5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN
4. Berdasarkan Fakta Historis
Bukan hanya Alkitab yang bisa menjadi fakta riil bahwa Yesus Benar-benar Mati DIsalibkan di Atas Kayu Salib, juga ada fakta historis. Bukti sejarah yang ada selain bukti fisik, yakni Jalan Salib atau Via Dolorosa, tempat penyaliban Yesus di Bukit Golgota, juga dapat kita peroleh dari beberapa nara sumber sejarawan Yahudi, Yunani, dan Romawi.
Salah satu sejarawan Yahudi abad pertama ialah Flavius Yosefus. Nama aslinya Joseph Bin Mathias, yang lahir tahun 37 M di Yerusalem dan meninggal tahun 100 M di Roma. Ia menulis buku sejarah bangsa Israel dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70 M,, yang berjudul Antiquitates Judaicae atau Antiquities of the Jews, yang terdiri dari 20 buku.
Baca juga: Mencintai Walau Harus Terluka, Ini Bukti Kasih
Dalam bukunya yang ke 18, ia menuliskan, “… Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukum-Nya di Kayu Salib, mereka yang mengasihi-Nya sejak semula tidak melupakan Dia karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga …”
Tokoh sejarawan berikutnya, adalah Cornelius Tacitus. Ia seorang sejarawan besar Romawi yang lahir sekitar tahun 52 – 54 M., dan meninggal sekitar tahun 120 M. Tacitus menjadi Gubernur Asia pada tahun 112 M., dan menulis sebuah buku yang berjudul “The Annals”, kira-kira pada tahun 116 M., yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M.
Dalam bukunya The Annals volume XV, mengenai Kaisar Nero yang telah mengkambing hitamkan orang Kristen sebagai penyebab terbakarnya kota Roma.
Ia mengatakan, “Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya. Kristus yang menjadi pendiri kepercayaan itu, telah dihukum mati oleh Pontius Pilatus, wali negeri Yudea di bawah pemerintahan Tiberius …”
Sejarawan lainnya yang menyatakan Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib adalah Lucianus dari Samosata. Lucianus adalah seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata pada tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena.
Dalam salah satu bukunya yang berjudul “The Passing Perregrinus”, dia menulis tentang Peregrinus yang telah menjadi Kristen dan yang memiliki pemeluk di Palestina yang masih menyembah orang yang telah disalibkan di Palestina.
Ia mengatakan, “… Orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia … Selanjutnya pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara … Dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang disalibkan itu sendiri serta menaati hukum-hukumnya …”
Baca juga: Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat! Buktikan Iman Saudara…
Keterangan dari tiga tokoh sejarawan ini yang notabene bukan Kristen atau pengikut Kristus, menguak fakta bahwa Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib. Kematian-Nya bukanlah rekayasa atau legenda, melainkan riil. Belum lagi dengan bukti fisik yang ada di Yerusalem yang menjadi ikon umat Kristen di seluruh dunia.
Banyak orang yang melakukan perjalanan, tour, atau ziarah ke tanah suci Yerusalem, salah satunya untuk melihat Via Dolorosa, yakni jalan yang dilalui Tuhan Yesus sambil memikul salib menuju Kalvari. Kematian-Nya riil.
5. Berdasarkan Fakta Spiritual
Fakta atau bukti terakhir yang tidak kalah penting bahwa Yesus Benar-benar Mati DIsalibkan di Atas Kayu Salib adalah fakta spiritual. Memang fakta spiritual tentu bukanlah berbentuk fisik atau kelihatan dengan mata jasmani seperti berupa sebuah benda, tetapi dapat dirasakan dan dicermati melalui kehidupan orang-orang yang percaya kepada Tuhan.
Berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Biasanya seseorang yang sulit menerima kenyataan hidup, seperti hidup susah atau miskin, kehilangan orang yang dicintai, dihina atau direndahkan, dsb, mereka akan menjadi putus asa, tidak bergairah, menyalahkan hidupnya atau diri sendiri, bahkan ada yang sampai bunuh diri.
Ada begitu banyak orang yang kehilangan pengharapan, tidak memiliki tujuan hidup yang benar, dan hidup mereka berakhir dengan bunuh diri. Kelihatan hidup tetapi seolah-olah mati, seperti halnya sebuah peribahasa, “Hidup segan mati tak mau”. Coba kita perhatikan kehidupan mereka yang mengaku atheis atau tidak percaya adanya Tuhan.
Baca juga: 7 FAKTA TUHAN YESUS MATI PADA HARI JUMAT
Kebanyakan mereka yang sudah kaya, bergelimangan harta, dan mencapai ketenaran, tetapi toh kebanyakan mereka berakhir dengan melakukan bunuh diri. Seperti halnya Tommy Page, Robin Williams, Amy Winehouse, Marilyn Monroe, Cory Monteith. Hal ini tentu disebabkan oleh persoalan spiritual.
Seseorang sulit sekali tersenyum, merasa iri dengan kesuksesan orang lain, selalu mengeluh atau menggerutu, dan tidak bisa menerima kegagalan, tentu karena memang ia belum menemukan pegangan hidup yang tepat baginya, yang mampu memberikan kebahagiaan sejati.
Berbeda dengan orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh atau mereka yang hidup takut akan Tuhan. Ia akan mampu bersyukur, menghadapi segala tantangan, menguasai diri, bahkan mampu bersukacita dalam duka, sebab ia akan dihibur dan dikuatkan.
Ia mampu untuk bangkit lagi ketika terjatuh atau terpuruk dan yang pasti, ia merasakan bahwa Tuhan menyertainya senantiasa. Yang lebih mengherankan, ia akan bersedia mati atau menderita karena mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus. Mengapa demikian?
Kenyataannya, orang yang percaya sungguh kepada Tuhan, mereka tidak hanya rela berkorban, tetapi juga bersedia mati bagi Tuhan. Apa yang membedakan orang percaya dengan orang tidak percaya?
Orang yang percaya kepada Tuhan, mereka memiliki Roh Kudus yang selalu meneguhkan, menguatkan, membimbing, mengarahkan, dan menyertai, sehingga mampu berdiri di kala terpuruk, mampu bangkit di kala terjatuh, dan hidup berdasarkan tujuan yang jelas, yakni memuliakan dan menyenangkan Pribadi yang mereka percaya itu.
Banyak orang Kristen yang sudah dianiaya, disiksa, dipenjara, dan diperlakukan kasar, tetapi mereka tidak pernah berpaling dari imannya. Mengapa?
Karena percaya kepada Tuhan bukan hanya sekadar tahu atau mengenal Dia dengan benar, melainkan juga merasakan, menikmati, dan bergaul karib dengan-Nya. Dan orang yang telah membangun relasi dengan Tuhan, tidak akan ada yang bisa memisahkannya dengan kasih Tuhan (Rm. 8:35-39).
Sepanjang sejarah, kita sudah mendengar ada banyak orang percaya rela kehilangan segala sesuatu, bahkan rela mati bagi Tuhan. Rasul Paulus, Rasul Petrus, dan Rasul-rasul lainnya, sejarah mencatat mereka mati bagi Kristus.
Orang Kristen abad pertama mengalami aniaya berat, seperti halnya pada pemerintahan kaisar Nero, tetapi mereka tetap mempertahankan iman mereka. Ada yang mati digantung, dirajam, dimakan singa di arena pertandingan, namun mereka tetap tidak bergeming atau berpaling dari imannya.
Bahkan kita mendengar ada banyak orang Kristen dianiaya, baik di Rusia, Cina, maupun di tempat lainnya, dan rupanya mereka tetap percaya, bersaksi, dan melayani Tuhan. Orang Kristen di segala penjuru dunia yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, kenyataannya mereka terus hidup mempertahankan iman mereka.
Baca juga: Kronologis Kebangkitan Tuhan Yesus, Penting Disimak
Inilah bukti spiritual yang tidak bisa diabaikan, sebab memang begitu adanya. Jawaban yang tepat mengapa orang Kristen yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dari abad ke abad memiliki kesetiaan yang tinggi dan rela mati bagi Kristus adalah karena Tuhan Yesus pernah disalibkan.
Dia benar-benar mati di atas kayu salib atau Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib untuk menebus dosa umat manusia. Secara spiritual, mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus, mendapat pengampunan sejati dan hidup mereka diubahkan menjadi hidup yang baru.
Keadaan spiritual atau kerohanian seseorang yang percaya kepada Tuhan Yesus dengan militan dari zaman gereja mula-mula hingga saat ini, sebenarnya telah memberikan bukti secara terang-terangan bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.
Kesimpulan
Pernahkah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib atau benarkah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib? Paulus berkata dalam 1 Korintus 15:14-20,
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. … Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. ”
Baca juga: 7 HAL TENTANG SOSOK PENUNGGANG KUDA PUTIH DALAM KITAB WAHYU
Pernyataan Paulus adalah benar, bahwa kepercayaan kita tidak akan sia-sia. Pemberitaan Injil sejak gereja mula-mula hingga saat ini akan sia-sia, jika Tuhan Yesus tidak pernah mati di atas kayu salib.
Namun faktanya, pemberitaan Injil tetap meluas hingga saat ini, bahkan sudah sekian banyak orang menjadi bertobat dan menerima hidup kekal, karena tentu kematian Kristus riil. Benarlah, Yesus Benar-benar Mati DIsalibkan di Atas Kayu Salib.
Berdasarkan bukti Alkitab, nubuat, saksi, historis, dan spiritual, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa benar kematian Kristus itu riil, bukan rekayasa, legenda, atau cerita yang dibuat-buat.
Karena itu, jangan kita ragukan akan kematian Kristus di atas kayu salib yang telah menebus dosa kita, menyucikan, menyelamatkan, memberikan hidup baru, dan mengalahkan kuasa Iblis (Kol 1:20; 1 Ptr 1:18-19; Yes 53:4-5; Why 12:10-11).
Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.
Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.
Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.
Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!
Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!s dosa manusia


Sangat setuju, Alkitab sudah menjelaskan dan sangat jelas sehinga Alkitab tidak akan berubah sampai akhir kesudahan. Tuhan Yesus benar-benar mati di atas kayu Salib. Kepintaran manusia tidak akan membawa dirinya ke dalam kerajaan Allah jika menentang Alkitab dan ajaran Yesus Kristus. 🙏🙏