Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

8 AKIBAT MENOLEH KE BELAKANG, PENTING DISIMAK

Fokus Hidup“Artikel berjudul ‘8 AKIBAT MENOLEH KE BELAKANG, PENTING DISIMAK ini, tidak berkaitan dengan medis dan arti biasa pada umumnya. Seperti apa makna menoleh ke belakang? Apa sajakah akibat dari menoleh ke belakang? Simak artikel ini.”

 

Manusia memiliki natur illahi di dalam dirinya. Alkitab mencatat bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-27). Di tambah lagi, Allah menghembuskan “nafas hidup” kepada manusia (Kej 2:7).

Sejak awal, manusia diciptakan memiliki karakter ilahi dan sebagai wakil-Nya di bumi untuk mengatur atau mengelola bumi. Dan memang dunia tempat tinggal kita ini, awalnya diciptakan untuk manusia.

Di sini letak keistimewaan manusia di mata Tuhan. Ia menciptakan makhluk kesayangan-Nya ini secara “spesial” melebihi segala makhluk yang diciptakan-Nya, termasuk malaikat. Kemungkinan, inilah yang membuat Iblis cemburu dan hendak menggoda manusia. Ia ingin manusia itu gagal dan menerima hukuman kekal bersama-sama dengannya.

Kehendak bebas atau free will manusia sebenarnya sebagai bukti bahwa Tuhan menciptakan manusia “istimewa” sehingga manusia bisa membuat pilihan yang elegan, yakni memilih untuk taat kepada-Nya. Namun, ternyata ini menjadi cela dosa.

Bukan berarti kita menyalahkan “kehendak bebas”, tetapi inilah kebodohan manusia pertama yang mengabaikan kepercayaan dan tanggung jawab yang Tuhan berikan, hanya dengan pesona “buah pengetahuan” yang sebenarnya juga diciptakan Tuhan untuk mengukur ketaatan manusia.

Baca juga: SOSOK PENUNGGANG KUDA PUTIH

Ada lebih banyak buah di Taman Eden yang mungkin lebih menarik dari buah itu, namun ternyata kurang pesona dibanding buah pengetahuan, yang sudah dibumbuhi rayuan oleh si Iblis melalui si ular.

Hal ini berarti, Adam dan Hawa menyalahgunakan kehendak bebas mereka itu, dengan apa yang menarik dilihatnya di depan mata, dibanding peringatan Tuhan akan bahaya memakan buah itu. Namun, bukan berarti kita juga harus mempersalahkan nenek moyang kita ini. Sebab, kita pun mungkin akan melakukan hal yang sama bila kita ada di Taman itu, yakni juga memakan buah itu.

Setelah jatuh ke dalam dosa, manusia dibayang-bayangi oleh ketakutan, kecemasan, kekuatiran, bahkan oleh kesalahan yang pernah diperbuat, sehingga tidak berani melihat ke depan, memandang Tuhan, atau keluar dari ikatan dosa. Tetapi kita bersyukur, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan sudah merancangkan keselamatan (Kej. 3:15). Inilah bukti kasih-Nya.

Dosa yang kuat mengikat dan menguasai manusia itu, membuat manusia dihantui oleh kegagalannya di masa lalu, cenderung dikuasai harta dan keinginan daging, lebih mencintai dunia ini daripada takut akan Tuhan, dan tidak ingin melihat hal yang baik yang Tuhan sudah sediakan baginya. Bahkan, merasa dirinya lebih baik, lebih benar, dan lebih hebat. Inilah ciri-ciri atau arti dari “menoleh ke belakang”.

 

Pengertian Judul

Menoleh ke belakang memang adalah sebuah kalimat biasa, namun dalam hal rohani memiliki makna dan akibat fatal dalam perjalanan iman seseorang.

Arti judul dalam pembahasan ini, bukan memiliki arti biasa yakni melihat ke belakang saja, melainkan terkait dengan pemikiran, mental, dan takaran iman seseorang. Maksudnya adalah memiliki makna rohani, sifatnya cenderung ke makna negatif.

Maksud dari melihat ke belakang di sini adalah melihat kehidupan kita yang sebelumnya di belakang kita. Bisa berupa kejayaan atau kesuksesan, bisa juga berupa kepahitan atau kemalangan.

Bila diibaratkan, menoleh ke belakang sama halnya dengan istri Lot yang masih menyayangkan harta jasmaninya. Bangsa Israel yang ingin kembali ke Mesir karena merasa hidup nyaman di sana dibanding tanah Perjanjian. Demas yang meninggalkan pelayanan karena kefanaan dunia.

Juga seperti Saul yang takut kehilangan kedudukannya sebagai raja. Dan masih banyak lagi contoh tokoh Alkitab lainnya, yang akhirnya gagal kerohanian mereka, hanya karena “menoleh ke belakang.”

Seharusnya kita memandang jauh ke depan untuk meraih masa depan, tetapi peristiwa, trauma, kegagalan, materi, kesenangan akan dosa, atau keindahan di belakang kita masih saja kita genggam, dan bahkan ingin kembali ke masa lalunya.

Baca juga: SURAT TITUS: PENTINGNYA MENGETAHUI TEOLOGI PAULUS DALAM SURAT TITUS

 

8 Efek atau Akibat Menoleh Ke Belakang

Mengapa kita jangan memandang ke belakang atau meninggalkan semua yang ada di belakang kita dan mencari Tuhan, melakukan kehendakNya, dan hidup dalam rencana Tuhan? Sebab ada Efek atau akibat burut yang akan kita alami.

Apa saja efek atau akibat yang akan kita alami? Paling tidak ada 8 akibat menoleh ke belakang yang perlu Anda ketahui. Berikut penjelasannya!

 

 

Komentar Anda:

error: