Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

Pesan Yang Berharga dari Sang Ayah

Fokus Hidup – “Renungan ini mengisahkan tentang seorang anak yang mendapat warisan pesan yang berharga, dari ayahnya. Seperti apa kisahnya? Simak renungan ini.”

 

Bacaan Nats: 2 Timotius 1:13-14; Roma 12:11
Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan 
lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. (ayat 13)

Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di 
dalam kita. (ayat 14)
(2 Timotius 1:13-14)

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Roma 12:11

Ada seorang pemuda. Suatu ketika ia mendapat warisan dari sang ayah, berupa sedikit uang dan beberapa buku.

Sebelum meninggal, ayahnya berpesan, “Nak, ayah hanya bisa memberi uang yang sedikit ini. Pakailah untuk menyambung hidupmu dan bekerjalah dengan rajin. Dan ini ada beberapa buku, baca dan pelajarilah, sebab buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga nilainya. Mudah-mudahan nasibmu lebih baik lagi.”

Baca juga: Jangan Putus Asa Berseru kepada Tuhan

Tidak berapa lama uangnya habis terpakai. Ia mulai berpikir bagaimana mendapatkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Ia teringat dengan perkataan ayahnya agar belajar dari buku-buku itu. Tetapi karena malas, ia malah memilih menjual buku-buku itu kepada temannya.

Karena kasihan kepadanya, temannya itu pun membelinya.

Beberapa hari kemudian, uangnya habis dan pemuda itu harus mulai bekerja kasar dan serabutan demi menyambung hidup agar ia tidak kelaparan.

Suatu hari dia bertemu lagi dengan temannya yang dulu membeli buku-bukunya itu.

“Ia terheran melihat kehidupan temannya yang penampilannya semakin mapan dan sudah memiliki bisnis yang menguntungkan. Ia pun bertanya kepada temannya itu apa rahasianya menjadi sukses.”

Lalu temannya bercerita.

“Awalnya saya membeli buku-bukumu itu karena kasihan padamu, dan saya hanya membiarkan buku itu berdebu di sudut kamar. Karena iseng, suatu hari saya membacanya, dan ternyata buku-buku itu luar biasa, memberikan kiat-kiat jitu untuk sukses,” ujarnya.

Baca juga: Perkataan Bisa Menjadi Jerat bagi Kita

“Di salah satu buku terselip pesan agar si pembaca setelah menguasai isi buku itu, harus mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh. Dan saya pun mempratekkannya,”  tambahnya.

Mendengar cerita itu, ia pun menyesal. Rupanya, ayahnya meninggalkan pesan yang sangat berharga, tetapi karena ia malas dan memilih menjual buku-buku itu, akhirnya ia tidak mendapat apa-apa dan harus bekerja serabutan.

Hidup ini terkadang sama seperti kisah pemuda tersebut.

Seringkali kita mengabaikan peluang-peluang atau kesempatan-kesempatan yang baik hanya karena “malas”. Kemalasan dapat merenggut hal yang berharga, bahkan merenggut keberhasilan seseorang.

Baca juga: Milikilah Pengharapan di Dalam Tuhan

Jika kita malas belajar, malas berusaha, dan malas bertekun, tentu hanya ada penyesalan yang kita alami di kemudian hari.

Begitu juga dalam hal rohani, banyak orang “malas” melakukan perintah Tuhan dalam Alkitab atau mengabaikan perkara-perkara yang bernilai sorgawi, yang akhirnya menimbulkan penyesalan di kemudian hari dan di kehidupan setelah kematian.

Alkitab adalah pesan yang berharga bagi kita bukan hanya sebagai pedoman, peringatan, dan tuntunan, melainkan juga kita harus menghidupi kebenaran Alkitab atau menjadi pelaku Firman.

Mirisnya, demi meraih kepuasan dan sukses duniawi yang fana semata, tidak sedikit orang yang tidak hidup menurut Alkitab, bahkan menjual imannya hanya karena jabatan, cinta, harta, dan kepuasan daging.

Baca juga: Pengharapan dalam Keselamatan bagi Orang Percaya

Oleh karena itu, marilah kita semakin giat bekerja di ladang Tuhan, berpegang pada ajaran Alkitab dan menjadi pelaku Firman. Pesan yang berharga dari Tuhan melalui Alkitab, janganlah kita abaikan sedikit pun. Belajarlah hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Janganlah kita lengah, bahkan menjadi malas, agar tidak ada penyesalan dan nama Tuhan dipermuliakan di dalam hidup kita.

DOA
Bapa di sorga. terkadang aku malas dalam beribadah, bahkan dalam melayani pekerjaanMu. Mampukan aku ya Tuhan untuk tetap semangat. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Lihat juga:


Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Pesan Yang Berharga dari Sang Ayah” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik di siniuntuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik di sini. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik. <>

 

Komentar Anda:

error: