Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 FAKTA TENTANG KARAKTER SAUDARA-SAUDARA YUSUF DALAM ALKITAB

6. Karakter Saudara-Saudara Yusuf; Menjadi Jujur Dalam Perkataan (Kejadian 42:1-36; Amsal:2:7-8)

Keberadaan saudara-saudara Yusuf pasca ia dijual, selain peristiwa Yehuda dan Tamar, tidak diceritakan lagi dalam Alkitab hingga Yusuf menjadi penguasa di Mesir. Kelaparan melanda seluruh negeri, dan setelah Yakub mendengar kabar bahwa ada Gandum di Mesir, ia pun menyuruh anak-anaknya untuk membeli makanan di Mesir.

Lalu berangkatlah sepuluh orang saudara-saudara Yusuf, sedangkan Benyamin tidak diizinkan pergi bersama-sama mereka karena Yakub takut kehilangan dia. Mereka tidak tahu jika sang penguasa di Mesir adalah Yusuf adik mereka. Sesampainya di Mesir, mereka menghadap Yusuf dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah. Mungkin tidak pernah terbayang di benak mereka bahwa mereka akan dicurigai sebagai pengintai.

Matthew Henry mengatakan, “Ia menuduh mereka  telah bermaksud jahat terhadap pemerintah (ay 9) dan memperlakukan mereka seperti orang-orang berbahaya.”

Perlakuan kasar Yusuf terhadap mereka dari menuduh sebagai pengintai hingga memenjarakan mereka ialah untuk menguji mereka. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan menjelaskan “Walaupun Yusuf mengenali saudara-saudaranya dan mengetahui bahwa mereka bukan pengintai, ia menguji mereka untuk mengetahui apakah mereka telah berubah dan menyesali perbuatan jahat mereka kepada dirinya dan ayahnya Yakub.”

Setelah Yusuf melepaskan mereka dari penjara, ia membuat kesepakatan terhadap mereka. Apabila mereka orang jujur, maka seseorang harus dipenjara di Mesir dan harus membawa Benyamin kepadanya sebagai bukti mereka orang jujur.

Baca juga: 3 FAKTA TUHAN ITU ADA TANPA BUKTI ALKITAB

Hal ini tentu membuat mereka sedih! Mereka juga mungkin membayangkan betapa sedihnya Yakub mendengar Simeon ditahan dan harus mengizinkan Benyamin mengikuti mereka kembali ke Mesir. Mereka juga berpikir bahwa perlakuan yang mereka terima adalah kesalahan di masa lalu (ay 21-22).

Di sini mereka mengalami penyesalan akan perbuatan mereka. Mungkin selama ini mereka terus merasa bersalah karena menjual Yusuf  dan penyesalan mereka itu ternyata menghasilkan perubahan karakter dari sifat ketidakjujuran, menipu, dan picik.

Bila diperhatikan jawaban mereka atas pertanyaan Yusuf, ternyata mereka menjawabnya dengan jujur (ay 10-13). Bahkan sekembalinya mereka kepada Yakub, mereka pun menceritakan peristiwa yang sebenarnya (ay 29-34). Kini mereka memiliki karakter yang jujur dalam perkataan.

Tuhan membentuk karakter kita melalui proses atau berbagai peristiwa dan persoalan yang kita alami, sebagaimana Tuhan memproses saudara-saudara Yusuf. Yang perlu kita perhatikan, apabila ada karakter yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, maka introspeksilah diri kita dan berubahlah.

Jangan tunggu kita mengalami akibat dari perbuatan jahat yang kita lakukan baru mau bertobat, padahal kita tidak akan mengalami akibatnya apabila sebelumnya kita telah memperbaiki diri. Jujurlah dalam perkataan dan tindakan.

Akibat perbuatan jahat ialah merasa bersalah, tertuduh, dan berdampak pada masa depan. Karena itu, jadilah orang jujur.

 

 

7. Karakter Saudara-saudara Yusuf Menjadi Bertanggung Jawab (Kejadian 42:36-38; Pasal 43 – 45)

Ruben mau bertanggung jawab atas Benyamin dengan berkata jika Benyamin tidak kembali, maka kedua anaknya laki-laki boleh dibunuh oleh Yakub, dan ia akan membawa pulang kembali adik bungsunya itu. Tetapi Yakub tidak mengizinkan Benyamin pergi dengan mereka ke Mesir, sebab jika Benyamin ditimpa kecelakaan, maka Yakub berkata, ia akan mati dengan dukacita (Kej 42:38).

Sikap Ruben yang rela anaknya dibunuh bila Benyamin tidak bisa dibawa kembali menunjukkan bahwa karakternya telah berubah. Padahal sebelumnya Ruben bersekongkol untuk membohongi Yakub, tetapi kini Ruben berintegritas.

Alkitab Penuntun Hidup Baru menjelaskan, “Ay 29-38 menunjukkan bahwa saudara-saudara Yusuf telah berubah menjadi baik. Ruben, misalnya, bersedia mengorbankan dua putranya daripada menyedihkan ayahnya lagi.”

Makanan yang dibeli sebelumnya sudah habis sehingga Yakub menyuruh mereka untuk kembali membeli makanan di Mesir. Tetapi Yakub masih keberatan mengizinkan Benyamin mengikuti mereka.

Baca juga: SERUAN BERIBADAH DENGAN BERSORAK-SORAK – EKSPOSISI MAZMUR 100

Kemudian Yehuda berkata kepada Yakub, “Akulah yang menanggung dia; engkau boleh menuntut dia dari padaku; jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya.”

Perkataan Yehuda inilah yang membuat Yakub akhirnya mengizinkan Benyamin bisa pergi bersama saudara-saudaranya. Mereka membawa persembahan dan uang dua kali lipat karena sebagian untuk mengembalikan uang dari pembelian pertama.

Setiba di mesir dibawalah mereka ke rumah Yusuf, Simeon dilepaskan dari penjara dan Yusuf menjamu mereka di rumahnya. Setelah itu, mereka pun kembali ke negeri mereka, namun baru saja keluar dari kota itu, mereka dikejar orang-orang Yusuf. Karena Yusuf telah menjebak mereka dengan menaruh sebuah piala di karung Benyamin.

Adik bungsu yang seibu dengan Yusuf terancam menjadi budak di Mesir, tetapi Yehuda tampil penuh tanggung jawab dengan bersedia menjadi budak menggantikan Benyamin (Kej 44:33-34).

Di sini letak perubahan karakter Yehuda yang dulu pernah memengaruhi saudara-saudaranya untuk menjual Yusuf. John J. Davis mengatakan, “Permohonan Yehuda kepada Yusuf sangat kontras dengan kepahitan hatinya yang dahulu (Kej 37:26-27). … Menjadi jelas bagi Yusuf bahwa sikap saudara-saudaranya telah mengalami perubahan besar.”

Kisah mereka berakhir dengan bahagia setelah Yusuf memperkenalkan dirinya dan meminta mereka menjemput ayahnya (Kej 45:9-28). Mereka pun tinggal di Mesir.

Karakter Saudara-saudara Yusuf

Tuhan membentuk saudara-saudara Yusuf dan menyatakan berkat pemeliharaan-Nya ketika mereka telah berubah menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Demikian juga kita, Tuhan akan memberkati kita baik rohani maupun jasmani, bila kita menjadi pribadi yang unggul di mataNya. Belajarlah bertanggung jawab baik di rumah, kantor, sekolah, dan lingkungan.

Berkat rohani dan jasmani akan datang bila kita berintegritas, tetapi masa depan suram bila tidak belajar bertanggung jawab

 

 

Kesimpulan

Proses Tuhan terhadap karakter saudara-saudara Yusuf ini cukup unik. Kejahatan yang mereka lakukan terhadap Yusuf, menjadi sebuah pukulan telak bagi mereka untuk menyadari kesalahan yang pernah mereka lakukan.

Memang tidak disebutkan seperti apa pertobatan mereka secara individu, namun melihat karakter mereka yang berubah 160 derajat, tersirat dengan jelas bahwa mereka mengalami pertobatan dari pribadi yang buruk menjadi lebih baik.

Mungkin mereka baru menyadari kesalahan mereka yang fatal setelah Yusuf mereka jual. Melihat keberadaan Yakub yang begitu sedih kehilangan anak yang dicintainya tersebut, hal ini seperti belati yang menusuk-nusuk hati mereka sehingga terasa sangat pedih dan menimbulkan rasa penyesalan yang dalam.

Baca juga: GENERASI PENYEMBAH: 3 CARA MENJADI PENYEMBAH BAPA

Tetapi Tuhan tidak tidur. Ia mengubah kesengsaraan Yusuf menjadi hal yang sangat baik bagi dirinya, keluarganya, dan bagi Yakub dan saudara-saudara yang pernah melakukan kejahatan terhadap dirinya. Tidak tanggung-tanggung dengan proses Tuhan yang panjang, Yusuf menjadi penguasa tunggal dan penyelamat keluarganya.

Hal yang buruk menimpanya karena karakter saudara-saudara Yusuf yang buruk, bukanlah akhir perjalanan baagi kehidupan mereka. Justru di sanalah proses Tuhan nyata mengubah kepribadian mereka.

Benarlah dan harus diakui bahwa Tuhan bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tetapi kuncinya adalah berubahlah atau bertobatlah menjadi pribadi yang unggul di hadapan Tuhan seperti halnya pertobatan saudara-saudara Yusuf ini dan tinggalah dalam proses Tuhan meski berat dan sakit, sama halnya Yuuf tinggal proses Tuhan.

Hasil akhir Tuhan akan mempermuliakan kita, entah di dunia ini atau di langit baru dan bumi baru. Tetaplah setia dan tinggal dalam rencana-Nya.

(Artikel ini adalah tulisan asli penulis yang sebagian besar isi dari tulisan ini, sudah dimuat di Renungan Harian Manna Sorgawi)
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

 

Lihat Juga:

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “7 FAKTA TENTANG KARAKTER SAUDARA-SAUDARA YUSUF DALAM ALKITAB” ini,bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 FAKTA TENTANG KARAKTER SAUDARA-SAUDARA YUSUF DALAM ALKITAB ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

Tanggapan Anda:

error: