Milikilah Pengharapan

Fokus Hidup – “Mengapa manusia harus memiliki pengharapan? kepada siapa manusia harus berharap sepenuhnya? Simak renungan berjudul Milikilah Pengharapan ini.”

 

 

Bacaan Nats: Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser 
dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah 
langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

 

Rasul Paulus mengajak setiap orang Kristen untuk terus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau bergeser dari pengharapan Injil.

Artinya mengikut Tuhan harus disertai dengan ketekunan, kesungguhan hati, dan tetap memiliki pengharapan yang benar di dalam Tuhan.

Iman seseorang akan teguh jika didasarkan pada pengharapan yang benar, maka kehidupan spiritualnya akan tetap kokoh dan berdampak bagi orang lain.


Baca juga: Ketaatan Menghancurkan Tembok

Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kita untuk berpengharapan, yaitu ajaran agama, psikologi, ilmu pengetahuan, dan lainnya yang kelihatan menjanjikan tapi dapat menjebak kita kepada pengharapan yang sia-sia.

Pengharapan seperti ini, membuat kebanyakan manusia mengandalkan sesuatu yang dianggap dapat menjadi sandarannya.

Namun Injil mengajarkan tentang pengharapan yang pasti di segala aspek kehidupan Kekristenan, seperti pengharapan dalam keselamatan, pemeliharaan, kesembuhan, pemulihan hubungan (dengan sesama terutama dengan Tuhan), dan rencana masa depan.

Ajakan Paulus untuk tidak bergeser dari pengharapan yang dimiliki oleh orang Kristen sebagai murid Kristus bukan bualan saja melainkan terlihat dalam hidupnya.

“Kita patut mengikuti keteladanan Paulus dalam perjalanan imannya sebagai seorang murid Kristus yang memiliki pengharapan yang benar. Ia dapat mengakhiri garis finish dengan baik karena memiliki pengharapan yang benar, yaitu pengharapan Injil.”

Teladan Paulus dalam mencapai garis finish dengan cara:

Pertama, bertumbuh dalam kebenaran. Ia menyadari bahwa janji Allah bukanlah isapan jempol belaka, melainkan suatu kepastian sehingga ia memiliki kerinduan untuk terus bertumbuh dalam kebenaran meski menghadapi tantangan berat.

Kedua, berbuah dalam perbuatan. Pengharapan yang benar dibuktikan dengan kehendak hatinya yang kuat untuk hidup benar di hadapan Tuhan, sehingga ia memperlihatkan buah Roh di dalam dirinya.

Ketiga, bertahan dalam iman. Pengharapan orang percaya dapat berdampak dan mempengaruhi hidupnya untuk tetap setia hingga akhir. Kekristenan sejati diukur dari kesetiaannya hingga akhir dalam melayani Tuhan dan menjaga hati yang takut akan Tuhan.


Baca juga: Tampil Inner Beauty

 

Sebagaimana Paulus pernah melewati berbagai peristiwa yang bahaya dan yang mengancam nyawanya, tetapi semuanya itu tidak membuatnya surut dalam melayani Tuhan,  ia malah terus berusaha giat melayani dan mengakhiri pertandingan iman dengan baik, begitu juga seharusnya dengan kita.

Apa yang kita alami saat ini? ketahuilah, jika kita memiliki iman dan pengharapan, maka apapun tantangan dan persoalan hidup, tidak akan membuat kita goyah.

Keadaan apapun yang akan dialami, baik penderitaan maupun kesengsaraan, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Karena itu, tetaplah memiliki pengharapan.

DOA
Bapa, ajarlah aku untuk selalu percaya kepada-Mu dan memiliki pengharapan yang benar, sebab Engkaulah Tuhan yang hidup. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Jika Anda merasa diberkati melalui renungan berjudui “Milikilah Pengharapan” ini, bagikan juga ke sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan. Like halaman Facebook yang ada di samping atau di bawah dalam tampilan mobile. Dan jangan lupa, tinggalkan komentar Anda di kolom komentar. 

Leave a Reply