Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB

 

6. Yehu Membuat Pembaharuan Spiritual dengan Menghancurkan Kuil Baal (2 Raja-Raja 10:18-28)

Fakta tentang Yehu yang keenam ialah Yehu membuat pembaharuan spiritual dengan penghancuran kuil penyembahan Baal. Hal ini membuat dirinya mendapat apresiasi dari Tuhan, tetapi sayangnya tidak menyingkirkan dosa Yerobeam.

Memiliki akal bulus dan pembuat strategi jitu nan licik, mungkin itulah watak asli Yehu. Taktiknya yang selalu tepat, membuat lawan-lawannya harus menerima kekalahan.

Mungkin kemampuan inilah yang membawanya menjadi panglima tertinggi.

Baca juga: 7 FAKTA TENTANG PEREMPUAN SUNEM DALAM PL

Dengan akal bulusnya pula ia dapat membunuh Yoram dan Yoahaz. Juga Ratu  Izebel dan 70 anak-anak Ahab pun bisa mati terbunuh tanpa mengeksekusinya sendiri. Bahkan para pembesar kota dan para tua-tua pun tunduk kepadanya dengan hanya melontarkan gertakan melalui sebuah surat.

Strategi licik kembali digencarkannya sewaktu ia ingin menghapuskan penyembahan berhala di Samaria.

Ia membohongi para penyembah Baal dengan mengatakan, ia akan lebih hebat lagi beribadah kepada Baal dibanding Ahab. Ia mewajibkan semua nabi Baal dan semua orang yang beribadah kepada Baal untuk hadir, dengan mengancam akan dibunuh bila tidak mengikuti perayaan korban besar-besaran itu.

Semua ini adalah akal bulus Yehu agar mereka masuk ke perangkapnya. Inilah fakta tentang Yehu!

Pada hari itu semua orang yang ada di dalam kuil baal dibunuh oleh pasukannya. Dan mereka juga menghancurkan pusat penyembahan baal yang dibangun oleh raja Ahab itu (1 Raj 16:32).

Demikianlah Yehu membuat sejarah baru bagi bangsa Israel dengan mengadakan pembaharuan spiritual, melalui penghancuran kuil baal. Sebab sejak saat itu hingga pergantian raja sampai kepada pembuangan Israel ke Asyur (2 Raj 17:6), tidak pernah lagi dibangun kuil Baal di Samaria.

Tindakan Yehu membuat pembaharuan spiritual ini, diapresiasi oleh Tuhan (2 Raj 10:30). Namun dinasti Yehu hanya sampai kepada keturunan keempat saja karena rupanya ia tidak menyingkirkan dosa Yerobeam.

Fakta Tentang YehuDi sini, terlihat seolah-olah Tuhan kejam karena menumpas habis keluarga Ahab dan membunuh orang-orang yang menyembah Baal di kuil tersebut. Namun sebenarnya di sini letak belas kasihan Tuhan kepada bangsa Israel.

Alkitab penuntun Hidup Baru menjelaskan “Pemusnahan total rumah tangga Ahab dan agama Baal adalah tindakan belas kasihan bagi Israel. Apabila keduanya dibiarkan, maka Israel akan segera menjadi siap secara rohani dan moral untuk dihukum dan dimusnahkan.”

Tuhan tidak ingin bangsa-Nya ini terus terikat dengan cara hidup Raja Ahab dan pola penyembahannya kepada Baal.

Yahwe juga tidak ingin kebinasaan dan kemurkaan-Nya terjadi atas bangsa Israel, karena itu hukuman terhadap Ahab dan penyembah Baal, harus dilaksanakan sebagai bentuk peringatan.

Terkadang Tuhan mengijinkan kita mengalami berbagai peristiwa yang tidak “enak” karena ada maksud Tuhan dibalik itu.

Kita harus peka! Jangan-jangan, Ia sedang mengingatkan kita akan perbuatan dosa atau hati kita yang “menduakan” Tuhan. Jika benar, segeralah melakukan pembaharuan spiritual dengan tidak lagi memberhalakan uang, harta, jabatan, orang yang kita cintai, atau “sesuatu” yang menggantikan Tuhan di hati kita.

Berhala itu, bisa juga uang, jabatan, gadget, atau lainnya yang bisa menyita perhatian dan waktu kita untuk Tuhan.

 

7. Yehu adalah Termasuk Orang yang Gagal Di Mata Tuhan (2 Raja-Raja 10:29-36)

Fakta tentang Yehu cucu Nimsi, yang terakhir adalah ia rupanya menjadi pribadi yang gagal di mata Tuhan. Ia dikategorikan orang yang tidak taat kepada perintah Tuhan.

Langkah awal itu penting, tetapi langkah akhir yang menentukan! Pesan kalimat ini dapat kita lihat dari kehidupan Yehu.

Panglima hebat ini mengawali perjalanan spiritualnya dengan baik. Ia memulai dengan ketaatan, namun mengakhiri dengan sikap hati yang tidak sungguh-sungguh.

Tafsiran Alkitab Masa Kini 1 menjelaskan, “Sekalipun Yehu mengadakan pembaharuan yang anti Baal, ia tidak berusaha untuk membersihkan penyembahan berhala Yerobeam, juga tidak berusaha hidup setuju dengan hukum Tuhan.”

Jelas Yehu gagal di mata Tuhan.

Sebenarnya tidak sulit baginya menyingkirkan agama yang diciptakan Yerobeam. Bahkan lebih mudah ia menyingkirkan dosa Yerobeam ini dibanding menghancurkan kuil Baal. Namun bila diteliti, ini disebabkan alasan politik.

Yerobeam menciptakan agama baru ini karena ia takut bangsa Israel tetap mempersembahkan korban sembelihan di Yerusalem, sehingga bangsa tersebut berbalik kepada raja Yehuda dan membunuh dirinya (1 Raj 12:26-29).

Karena itu, ia membuat dua anak lembu jantan dari emas dan menaruh yang satu di Betel dan yang satu di Dan.

Praktek penyembahan ini diterapkan Yehu, karena ia memiliki ketakutan yang sama seperti Yerobeam, ia takut kehilangan takhtanya. Ia lupa, bila ia tetap setia, maka Tuhan yang akan mengokohkan kerajaan-Nya. Mungkin inilah yang membuat ia sulit meninggalkan dosa Yerobeam.

Akibatnya ia harus kehilangan sebagian wilayah kekuasaannya di tangan Hazael, raja Aram (2 Raj 10:32).

Sejarah menyebutkan, Yehu memberi upeti dan mengemis bantuan raja Asyur, Salmaneser III, untuk melawan Hazael. Ia sendiri yang menghancurkan pencapaiannya dan membuat Israel dibuang.

Pada akhirnya Yehu gagal di mata Tuhan. Wilayahnya tidak hanya hilang sebagian, ia juga menyebabkan bangsa Israel berdosa, bahkan ia pun takluk kepada bangsa lain.

Itulah akibat bila tidak segenap hati mengikut Tuhan.

Kisah fakta tentang Yehu ini, kiranya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Bila kita telah memulai perjalanan rohani kita, janganlah kita mengakhirinya dengan “kedagingan” kita, sehingga tidak hanya diri kita yang berdosa, bahkan keluarga dan orang lain di sekitar kita pun ikut berdosa hanya karena mengikuti perbuatan kita.

Paulus berkata dalam Galatia 3:3, “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?”

Kesombongan, lupa diri, salah memahami Alkitab, takut kehilangan jabatan, cinta uang, jodoh, harta, kekuatiran, dsbnya, berpotensi menggagalkan kerohanian kita. Karena itu, kuasailah diri kita.

Baca juga: 6 HAL TENTANG MENJALIN RELASI DENGAN BAIK

Bangunlah kerohanian kita dengan dasar iman yang kokoh dengan tetap melakukan kehendak-Nya, sembari menjaga kekudusan, jangan sombong, dan selalu mengandalkan Tuhan.

Bila itu yang kita lakukan, maka kita tidak akan seperti Yehu yang kompromi dengan dosa Yerobeam. Singkirkanlah hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Perjalanan iman yang dimulai dengan ketaatan dan berakhir kompromi, itu gagal di mata Tuhan. Bertobatlah segera!

 

 

Kesimpulan

Pastinya kita akan terkagum dengan ketekunan Yehu dalam menjalankan tugasnya. Kegigihannyalah yang di kemudian hari menghantarnya menjadi panglima besar bagi raja yang memerintah saat itu. Tentu tidak mudah sebab, tentulah ada persaingan yang ketat di antara mereka, bahkan di antara prajurit-prajurit yang handal dan hebat-hebat lainnya.

Namun kekaguman kita pasti akan terhenti manakala kita akhirnya mengetahui, bahwa Yehu rupanya termasuk orang yang gagal di mata Tuhan. Sebenarnya ia bisa menjadi raja yang memiliki kerajaan yang kokoh dan diberkati Tuhan, namun kerohaniannya yang diawali dengan ketaatan, diakhiri dengan ketidaktaatan.

Memang jabatan, kedudukan, kejayaan, dan kehormatan, bisa membutakan mata banyak orang, sehingga ia gagal dalam kerohaniannya. Sayangnya Yehu masih menerapkan budaya dosa Yerobeam karena takut kehilangan jabatan.

Hal ini mengingatkan kita bahwa harus melepaskan semua dan jangan cinta dunia. Biarlah fokus hidup kita hanya tertuju kepada perkara-perkara rohani saja. 

Dunia menawarkan segala kemuliaan dan keunggulannya, semata-mata agar kita gagal dan akhirnya menjadi hamba uang, cinta dunia, dan terjerumus dalam dosa keserakahan, kedagingan, dan memperkaya diri.

Tetapi biarlah kisah fakta tentang Yehu ini, mengingatkan dan menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk terus belajar menjadi serupa dengan Kristus dan sungguh-sungguh mencari permata indah yang sesungguhnya, yakni perkara-perkara rohani.

 

(Artikel fakta tentang Yehu cucu Nimsi ini adalah tulisan asli penulis yang sebagian besar isi dari tulisan ini, sudah dimuat di Renungan Harian Manna Sorgawi)
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB” ini,bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Lihat Juga:

 

Tanggapan Anda:

error: