Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat, Ia Sanggup Memulihkan…

Fokus Hidup“Seperti apakah seseorang mengasihi Tuhan? Apakah mengasihi Tuhan tanpa syarat? Renungan yang berjudul ‘Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat, Ia Sanggup Memulihkan… ini, menjelaskan tentang kasih Tuhan yang besar. Bacalah renungan ini yang dapat menguatkan kerohanian Anda.”

 

Bacaan ayat: Yohanes 21:15-17
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi 
Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku 
mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (ayat 15)

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" 
Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus 
kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (ayat 16)

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" 
Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" 
Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi 
Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. (ayat 17)

 

Sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, Ia memberikan tugas mulia kepada Petrus, yaitu “Gembalakanlah domba-dombaku.” Sejarah mencatat bahwa Petrus menjadi Pemimpin Kristen pertama di Yerusalem.

Meski Petrus pernah menyangkal, namun penyangkalannya itu, tidak membuat Tuhan Yesus meragukan pribadi Petrus. Artinya, Kristus tahu bahwa Petrus mampu “menggembalakan domba-domba-Nya”.

Baca juga: Mom’s Night Out, Film Komedi Kristen

Ada kisah yang menarik antara percakapan Yesus dengan Petrus, sewaktu Yesus hendak memercayakan tugas penggembalaan kepada Petrus. Tuhan Yesus bertanya  sampai tiga kali kepada Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?

Dalam bahasa Yunani, kasih terbagi atas empat jenis, yaitu agape adalah kasih yang sempurna, phileo adalah kasih terhadap sesama, storge adalah kasih terhadap orang tua atau keluarga, dan eros adalah kasih yang mengandung unsur seks.

Kata “mengasihi” pada pertanyaan pertama yang diajukan Tuhan Yesus kepada Petrus, dalam bahasa Yunani menggunakan kata agape, “Apakah engkau agape Aku?”

Menariknya, Petrus menjawab pertanyaan Tuhan Yesus tidak menggunakan kata agape, melainkan phileo. Jawab Petrus kepada-Nya, “… aku phileo Engkau.” Pertanyaan kedua juga menggunakan kata yang sama, yakni Tuhan Yesus  menggunakan kata agape, Petrus menjawab dengan kata phileo.

Sepertinya, komunikasi Tuhan Yesus dengan Petrus tidak pas. Tuhan bertanya agape, Petrus menjawab phileo, namun sebenarnya Tuhan Yesus mengerti jawaban Petrus. Jawabannya kepada Tuhan Yesus, sebenarnya merupakan ekspresi menyadari akan keterbatasan dirinya.

Baca juga: Mendidik Anak Sejak Dini; Harus Dilakukan!

Rupanya, penyangkalan yang pernah dilakukan Petrus memberikan efek, bahwa ia menyadari keberadaannya yang tidak mampu mengasihi Tuhan dengan kasih agape. Buktinya, ketika ia dikatakan murid Yesus, Petrus takut dan menyangkal (Yoh 18:17,25-27).

“Ia menyadari bahwa sebagai manusia, dirinya tidak mampu mengasihi Tuhan dengan kasih agape. Ia hanya bisa mengasihi Tuhan Yesus dengan kasih yang terbatas, yaitu phileo.”

Akan tetapi, pertanyaan Tuhan Yesus yang ketiga kepada Petrus, khususnya “mengasihi,” berbeda dengan dua pertanyaan sebelumnya. Tuhan Yesus tidak lagi menggunakan kata agape tetapi phileo. “Simon, anak Yohanes, apakah engkau phileo Aku?”

Mendengar pertanyaan itu, Petrus menjadi sedih  hati, “Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya ….” Betapa tidak! Hal ini membuatnya menyadari bahwa Tuhan menerima ia apa adanya dan menghendakinya mengemban tugas penggembalaan.

Tetapi, setelah Petrus dipenuhi Roh Kudus, ia mengasihi Tuhan dengan segenap hati, bahkan mati bagi Kristus.

Baca juga: Berkarya di Usia Senja, Mungkinkah?

Syarat mengasihi Tuhan ialah tanpa syarat. Tuhan Yesus menerima kita apa adanya, dengan segala keterbatasan dan kemampuan kita. Yang dilihat oleh-Nya adalah kejujuran dan pengakuan dosa kita kepada-Nya. Dan, Ia akan memulihkan serta memakai hidup kita, asalkan kita tetap tinggal dalam proses-Nya.

Mengasihi Tuhan tanpa syarat, asalkan kita mau datang kepada-Nya, namun kita pun harus mengerjakan keselamatan kita, setelah kita menerima anugerah keselamatan yang cuma-cuma itu.

Tetaplah percaya, hidup kudus, dan mengaplikasikan kasih Kristus senantiasa.

DOA
Tuhan Yesus, aku bersyukur sebab Engkau mengasihi dan menerimaku apa adanya, pakailah hidupku untuk kemuliaan namaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

Lihat juga:


Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat, Ia Sanggup Memulihkan...” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik di sini untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik di sini. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik. <>

Komentar Anda:

error: