Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Pengharapan Dalam Pemeliharaan Tuhan

 

Fokus Hidup – “Perlukah kita memiliki pengharapan akan Providensia Allah? Simak renungan berjudul Pengharapan Dalam Pemeliharaan Tuhan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikan ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar orang lain juga dikuatkan melalui renungan ini.”

 

Bacaan Nats: I Raja-raja 17:1-6
Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah 
Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali 
kalau kukatakan." (ayat 1)

Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:
"Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur 
sungai Yordan. (ayat 2-3)

Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan 
engkau di sana." (ayat 4)

Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah 
timur sungai Yordan. (ayat 5)

Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari 
sungai itu. (ayat 6)

 

Banyak orang menjadi murtad atau meninggalkan iman mereka hanya karena persoalan materi. Jabatan dan harta yang ditawarkan begitu menggiurkan sehingga mereka rela menjual iman mereka. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki pengharapan akan pemeliharaan Tuhan.

Baca juga: Pengharapan dalam Keselamatan bagi Orang Percaya

Pengharapan yang benar akan pemeliharaan atau providensia Allah memampukan seseorang untuk mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Ia meyakini akan melihat dan merasakan pemeliharaan Tuhan yang nyata meski situasi yang dihadapinya tidak memungkinkan.

Memang, pemeliharaan Tuhan juga berlaku kepada semua orang yang ada di bawah kolong langit ini.

Bukan  hanya  manusia, tetapi seluruh makhluk dipelihara oleh Tuhan, contohnya Tuhan yang memberikan kehidupan, makanan, dan tempat bernaung, namun juga pemeliharaan Tuhan bagi orang percaya bukan hanya sekedar “dipelihara,” melainkan juga mendapatkan penyertaan, dan pertolongan tepat pada waktu-Nya.

Pemeliharaan Tuhan yang khusus (spesial), diberikan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya.

Beberapa tokoh dalam Alkitab mengalami tekanan yang berat, namun tetap memiliki pengharapan dalam pemeliharaan Tuhan. Salah satunya adalah Nabi Elia yang merasakan pemeliharaan Tuhan yang nyata.

Setelah ia menyampaikan pesan Tuhan kepada Raja Ahab, bahwa bangsa Israel akan mengalami kekeringan di tahun-tahun itu dan hujan tidak akan turun sebelum ia mengatakan akan turun hujan (ay. 1).

Kemudian Allah berfirman kepada Elia untuk menyuruhnya bersembunyi di sungai Kerit.

Baca juga: Milikilah Pengharapan di Dalam Tuhan

Di sanalah ia merasakan pemeliharaan Tuhan, melalui burung gagak yang membawakan roti dan daging pada waktu pagi dan petang, minumnya dari air sungai tersebut (ay. 6).

Dari awal pelayanan hingga akhir hidupnya, ia mengalami pemeliharaan dan pembelaan Tuhan yang nyata.

Paulus dalam pengharapannya kepada Tuhan berkata, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu di dalam Kristus Yesus” (Fil. 4:19). Paulus mengalami apa itu kekurangan. Dia sering di penjara bahkan Paulus lebih banyak hidup dalam penjara pada masa akhir hidupnya.

Tentunya tidak ada makanan dan minuman yang cukup apalagi enak di penjara, tapi tidak ada keluhan dari Paulus bahwa Tuhan tidak memeliharanya. Paulus selalu bersyukur senantiasa, termasuk atas pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya.

Yang membuat kita tidak mampu berpengharapan adalah kita selalu kuatir dan takut menghadapi kenyataan hidup. Padahal, itu hanya perasaan kita semata, sebab jika Tuhan sudah berjanji akan memelihara hidup kita, maka janji-Nya akan digenapi.

Karena ketakutan yang berlebihan akan hidup yang berkekurangan dan kemiskinan, banyak orang rela mengorbankan waktunya yang seharusnya untuk keluarga dan untuk mencari Tuhan. Mereka terfokus dengan bekerja dan bekerja. Tanpa mereka sadari, mereka telah menjadi hamba uang dan terikat dengan dunia ini.

Baca juga: Kedaulatan Allah Menguasai Segala-galanya

Bukan berarti kita hanya bermalas-malasan, sebab kita juga harus bekerja keras. Namun, yang perlu kita sadari bahwa kita juga perlu berfokus kepada perkara yang di atas. Kita perlu juga mencari Tuhan dan hidup berkenan kepada-Nya. Sebab bila kita mengabaikan Tuhan, kebinasaan kekal menanti kita.

Daud pernah berkata dalam Mazmur 37:25-26, “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.”

Nats yang dituliskan Daud ini berdasarkan fakta atas apa yang dilihat sedari muda hingga tua, ia tidak pernah melihat orang yang hidup takut akan Tuhan hidup berkekurangan. Bahkan mereka mau memberi dan berbagi (tiap hari ia menaruh belas kasihan), serta menjadi berkat.

Perkataan ini benar! Bila kita sejak dini mulai mengikut Tuhan, kita akan melewati masa-masa sukar dan tantangan yang berat, termasuk masalah keuangan. Tetapi bila kita terus bertekun, maka kita akan melihat providensia Allah yang nyata. Yang penting di sini adalah kita mau memberikan hidup kita kepada-Nya dan terus berusaha atau berjuang menjadi seperti Yesus. 

Percayalah dan milikilah pengharapan akan pemeliharaan Tuhan, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan bukan berdasarkan untuk menumpuk harta dan menikmati hasil jerih lelah kita, melainkan kita melakukan segala sesuatu termasuk pekerjaan, karena sebagai tanggung jawab kita dan segala sesuatu yang kita kerjakan untuk Tuhan. Tetapi ingat, jadilah saluran berkat setiap hari.

Baca juga: Keberadaan Allah yang Tidak Terbatas

Tuhan dapat memakai burung gagak untuk membawa makanan bagi Elia, maka Tuhan dapat memakai siapa saja untuk dapat memelihara kehidupan kita. Bahkan, segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia atau kita lalui segala perkara bersama Tuhan.

Oleh karena itu, marilah kita tetap berpengharapan akan pemeliharaan Tuhan dan memiliki ketaatan penuh kepada-Nya.

DOA
Tuhan, aku percaya bahwa Engkau akan memelihara hidupku dan memberkati aku. Biarlah mataku tertuju pada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)


Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Pengharapan Dalam Pemeliharaan Tuhan” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang dapat meneguhkan iman Saudara!

 

Komentar Anda:

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: