di atas kapal karet penyelamat. Saya langsung mengucap syukur. Berdoa berterima kasih pada Tuhan. Ini mukjizat Tuhan yang nyata saya rasakan,” tuturnya.

Bukan hal yang mudah bila dapat bertahan hidup terapung di air, namun Frans dapat bertahan selama tiga hari terapung di perairan Danau Toba karena pertolongan Tuhan.

Hidup mati seseorang ditentukan oleh Tuhan, tetapi Ia selalu mendengar orang-orang yang berseru meminta tolong pada-Nya dan bersedia mengulurkan tangan kasih-Nya. Hanya saja, terkadang banyak orang menjadikan Tuhan sebagai alternatif terakhir saja, apabila orang lain tidak mampu menolongnya.

Karena itu, ketika kita dalam kesulitan atau persoalan hidup, datanglah kepada-Nya dan biarkan Tuhan yang bekerja dibalik persoalan yang kita hadapi.

Memang tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, sebab jika Lazarus sudah empat hari di kubur dan dibangkitkan oleh-Nya, bila seorang wanita mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun dan beroleh kesembuhan, maka persoalan apapun yang kita hadapi Tuhan sanggup menolong.

Sayangnya, ada banyak orang yang salah persepsi dan beranggapan bahwa Tuhan orang Kristen adalah Tuhan yang selalu menyembuhkan dari sakit, melepaskan dari kesulitan ekonomi, atau memberkati dengan berkat jasmani.

Pandangan ini mengakibatkan orang Kristen mencari dan berseru kepada Tuhan hanya untuk perkara kesembuhan jasmani, perkara duniawi, dan pemenuhan jasmani saja. Sehingga menutup pengertian apa maksud dan rencana Tuhan dibalik persoalan yang dihadapi setiap orang Kristen.

Apa yang dialami Frans memang adalah pengalaman spektakuler secara spiritual, tetapi perlu diingat cara Tuhan menolong bagi setiap orang adalah berbeda-beda, sesuai dengan maksud, takaran iman seseorang, dan tentu berdasarkan kehendak-Nya.

Di sisi lain, Firman Tuhan berkata dalam ayat 18, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.” Memang, pastilah Tuhan mendengar seruan setiap orang, tetapi khusus mereka yang memiliki kesetiaan dalam mengikut Dia.

Perlu juga kita ketahui bahwa ada perlakukan khusus dari Tuhan, yakni berupa keistimewaan dimana Tuhan mendengarkan seruan mereka yang takut akan Dia.

Hal pertama yang perlu kita lakukan agar melihat penyertaan Tuhan adalah hiduplah takut akan Tuhan dengan mengikuti atau taat pada kehendak-Nya. Selanjutnya, belajarlah hidup berkenan kepada-Nya. Tujuan dan fokus kita sejatinya ialah “menjadi serupa dengan Kristus.”

Pertolongan Tuhan itu nyata bagi mereka yang berseru kepada-Nya dengan segenap hati, tetapi seruan yang seharusnya kita teriakan atau utarakan di hadapan Tuhan, yakni memohon agar Roh Kudus menyertai, menuntun, dan membentuk kita menjadi pribadi yang unggul, menjauhi dosa, berkenan di hadapan Tuhan, berjalan dalam kehendak-Nya, mengasihi sesama, dan senantiasa hidup memuliakan Tuhan.

Hal inilah yang perlu kita seriusi, perkarakan, dan gumuli dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Sang Martir Tuhan! Berjuanglah Hingga Akhir Hidup…

Oleh sebab itu, janganlah kita terfokus berseru kepada Tuhan untuk perkara-perkara yang fana semata. Bila kita sakit, boleh kita meminta kesembuhan, tetapi tentu biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Bila mengalami persoalan hidup, hadapilah dengan penuh tanggung jawab dan meminta tuntunan Tuhan.

Terlebih penting yang perlu kita gereget dalam berseru kepada Tuhan dan berjuang adalah persoalan karakter kita yang sebenarnya belum seperti Kristus. Sebab kita harus mengenakan karakter Kristus, mengasihi Tuhan sepenuhnya, tidak mencintai dunia, dan taat sampai mati.

Pastikan bahwa kita mencari Tuhan bukan agar mengalami kesembuhan jasmani semata dan mengalami pemenuhan jasmani, melainkan karena kita bertujuan menjadi serupa dengan Kristus, mengenakan karakter Kristus, dan mengakhiri pertandingan iman dengan baik.

DOA
Bapa, ajarku untuk selalu berseru dan mengandalkan Tuhan ketika menghadapi persoalan bukan mengandalkan orang lain dan diri sendiri. Dalam nama Tuhan Yesus aku mohon. Amin.

Pertolongan Tuhan

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Pertolongan Tuhan Itu Nyata? Ini Seruan Kita Seharusnya…” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Lihat juga:

 

Komentar Anda:

error: