Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Pengharapan dalam Keselamatan bagi Orang Percaya

Fokus Hidup – “Mengapa manusia harus memiliki pengharapan, khususnya pengharapan dalam keselamatan bagi orang percaya? kepada siapa manusia harus berharap sepenuhnya? Simak renungan ini.”

 

Bacaan Nats: Roma 5:1-11
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena 
Tuhan kita, Yesus Kristus. (ayat 1)

Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini 
kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (ayat 2)

Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa 
kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, (ayat 3)

dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh 
Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (ayat 4-5)

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang 
ditentukan oleh Allah. (ayat 6)

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada 
orang yang berani mati --. (ayat 7)

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika 
kita masih berdosa. (ayat 8)

Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari 
murka Allah. (ayat 9)

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, 
lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! (ayat 10)

Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh 
Dia kita telah menerima pendamaian itu. (ayat 11)

 

Di dalam kehidupan ini, banyak kepercayaan dan agama yang mengajarkan tentang keselamatan. Banyak orang berlomba-lomba melakukan segala tuntunan agama demi memperolehnya, bahkan  ada yang rela mengorbankan segalanya (keluarga, kekayaan, dan dirinya sendiri) demi keselamatan jiwa.

Motivasi yang mendorong perilaku tersebut adalah harapan untuk mengalami kehidupan yang bahagia setelah kematian secara jasmani.

Baca juga: Milikilah Pengharapan di Dalam Tuhan

Dalam surat Roma ini, Rasul Paulus mengajak setiap orang Kristen untuk memiliki pengharapan dalam hidupnya. Pengharapan itulah yang memampukan setiap orang Kristen menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat, sekalipun banyak tantangan dan pergumulan hidup.

Pengharapan yang bukan sekedar angan-angan dalam arti “bisa terjadi, mudah-mudahan, mungkin,” dengan kata lain pengharapan yang tidak pasti. Namun, pengharapan orang Kristen akan keselamatan adalah pengharapan yang pasti karena janji Allah tidak pernah gagal, ya dan amin.

Jika kita memperhatikan dengan seksama, nats dalam Roma 5:1-11 ini, menjelaskan ada tiga dasar pengharapan orang Kristen mengenai keselamatan.

 

Pertama, kita sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus (ay. 2).

Sebelum kita diselamatkan oleh Tuhan Yesus, kita adalah orang berdosa dan dosa itulah yang membuat makna dan tujuan hidup kita hilang.

Namun, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib mengembalikan makna dan tujuan hidup manusia (I Ptr. 1:18-19). Keselamatan terjadi ketika kita menjadi percaya kepada-Nya.

Artinya dengan menjadi percaya kepada Tuhan, maka saat itu kita sudah menerima anugerah keselamatan itu melalui iman kita kepada-Nya. Namun, kita harus mengerjakan keselamatan kita sampai kesudahan kita di dunia fana. Mengerjakan seperti apa? Hal ini terkait dengan hal yang kedua.

Kedua, kita sedang dibentuk oleh Tuhan (ay. 3-4). Kesengsaraan yang kita alami adalah alat untuk membentuk kita semakin indah di hadapan Tuhan.

Bagi orang yang putus asa, masalah dipandang sebagai hal yang negatif (berpikir bahwa Allah tidak baik atau meninggalkan dia), tetapi kesusahan akibat salib bagi orang Kristen adalah bagian dari rencana Allah yang indah dalam hidup kita.

Kita akan mengalami proses atau pembentukan Tuhan melalui berbagai persoalan yang kita hadapi. Mungkin kita akan berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, di tengah-tengah orang-orang yang kita anggap menjengkelkan, atau hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi dalam hidup kita.

Semuanya itu adalah jalan untuk mengasah iman kita agar performa rohani kita dalam menghadapi berbagai tantangan begitu siap, fight, dan kita pun mengakhiri pertandingan iman dengan baik. Karena itu, kita perlu mengerjakan keselamatan kita.

Maksud mengerjakan keselamatan di sini adalah kita berusaha untuk hidup dalam kekudusan, mengerjakan yang harus kita kerjakan terkait dengan perkara rohani seperti mengasihi sesama bahkan musuh kita, dan menjadi seperti atau serupa dengan Yesus.

Mencapai kesempurnaan itu penting, sebab kian lama kita berusaha untuk mengejar kesempurnaan iman, maka karakter, moral, dan perbuatan kita akan semakin elegan sebagai anak-anak Tuhan.

Banyak orang beranggapan bahwa ini adalah pandangan “Yesus plus“, yang dalam arti percaya Yesus plus usaha manusia untuk beroleh keselamatan. Apakah dengan kita menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, lantas kita tidak perlu berjuang dalam iman? Ini pandangan yang kurang tepat.

Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita sepenuhnya di atas kayu salib, tetapi tentu untuk mengubah moral. pola pikir, dan gaya hidup kita yang sudah terikat dengan tabiat dosa dan terbiasa melakukan keinginan daging, maka Tuhan membentuk kita melalui berbagai hal yang Ia ijinkan kita alami. Kita sama seperti bejana di tangan Penjunan, dan Tuhanlah penjunan yang membentuk kita sehingga semakin indah dan berkenan di mata-Nya.

Oleh karena itu, kita harus berjuang dan tinggal dalam pembentukan Tuhan agar tidak tergerus dengan tantangan dan tawaran dunia yang sewaktu-waktu bisa menyurutkan iman kita bahkan cinta dunia.

Ketiga, kita disertai oleh Tuhan (ay. 5). Tuhan kita, Tuhan Allah yang turun ke dunia, mati bagi kita dan menyertai kita. Tuhan Yesus tidak membiarkan kita sendirian, tapi Ia mengutus Roh Kudus untuk tinggal dalam hidup orang percaya.

Hebatnya, kita tidak sendiri sebab ada Roh Kudus yang membimbing dan menyertai.

Roh Bapa yang lembut ini bekerja nyata dalam menuntun orang percaya. Tetapi ingat bila seseorang tidak membiarkan Tuhan menggoreskan kebenaran-Nya di hati kita, atau kita berkeras hati dalam bimbingan Roh Kudus untuk mengenal kebenaran, maka kita tidak akan pernah mengenal kebenaran seutuhnya.

Baca juga: Kedaulatan Allah Menguasai Segala-galanya

Jadi bila disimpulkan, ketika kita percaya dan bertobat, maka kita menerima keselamatan, sedang diselamatkan, dan akan beroleh keselamatan itu sendiri.

Sebab proses perkenanan Tuhan kepada seseorang berlaku seumur hidupnya. Bila ia terus giat mencari Tuhan dan hidup takut akan Tuhan selama hidupnya, pastinya ia menjadi keluarga kerajaan Allah.

Harapan keselamatan tidak ada pada siapapun atau apapun selain dalam Tuhan Yesus yang telah memberikan Diri-Nya bagi penebusan kita (Kis. 4:12).

Sebagai orang percaya, milikilah pengharapan dalam keselamatan, sebab pengharapan itu akan membuat kita lebih giat, lebih bergairah, dan lebih bersemangat melayani Tuhan. Atau lebih serius mengerjakan keselamatan.

Setialah senantiasa sebab keselamatan yang kita peroleh itu pasti dan akan ada mahkota yang disediakan bagi mereka yang telah memenangkan pertandingan rohani.

DOA

Bapa, ajarku untuk selalu memiliki pengharapan dalam keselamatan, agar imanku semakin teguh dalam mengiring Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)


Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Pengharapan dalam Keselamatan bagi Orang Percaya” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang dapat meneguhkan iman Saudara!

 

2 Comments

Komentar Anda:

error: