Pasang Iklan MurahSaudara mau pasang iklan? Klik di pasang iklan murah!

7 FAKTA TENTANG YAKOBUS ANAK ZEBEDEUS, PENTING DISIMAK…

 

3. Yakobus Termasuk di Lingkaran Dalam Yesus (Mrk. 3:13-17)

Fakta tentang Yakobus yang ketiga ialah ia termasuk salah satu orang yang sangat dekat dengan guru-Nya, atau dengan kata lain Yakobus berada di lingkaran dalam Yesus.

Banyak orang berpikir bahwa bisa bernafas, sehat, dan umur panjang merupakan anugerah terindah dari Tuhan. Benarkah? Bagaimana jika seseorang hidup nyaman, sehat, dan kuat, namun ia tetap hidup di dalam dosa, seperti korupsi, berzina, dsb-nya, dan di akhir hidupnya, ia mati dalam keadaan belum bertobat? Dapatkah disebut hidupnya itu anugerah, jika hidup yang ia jalani di dunia ini mendatangkan kebinasaan kekal baginya?

Baca juga: Di Proses Tuhan! Apa Maksud Tuhan Dibaliknya?

Anugerah Tuhan yang terindah bukan terletak sejauh mana kita memiliki harta dan hidup sehat. Meski seseorang sakit, tidak berdaya, lemah, dan terhina, namun ia tetap percaya kepada Tuhan Yesus dan setia, maka itulah anugerah Tuhan yang terindah baginya. Apalagi bila berkesempatan melayani pekerjaan Tuhan.

Yakobus salah seorang yang tidak mau melewatkan kesempatan yang besar dalam hidupnya sebagai anugerah yang terindah dari Tuhan. Keputusannya mengikut Tuhan tidaklah sia-sia, ternyata ia dipilih Tuhan Yesus menjadi salah seorang rasul di antara 12 rasul.

Tentu Tuhan Yesus menetapkan atau memilih kedua belas rasul tersebut bukan asal dan sembarang menunjuk, melainkan melalui pergumulan dan doa semalam-malaman (Luk. 6:1213). Jadi, pilihan Tuhan Yesus itu tepat.

Bila diperhatikan, Tuhan memilih Yakobus bukan dilatar belakangi oleh kepribadiannya, sebab bila melihat kepribadiannya, Yakobus ini termasuk watak yang keras, berambisi, dan emosi yang kurang terkontrol mirip dengan sikap saudaranya Yohanes. Itu sebabnya Tuhan Yesus memberikan gelar kepada kedua orang ini dengan sebutan Boanerges atau anak-anak guruh.

Memang tidak disebutkan dengan jelas mengapa Tuhan Yesus memberikan sebutan Boanerges, namun sangat mungkin karena karakter mereka seperti halilintar atau guntur yang menggelegar.

Dengan dipilihnya Yakobus menjadi salah satu rasul dari sekian banyak orang yang ada saat itu, menunjukkan secara jelas bahwa Yakobus ada di lingkaran dalam Yesus. Namun bukan hanya ia menjadi salah satu rasul saja, ia juga salah satu dari ketiga orang yang dekat dengan Tuhan Yesus, yakni bersama Petrus, dan Yohanes. Injil banyak mencatat bahwa ketiga orang ini sering diajak Yesus dalam beberapa peristiwa Penting (Mrk. 1:29; 5:7; 14:33).

Inilah fakta tentang Yakobus, dimana ia, ada di lingkaran dalam Yesus. Ia juga melihat Tuhan Yesus berbicara dengan Musa dan Elia dengan wajah yang bercahaya dan berpakaian putih bersinar (Mat. 17:1-3). Ia ada berada dekat dengan Tuhan Yesus, tentu juga didasarkan oleh keinginannya untuk selalu dekat dengan Tuhan.

Apabila kita dapat melayani Tuhan, itu adalah anugerah terbesar. Namun kita harus semakin dekat dan erat dengan Tuhan melalui doa, merenungkan firman Tuhan, dan melakukan kehendak-Nya.

Selama hidup di dunia ini, lakukanlah hal-hal yang bernilai sorgawi dan bertekunlah di dalam Tuhan. Sebab Tuhan memilih kita untuk berjalan dalam rencana-Nya dan memperoleh mahkota di Sorga nanti. Setialah hingga akhir.

Menjadi percaya dan melayani Tuhan adalah anugerah terindah yang harus dihargai dengan ketekunan dan kesetiaan.

 

4. Yakobus Memiliki Ambisi ingin Menjadi Terbesar (Mrk. 10:35-45)

Fakta tentang Yakobus yang keempat ialah ia memiliki ambisi ingin menjadi terbesar.

Hal yang wajarkah bila seseorang memiliki ambisi? Definisi ambisi dalam KBBI, ialah “Keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu.”

Berdasarkan arti ini, maka dapat dikatakan ambisi dapat membuat seseorang tidak lagi berpikir secara sehat untuk meraih keinginannya yang besar itu. Dengan kata lain, seseorang berpotensi melakukan cara-cara yang tidak baik untuk bisa mencapai keinginannya.

Contoh orang yang berambisi akan kedudukan dalam Alkitab adalah Yakobus dan saudaranya, Yohanes.

William Barclay mengatakan, “… mereka adalah orang-orang yang ambisius. Bila kemenangan sudah diraih dan perjuangan sudah tuntas, mereka bermaksud untuk menjadi menteri-menteri utama di negara yang dipimpin oleh Yesus.”

Baca juga: 7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA

Murid-murid Tuhan Yesus, pada dasarnya memiliki ambisi menjadi yang terbesar di antara mereka, sebagaimana mereka sempat memperdebatkannya (Mrk. 9:33-34; Luk. 9:46). Namun, mungkin tidak ada yang seberani Yakobus dan saudaranya yang langsung meminta kepada Tuhan Yesus. Ambisi menjadi terbesar mendorongnya untuk memohon langsung kepada Yesus.

Bahkan ibunya pun datang meminta kepada Tuhan Yesus (Mat. 20:20-21).

Sepertinya mereka memanfaatkan pengaruh ibunya, Salome sebagai bibi Tuhan Yesus, sehingga mungkin mereka berpikir, ketika sang ibu meminta, Tuhan Yesus tak kuasa menolaknya. Namun jawaban Tuhan Yesus kembali menantang Yakobus, apakah mereka dapat meminum cawan dan dibaptis dengan baptisan seperti yang akan dialami Yesus.

Dengan penuh semangat Yakobus berkata bahwa ia bersedia untuk menderita bagi kebenaran, “kami dapat”. Lantas Tuhan Yesus menjawab untuk berada di kanan dan kiri-Nya adalah ketentuan Bapa (Mat. 20:23).

Mendengar jawaban Yesus, kesepuluh murid lainnya memarahi keduanya karena memaksakan ambisi mereka, namun Tuhan Yesus kembali berkata agar menjadi terbesar haruslah bersedia menjadi pelayan atau hamba (Mat. 20:26-28).

Ambisi Yakobus untuk mendapat kedudukan adalah manusiawi dan dimiliki oleh semua orang termasuk murid-murid lainnya, namun menjadi salah bila untuk kehormatan diri sendiri, memanfaatkan situasi dan menggunakan cara yang tidak baik, atau tujuan kekuasan memerintah dengan “tangan besi” (Mat. 20:25; Mrk. 10:43).

Punya ambisi tidaklah salah selagi dapat menguasai diri, sesuai dengan kemampuan, melakukan dengan cara yang benar, sportif, dan selalu mengandalkan Tuhan. Nabi Elisa pun memiliki keinginan besar mendapat dua bagian roh dari Elia dan itu diperolehnya (2 Raj. 2:1-12).

Meski ambisi adalah manusiawi dan diperlukan sebagai motivasi untuk pencapaian, tetapi jangan dibutakan atau dikuasai olehnya. Fokuslah kepada hal rohani, sehingga keinginan kita beroleh “upah sorgawi”, bukan kepada kefanaan dunia semata.

Penguasaan diri, bukan saja sebagai barometer mengukur suhu ambisi, juga memberikan kesabaran akan proses hidup.

 

5. Yakobus memiliki Amarah yang Bergejolak (Luk. 9:52-56)

Fakta tentang Yakobus yang kelima ialah ia memiliki amarah yang bergejolak seperti gemuruh halilintar.

Peristiwa Tuhan Yesus ditolak di sebuah desa di Samaria, sempat membuat geram Yakobus dan saudaranya. Tampaknya orang-orang di desa ini adalah sekelompok orang yang ekstrem membenci orang Yahudi, dan ketika mereka tahu Yesus akan menuju Yerusalem, mereka keberatan menerima Dia.

Memang hubungan Yahudi dan Samaria tidak baik.

Tafsiran Alkitab Wycliffe menjelaskan “Orang Samaria merupakan keturunan penduduk pendatang yang telah ditempatkan di Palestina oleh para raja Asyur setelah jatuhnya Kerajaan Utara pada tahun 721 sM. Karena darah campuran mereka dan kebiasaan agama yang berbeda, orang Yahudi membenci mereka. Para peziarah ke Yerusalem umumnya tidak akan melewati Samaria.”

Penolakan yang kasar ini membuat Yakobus dan saudaranya menjadi marah.

Sikap orang Samaria yang dianggap sebagai penghinaan kepada Sang Guru yang mereka hormati, membuat amarah Yakobus bergejolak.

Mathew Henry mengatakan “Ketika keduanya mendengar berita penolakan ini, hati mereka langsung terbakar dan tidak ada yang dapat memuaskan mereka selain mengirim kebinasaan kota Sodom ke atas desa ini.

Tidak tanggung-tanggung mereka hendak membalas perlakukan orang Samaria di desa tersebut. Itu sebabnya Yakobus dan saudaranya meminta izin kepada Tuhan Yesus, bila ia mau atau mengizinkan, mereka akan menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan orang Samaria di desa itu.

Permintaan mereka ini dibalut dengan amarah, kebencian, dan pembalasan dendam. Barangkali, inilah salah satu alasan Tuhan Yesus menyebut mereka Boanerges, yang karena perangai keduanya yang mungkin memiliki karakter yang tidak sabaran, ambisius, dan amarah yang bergejolak seperti gemuruh halilintar.

Sikap yang kelihatannya membela Tuhan Yesus itu, tidak bisa dibenarkan. Tuhan Yesus lantas menegor mereka dengan berkata, dalam Alkitab Bahasa Yunani, “… kai eipen, ouk oidate hoiou pneumatos este humeis,” KJV menerjemahkan, “… Ye know not what manner of spirit ye are of.” Artinya, “Kalian tidak tahu roh mana yang menguasai kalian.”

Di sini Tuhan mengingatkan Yakobus akan pemikiran mereka yang dikuasai roh jahat atau watak yang buruk, amarah, kesombongan, nafsu, dan dendam pribadi yang tersembunyi dengan dalih semangat membela sang Guru mereka.

Baca juga: Bernilai di Mata Tuhan! Ini Agenda Hidup yang Seharusnya…

Sikap seperti itu, tidak berkenan bagi-Nya. Meski emosi Yakobus bergejolak, namun mereka masih bersikap tunduk pada niat baik dan perkenan Tuhan Yesus. Peristiwa ini tentu termasuk pada proses pembentukan karakter Yakobus.

Fakta tentang Yakobus dalam bagian kelima ini, hendak mengingatkan kita untuk belajar sabar dan bersedia mengampuni.

Mungkin terkadang kita mengalami berbagai penolakan oleh karena iman kita kepada Kristus, dan hal itu membuat emosi kita berkecamuk penuh amarah, benci, kecewa, dan ingin membalas. Namun belajarlah untuk tetap sabar, tidak membalas, dan selalu mengampuni. Biarkanlah Tuhan membentuk karakter kita menjadi pribadi yang berkenan bagi-Nya.

Ketika kita diperlakukan tidak adil hanya karena iman kita kepada Kristus, tetaplah mengasihi dan mengampuni.

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Komentar Anda:

error: