Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

Menantikan Janji Tuhan dengan Iman Teguh

Fokus Hidup – “Seorang anak yang mengalami musibah dan ia tetap menanti janji ayahnya yang akan selalu menolongnya bila ia dalam marabahaya. Akankah ayahnya datang menolongnya? Simak renungan berjudul Menantikan Janji Tuhan dengan Iman Teguh ini.”

 

 

Bacaan ayat: Yesaya 40:31; Mazmur 91:14-16; Yohanes 14:2-3
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang 
naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan 
tidak menjadi lelah.
(Yesaya 40:31)

"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia 
mengenal nama-Ku. (ayat 14)

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan 
meluputkannya dan memuliakannya. (ayat 15)

Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari 
pada-Ku." (ayat 16)
(Mazmur 91:14-16)

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab 
Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (ayat 2)

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali 
dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada (ayat 3)
(Yohanes 14:2-3)

 

Kisah tragis yang terjadi pada tanggal 7 Desember 1998, di Armenia, meninggalkan sebuah kisah yang mengharukan mengenai janji seorang ayah. Di hari itu terjadi gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter, yang menghancurkan beberapa bangunan termasuk sebuah gedung sekolah.

Mendengar kabar itu, seorang Bapak berlari dengan kencang menuju sekolah itu, karena anaknya salah satu murid di sekolah itu. Di pikirannya teringat sebuah kalimat yang sering diucapkan kepada anaknya, “Nak, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!”

Setibanya di depan gedung sekolah yang penuh keramaian dengan suasana panik warga, yang ia lihat bangunan itu sudah runtuh dan menjadi puing-puing. Semula ia hanya terdiam dan menangis memikirkan nasib anaknya tersebut, ia tidak tahu harus berbuat apa.

Baca juga: Ketaatan Menghancurkan Tembok Penghalang Iman

Namun kemudian ia memutuskan untuk mencarinya, ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini bahwa itu adalah ruang kelas anaknya. Ia mulai mengangkat batu-batu yang bertumpuk dengan hanya menggunakan kedua tangannya.

Sambil menangis ia terus mengangkat dan menggali, dan dalam hatinya Bapak itu terus memohon untuk keselamatan anaknya. Melihat apa yang dilakukan oleh pria itu, seorang warga menegurnya, “Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati.”

Ia pun menjawab, “Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!” Akhirnya si penegur dan beberapa orang lainnya ikut membantu mengangkat puing-puing dan menggalinya.

Beberapa jam kemudian orang-orang yang membantunya merasa capek dan beristirahat menggali, tetapi Bapak ini tak kenal lelah, ia terus menggali dan menggali. Selama 18 jam ia menggali, tiba-tiba terdengar suara dari bawah papan yang roboh. Ia langsung mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, “Armando!”

Lantas terdengar suara kecil dari bawah itu, “Papa!” dan terdengarlah suara anak-anak lainnya yang juga ikut berteriak meminta tolong. Ternyata, ada 14 anak yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan gedung itu.

Setelah semua anak-anak yang selamat dikeluarkan dari reruntuhan itu, Armando berkata kepada teman-temannya yang di dengar oleh semua orang yang ada di situ, “Lihat, aku sudah bilang kan, papaku pasti akan datang menyelamatkan kita!”

 

Janji yang sering diucapkan sang ayah, diingat dan dipegang oleh Armando, bahkan ia yakin bahwa ayahnya tidak akan pernah membiarkan dan akan menolongnya ketika dalam kesulitan, dan itulah yang terbukti. Apalagi janji Bapa di Sorga, dan yang perlu kita lakukan adalah meraih dan menantikan janji Tuhan.

Baca juga: Mom’s Night Out, Film Komedi Kristen

Jika ayah yang di dunia ini saja, seperti halnya ayahnya Armando, begitu sangat menyayangi anaknya, apalagi Bapa kita yang di Sorga. Ia tidak pernah merancangkan hal yang jahat bagi kita, justru merancang kebaikan dan membawa kita menikmati janjiNya.

Patutkah kita meragukan janjiNya dan mencurigai Tuhan sebagai dalang atas semua kesusahan? Marilah kita berpegang dan terus menantikan janji Tuhan yang kekal itu. Namun janji Tuhan yang benar adalah kehidupan kekal yang Ia sediakan bagi kita.

DOA
Bapa sorgawi, beri aku iman dan kesetian untuk tetap percaya padaMu dan setia menanti janjiMu di dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

Lihat juga:

 

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Menantikan Janji Tuhan dengan Iman Teguh” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik di sini untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik di sini. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik. <>

 

Komentar Anda:

error: