Pakaian Bekas yang Bernilai



Fokus Hidup “Renungan ini mengisahkan seorang anak miskin dan tidak memiliki masa depan yang gemilang, namun pelajaran berharga dari ayahnya mengubah nasibnya dan ia menjadi sangat terkenal di kemudian hari. Simak renungan berjudul, pakaian bekas yang bernilai ini.”

 

Bacaan ayat: Yesaya 43:4-5; 1 Petrus 1:18-19
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan 
manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. (ayat 4)

Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan 
Aku akan menghimpun engkau dari barat. (ayat 5)
(Yesaya 43:4-5)

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari 
nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (ayat 18)

melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak 
bernoda dan tak bercacat. (ayat 19)
1 Petrus 1:18-19)

 

Pelajaran berharga yang diperoleh seorang anak dari sang ayah, membekas dibenaknya. Pasalnya, hal itu mengubah masa depannya menjadi cemerlang. Anak itu berkulit hitam, lahir di daerah kumuh Brooklyn, New York. Kala itu, Amerika masih mendiskriminasi mereka yang berkulit hitam.

Hidup dalam kemiskinan dan diskriminasi ras, membuatnya merasa tidak punya masa depan yang cerah.

Saat ia berusia 13 tahun, sang ayah memberikan sepotong baju bekas dan bertanya, “Nak, menurutmu berapa harga baju bekas ini?” Ia menjawab, “kira-kira satu dolar” Lanjut ayahnya, “apakah bisa dijual dua dolar? Kalau kamu bisa, berarti kamu telah membantu aku dan ibumu,”

Anak itu pun berkata, “Saya akan mencobanya, tetapi belum tentu bisa terjual.”

Baca juga: Pengharapan Dalam Pemeliharaan

Ia lantas mencuci pakaian bekas itu hingga menjadi bersih dan menjemurnya. Besoknya, ia ke stasiun kereta bawah tanah dan menjajakan baju itu. Enam jam kemudian, baju itu terjual.

Sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menantangnya. “Coba kamu pikirkan bagaimana caranya menjual baju ini  dengan harga 20 dolar?” paparnya. “Bagaimana mungkin? Baju ini hanya bisa laku dua dolar!” ujar anak itu.

Ayahnya berkata lagi, “Mengapa kamu tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.” Ia akhirnya menemukan ide. Ia mendatangi sepupunya dan memintanya menggambar Donald Duck dan Mickey Mouse di baju itu. Lalu ia menjualnya ke sekolah anak orang kaya dan terjual 25 dolar.

Sepulangnya di rumah, ayahnya kembali memberikan sepotong pakaian bekas kepadanya. “Apakah baju ini mampu kamu jual dengan harga 200 dolar?” ujar ayahnya.

“Ia pun menerima tantangan itu tanpa ragu. Kebetulan Farah Fawcett, aktris film Charlie Angels sedang berkunjung ke New York. Ia berusaha menerobos kerumunan dan meminta Fawcett memberikan tanda tangan di baju itu.”

Drastis, ia berhasil melelang baju itu hingga 1.200 dolar.

Mendengar cerita anaknya yang berhasil menjualnya dengan harga tinggi, sang Ayah meneteskan air mata haru dan berkata, “Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar saja bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”

Hal itu mengubah pikiran anak itu, dan ia mulai belajar lebih giat dan berlatih lebih keras. 20 tahun kemudian ia menjadi sangat terkenal. Dialah Michael Jordan.


Jika pakaian bekas bisa menjadi bernilai, apalagi kita manusia, makhluk ciptaan Tuhan. Kita berharga di mataNya.

Buktinya, Ia Tuhan yang Mahatinggi bahkan rela memberikan nyawaNya bagi kita agar kita beroleh keselamatan. Namun terkadang kitalah yang membuat diri kita tidak bernilai di hadapanNya karena perbuatan dosa, tidak taat, dan kesombongan kita.

Baca juga: Pengharapan Dalam Rencana Masa Depan

Berbaliklah kepadaNya dengan segenap hati dan jadilah hamba atau anak yang bernilai di mata Tuhan. Berusahalah untuk hidup lebih baik lagi dengan panduan Alkitab.

DOA
Bapa sorgawi, ajarku untuk tetap menjadi pribadi yang bernilai di mataMu dan selalu menyenangkan hatiMu di mana pun aku berada. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

pakaian bekas yang bernilai

 

Jika Anda merasa diberkati melalui renungan berjudui “Pakaian Bekas yang Bernilai” ini, bagikan juga ke sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan. Like halaman Facebook yang ada di samping atau di bawah dalam tampilan mobile. Dan jangan lupa, tinggalkan komentar Anda di kolom komentar. 

Leave a Reply