Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

SURAT TITUS: PENTINGNYA MENGETAHUI TEOLOGI PAULUS DALAM SURAT TITUS


Fokus Hidup – “Adakah Teologi Paulus dalam Surat Titus? Memang penulis Surat ini adalah Paulus, namun benarkah hanya teologi praktis saja yang dibahas Rasul Paulus? Artikel Surat Titus: Pentingnya Mengetahui Teologi Paulus dalam Surat Titus ini, menjadi recomended bagi kita agar kita mengetahui adakah Teologi Paulus dalam Surat Titus.”

 

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Surat Titus ditulis oleh Paulus yang merupakan salah seorang rasul yang telah menuliskan beberapa surat yang dikanonkan dalam kitab Perjanjian Baru. Surat Titus adalah salah satu karya atau tulisannya yang juga termasuk dalam pengelompokkan surat-surat Pastoral.

Sebutan surat Pastoral yang diberikan kepada Surat ini dan beberapa surat Pastoral lainnya, itu sejak abad ke-2 M. Surat-surat penggembalaan yang ditulis oleh Rasul Paulus adalah 1 Timotius, 2 Timotius, dan Titus.

Beberapa Surat tulisan Rasul Paulus tersebut, disebut surat pastoral “Karena surat-surat ini ditulis dengan perasaan kasih dan kehangatan, maka dianggap kudus dan dihargai di seluruh Gereja untuk mengatur tata Gerejani” 1.

Selanjutnya, Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan menjelaskan, bahwa “Karena membahas masalah yang berkaitan dengan peraturan gereja dan pelayanannya.” 2

Titus adalah seorang Yunani dan merupakan sahabat karib rasul Paulus. Alkitab Edisi Studi menjelaskan, “Titus, sahabat dekat Paulus, bekerja bersama rasul itu di Asia Kecil dan Yunani. Ia berperan penting dalam perkembangan jemaat di Korintus (Lihat 2 Kor. 2:13; 7:5-7, 13-15, 8:6, 16-24, 12:14-18; Gal 2:1-3).”  3

Selain sahabat, “dia adalah orang yang bertobat dalam pelayanan Paulus dan anak rohaninya (Tit. 1:4).” 4 Kehadiran Titus sangat membantu Paulus terutama dalam pelayanan, di mana Paulus pernah mengutusnya untuk mengunjungi beberapa jemaat. Dua kali ia menjadi utusan Paulus ke jemaat di Korintus.

“Titus adalah utusan Paulus kepada orang Korintus yang sukar, dengan membawa ‘surat keras’ (2 Kor. 2:3-9). Setelah kepulangan Titus kepada Paulus harus ditangguhkan, mereka akhirnya bertemu di Makedonia di mana Titus membawa berita yang menggembirakan sehingga Paulus merasa baik untuk meminta Titus sekali lagi kembali ke Korintus.” 5

Di sini Titus mendapat kepercayaan dari Paulus karena memang ia adalah seorang yang amat setia dan sama sekali tidak mementingkan dirinya sendiri. Hubungannya yang erat dengan Paulus terlihat dari disebutnya Titus sebanyak tiga belas kali dalam surat-surat Paulus. Ia telah menyertai Paulus dan Barnabas pada waktu mereka pergi ke Yerusalem.

Surat Titus merupakan tulisan Paulus yang mengajarkan tentang sikap seorang pemimpin rohani dalam mengatasi persoalan jemaat, termasuk cara hidup dan menyikapi ajaran sesat.

Lihat juga: 7 ALASAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA YANG PERLU ANDA KETAHUI

Namun di dalam Surat Titus juga membahas pandangan Paulus mengenai Eskatologi, Eklesiologi, Kristologi, Soteriologi, dan kehidupan praktis, meski memang tidak banyak di bahas atau hanya sepintas lalu saja disinggung, tidak seperti tulisan Paulus lainnya, di antaranya Roma dan Korintus yang sangat mendalam mengenai pembahasan cabang-cabang ilmu teologi yang disebutkan di atas.

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui pandangan atau Teologi Paulus di dalam Surat Titus mengenai Eskatologi, Eklesiologi, dan lain sebagainya.

B. Rumusan Masalah

Tidak terlepas dari wacana latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penulisan makalah ini: Pemikiran atau pandangan Paulus di dalam Surat Titus sering dikaitkan dengan pandangan teologi praktis mengenai penggembalaan dan pelayanan.

Padahal juga merupakan hal yang penting untuk dipelajari atau menelaah pandangan Paulus dalam bidang ilmu Teologi lainnya, seperti eskatologi, soteriologi, dan sebagainya. Persoalan yang muncul adalah sejauh manakah pemikiran Teologi Paulus yang dtuangkannya dalam Surat Titus?

 

C. Tujuan Penulisan

Dalam penulisan ini, penulis memberikan beberapa tujuan, yaitu:

Pertama, memberikan informasi bahwa pandangan Paulus dalam Surat Titus tidak hanya tertuju kepada sikap efektif dalam penggembalaan dan mengenai Eklesiologi atau praktek gerejawi saja, tetapi ada pemahaman Teologi Paulus seperti Eskatologis yang disampaikannya kepada Titus, meski tidak dijelaskan secara detail oleh Paulus.

Kedua, Agar memahami konsep Paulus dalam Eskatologi, Eklesiologi, Kristologi, Soteriologi, dan Kehidupan Praktis, sekaligus bertujuan untuk memberikan informasi lengkap mengenai konsep Teologi Paulus dalam Surat Titus.

 

D. Ruang Lingkup Penulisan

Dalam Penulisan ini, ruang lingkup, yaitu:

Pertama, pembahasan tulisan ini mengenai Teologi Paulus dalam Surat Titus didasarkan pada tulisan Paulus dalam surat Pastoral, khususnya Surat Titus.

Kedua, pembahasan makalah ini merupakan suatu studi eksposisi dan hermeneutika khususnya dalam Surat Titus.

Ketiga, Yang dimaksud pada judul tulisan ini “Pentingnya Memahami Teologi Paulus dalam Surat Titus” yakni mengenai Eskatologi, Eklesiologi, Kristologi, Kehidupan Praktis, dan Soteriologi.

 

LATAR BELAKANG SURAT TITUS

Seebelum jauh memahami Teologi Paulus dalam Surat Titus, terlebih dahulu hendaknya memahami latar belakang dari Surat Titus. Dengan demikian, pembaca dapat memiliki gambaran yang jelas dan utuh mengenai Surat ini berdasarkan konteks dan teks.

Ada beberapa bagian yang dijelaskan dalam pembahasan ini, yakni mengenai tempat dan waktu penulisan, tema dan tujuan penulisan, dan Garis Besar dan Survei Surat Titus.

 

A. Tempat dan Waktu Penulisan

Titus merupakan rekan sekerja Paulus dalam pelayanan di Kreta (Tit. 1:5). Di mana “Paulus dan Titus bekerja bersama-sama dalam waktu singkat di Kreta (barat daya Asia Kecil di Laut Tengah) antara pemenjaraan Paulus yang pertama dengan yang kedua.” 6

Selanjutnya Paulus menugaskan Titus untuk tetap berada di Kreta dan melanjutkan pelayanannya di antara orang-orang Kreta (Tit. 1:5), sementara ia sendiri melanjutkan perjalanannya ke Makedonia (bd. 1 Tim. 1:3).

Tidak lama sesudah peristiwa itu, Paulus menulis surat ini kepada Titus, bermaksud untuk menginstruksikan kepada Titus, agar ia menyelesaikan pekerjaan yang telah mereka awali bersama.7.

Kemungkinan ketika Paulus mendengar bahwa Apolos segera akan berangkat ke Kreta, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengirimkan sepucuk surat pada Titus. 8

Tempat dan waktu penulisan surat ini sulit untuk ditentukan. Ada pendapat yang mengatakan bahwa surat ini ditulis ketika Paulus mampir atau ada di Nikopolis. Pendapat lain juga mengatakan bahwa surat ini ditulis di Roma, atau Efesus. 9

Baca juga: 5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN DI ATAS KAYU SALIB

Meski tidak ada yang tahu pasti di mana Surat ini ditulis, tetapi surat Paulus ini ditulis kepada Titus sebelum Paulus di penjara untuk kedua kalinya, tidak lama sebelum Rasul Paulus dibunuh.

Adapun waktu penulisan Surat ini, jika berpatokan pada persinggahan Paulus di Nikopolis maka diperkirakan bahwa surat ini ditulis antara tahun 60-64 M.10

Namun beberapa ahli memperkirakan bahwa surat ini ditulis di Efesus sekitar tahun 100 M. Tidak demikian dengan Thomas Robinson, di mana ia meyakini bahwa surat ini ditulis pada akhir musim semi (bulan Mei-Juni) tahun 57 M.11 Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa Surat ini ditulis pada tahun 50-60 M.

 

B. Tema dan Tujuan Penulisan

Tema Surat Titus ialah “Ajaran yang benar dan kebajikan” 12

Paulus menulis surat ini kepada Titus terutama untuk menugaskan Titus: 13

1. Menata apa yang ditinggalkan Paulus di Kreta, termasuk penetapan penatua (Tit 1:5);

2. Membantu jemaat tumbuh dalam iman, pengetahuan akan kebenaran, dan kesalehan (Tit 1:1);

3. Membungkam guru-guru palsu (Tit 1:11); dan datang kepada Paulus setelah ia diganti oleh Artemas atau Tikhikus (Tit 3:12).

 

C. Garis Besar dan Survei Surat Titus

1. Garis Besar Surat Titus ialah: 

I. Ucapan Salam: Sumber Ajaran yang Sehat (1:1-4)

II. Pedoman Ajaran yang Sehat (1:5-16)
a. Pengangkatan Penatua Jemaat (1:5-9)
b. Penyingkapan Guru-Guru Palsu 1:10-16)

III. Pemberitaan Ajaran Sehat (2:1-15)
a. Penerapan (2:1-10)
Pola Pria Lanjut Usia
Pola Wanita Lanjut Usia
Pola Wanita Muda
Pola Pria Muda
Pola Diri Sendiri
Pola Budak
b. Pengertian (2:11-15)

IV. Pesan-Pesan Mengenai Ajaran yang Sehat (3:1-11)

V. Salam Penutup (3:12-15). 14

 

2. Survei Surat Titus

Paulus membahas empat pokok utama di dalam surat ini. 15

Pertama, Paulus menginstruksikan Titus mengenai tabiat dan syarat rohani yang diperlukan mereka yang akan dipilih menjadi penatua (penilik jemaat) di dalam gereja. Penatua haruslah orang saleh yang sifatnya terbukti, berhasil menuntun keluarganya sendiri (Tit 1:5-9).

Kedua, Paulus menyuruh Titus mengajarkan doktrin yang benar serta membungkam dan menegur para guru palsu (Tit 1:10–2:1). Di dalam surat ini Paulus memberikan dua rangkuman tentang ajaran yang sehat (Tit 2:11-14; Tit 3:4-7).

Ketiga, Paulus menggambarkan untuk Titus (bd. 1Tim 5:1–6:2) peranan yang patut untuk laki-laki yang sudah lanjut usia (Tit 2:1-2), wanita yang sudah tua (Tit 2:3-4), wanita yang masih muda (Tit 2:4-5), para pemuda (Tit 2:6-8), dan para budak (Tit 2:9-10).

Keempat, Paulus menekankan bahwa kebajikan dan kehidupan yang benar adalah buah yang perlu dari iman yang sejati (Tit 1:16; Tit 2:7,14; Tit 3:1,8,14; bd. Yak 2:14-26).

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik Di SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya

Komentar Anda:

error: