Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

8 AKIBAT MENOLEH KE BELAKANG, PENTING DISIMAK

6. Menoleh ke belakang mengakibatkan keterikatan (dosa)

Pernahkah Anda melihat ada orang yang aktif beribadah bahkan melayani, tetapi kehidupan sehari-harinya masih sarat dengan perbuatan dosa? Bahkan sebagian mereka nyaman berbuat dosa. Tidak ada rasa bersalah dan tidak ada rasa diri tidak layak di hadapan Tuhan.

Semua dijalani seperti layaknya ia seorang yang kudus di hadapan Tuhan, padahal lidah dusta, menipu, merugikan orang lain, berzinah, korupsi, dan segala jenis dosa lainnya, terus dilakukan setiap hari. Mirisnya, pelayanan dijadikan sebagai kedok menutupi perbuatan dosa.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keinginan yang dimiliki oleh setiap orang. Persoalannya apakah ia mau menyangkal diri atau dikuasai oleh keinginannya yang membuahkan dosa.

Selama ada di dunia ini kita masih memiliki tubuh jasmani yang cenderung ingin berbuat dosa dan kita berjuang melawan dosa. Bukan sebaliknya kita dikuasai dosa.

Perlu kita ketahui, Tuhan Yesus mati di atas kayu salib bukan menghancurkan atau membatalkan hukuman jasmani manusia setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Tetapi ia melepaskan kita dari kutuk rohani atau perhambaan dosa dan kutuk hukum Taurat.

Ingat, Tuhan tak membatalkan hukuman fisik yang diterima Adam dan Hawa sewaktu jatuh ke dalam dosa. Hukum fisik akibat dosa salah satunya ialah laki-laki akan bersusah payah mencari nafkah. Hal ini masih berlaku bagi manusia hingga detik ini. Seseorang harus bekerja keras untuk mendapatkan hidup lebih baik.

Bagaimana dengan seorang anak yang mendapat harta warisan? Bukankah sudah menjadi kaya walau tidak bekerja? Ya, tetapi tetap saja kekayaannya akan habis bila tidak bisa me-manage keuangan dengan baik.

Bahkan ia harus cerdas, terus bekerja, dan mampu mengelola keuangan agar harta kekayannya tidak habis melainkan terus bertambah.

Orang percaya pun demikian, harus berusaha, bekerja keras, dan menekuni keahliannya. Tetapi bedanya dengan orang percaya adalah dapat melibat kan Tuhan dalam segala hal.

Begitu juga dengan wanita, tetap mengalami kesakitan ketika melahirkan. Walau operasi cesar sekalipun, tetap saja akan merasa sakit selama dalam proses penyembuhan. Inilah kutuk permanen dan hanya bisa terlepas ketika ajal menjemput atau hanya di kekekalan manusia tidak akan merasakan segala penderitaan akibat dosa selama di bumi.

Tetapi kuasa dosa akibat ketidaktaatan manusia atau dosa ketidaktaatan yang mendatangkan maut atau hukuman kekal, itulah yang ditebus Kristus. Sehingga barangsiapa percaya memperoleh hidup kekal. Kristus juga menebus manusia dari kutuk hukum Taurat (Gal. 3:10).

Tetapi seseorang yang sudah percaya Yesus, bila terus jatuh dalam dosa yang sama, maka ia adalah orang yang mengabaikan anugerah Tuhan baginya. Ia sebenarnya membiarkan dirinya terikat oleh dosa. Perbuatan dosa yang dilakukan terus menerus, menimbulkan keterikatan.

Dan bila keterikatannya semakin kuat, maka ia tidak akan terlepas darinya selain sungguh percaya kepada Tuhan Yesus dan berjuang keluar dari kebiasannya yang melakukan dosa tersebut.

“Orang yang selalu menoleh ke belakang meski sudah menjadi Kristen bertahun-tahun akan membuat dirinya selalu berada dalam keterikatan dosa.”

Kristus sudah memerdekakannya tetapi karena senang melakukan dosa, hal itu mengakibatkan keterikatan.

Untuk terlepas dari keterikatan maka “jangan menoleh ke belakang”. Tanggalkan segala perbuatan dosa dan berlari begitu rupa, sehingga Anda masuk dalam rencana Tuhan.

 

7. Menoleh ke belakang mengakibatkan kemalangan (hidup)

Kemalangan yang menimpa seseorang bukan selalu karena tidak ada kemampuan, uang, dan atau tidak ada kesempatan, melainkan karena melihat dirinya lemah, merasa tidak mampu, dan tidak ada kemauan. Kemalangan ini, bukan sebuah peristiwa akibat bencana alam, kecelakaan, atau sakit penyakit.

Kemalangan yang dimaksud di sini, adalah kemiskinan, kesusahan, dan keterpurukan. Tentu hal ini diakibatkan oleh kemalasan, tidak ada kemauan, merasa minder, merasa diri tidak mampu, dan bisa juga karena trauma.

Sebenarnya kemalangan seperti ini tidak akan menimpa orang Kristen. Tetapi faktanya demikian banyak orang Kristen juga mengalaminya. Bisa jadi ini disebabkan karena mengabaikan kesempatan. Peluang selalu ada, tetapi karena hanya melihat ketidakmampuan, tidak bisa, atau merasa tidak mampu. Akhirnya kemalangan ini mendatanginya.

“Melihat kelemahan, ketidakmampuan, atau merasa tidak bisa inilah yang menghalangi, yang disebut juga menoleh ke belakang.”

Kita boleh pernah gagal, tapi jangan biarkan menjadi sebuah trauma, sehingga kita tak bisa memandang jauh ke depan. Begitu juga dengan rasa percaya diri dan ketidakmampuan. Selagi ada kesempatan, mari tingkatkan rasa percaya diri dan terus meningkatkan kemampuan tanpa melihat trauma atau kegagalan masa lalu. Jangan biarkan kemalangan menimpa kita.

Alkitab berkata anak cucu orang benar tidak akan meminta-minta. Karena itu, perbaiki kehidupan rohani kita, agar tidak melihat kegagalan masa lalu sebagai trauma melainkan sebagai pembelajaran, mau terus belajar, dan mau melihat ke depan.

 

8. Menoleh ke belakang mengakibatkan kematian (rohani/kekal)

Hal yang terakhir yang termasuk hal penting dan harus kita ketahui adalah menoleh ke belakang dapat mengakibatkan kematian rohani.

Koq bisa? Ya. Ketika istri Lot melihat ke belakang, bukankah ia menjadi tiang garam. Seketika kematian terjadi. Ia mati seketika secara jasmani dan tentu secara rohani juga, karena tidak taat.

Menoleh ke belakang yang dimaksud di sini, juga jika kita hanya melihat dunia di belakang kita, tanpa melihat Kristus di depan kita. Jelas Alkitab berkata barangsiapa percaya akan diselamatkan.

Percaya di sini juga dapat diartikan memandang Kristus. Atau mengalihkan pandangan duniawinya di belakang dan memandang jauh ke depan dalam iman kepada Kristus dan melakukan kehendak-Nya. Sebab di depan ada kehidupan kekal dan mahkota yang disediakan.

Seorang pelayan yang menjadi partner Paulus dalam pelayanannya, kemudian tiba-tiba mundur hanya karena perkara dunia ini. Pesona dunia telah memikat sehingga ia meninggalkan hal yang mulia di depannya.

Bukankah ini suatu pilihan yang bodoh dan menuju kebinasaan? Terpikat kepada dunia membuatnya terlepas dari kasih karunia Kristus. Siapakah dia? Dialah Demas (2 Tim. 4:10).

Jangan kita mengikuti jejak istri Lot dan Demas, sebab selain kita jauh dari Tuhan, juga menuju kematian kekal. Ingatlah jangan pernah kompromi atau menoleh ke belakang. Apapun yang terjadi pilihlah yang bernilai kekekalan.

“Berlarilah dengan cepat dan berdirilah segera bila Anda tersandung. Jangan terpikat oleh perkara duniawi.”

Sebab bila menoleh ke belakang mungkin kita tidak mati seketika itu seperti halnya istri Lot, tetapi ingat kematian kekal sedang menanti kita.

Pelayanan yang luar biasa yang pernah kita lakukan untuk Tuhan, tidak bisa membatalkan panasnya api neraka yang menanti kita bila kita “menoleh ke belakang” atau hanya terfokus kepada harta duniawi, kesenangan dunia, ketakutan dan trauma masa lalu, atau hidup dikuasai keinginan daging.

Baca juga: 7 ALASAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA YANG PERLU ANDA KETAHUI

 

 

Kesimpulan:

Peristiwa sodom dan Gomora, pasti mengingatkan kita terhadap istri Lot yang menjadi tiang garam. Mathew Henry mengatakan, “tampaknya ini merupakan suatu hal yang sepele saja, namun dengan melihat hukumannya kita yakin, bahwa itu adalah dosa yang besar, sangatlah besar.”

Selanjutnya, Henry menjelaskan dosa yang besar karena menoleh ke belakang adalah dia tidak mematuhi perintah yang jelas, ketidak percayaanlah yang mendasari hal itu, dan sikapnya yang menoleh ke belakang itu menunjukkan dengan jelas kecenderungan hatinya untuk kembali.

Tuhan Yesus dalam menjelaskan kedatangan-Nya kedua kalinya, juga mengatakan “ingatlah akan isteri Lot,” (Luk 17:32).

Kisah yang terjadi kepada isteri Lot karena menoleh ke belakang, dan peringatan Alkitab untuk tidak seperti isteri lot, jelas sekali hendak memberitahukan kepada kita agar menanggalkan semua yang ada di belakang kita dan hidup takut akan Tuhan.

Apa yang ada di belakang kita, harus ditinggalkan dan mengarahkan tujuan hidup ke depan.

Kita harus menanggalkan semua yang ada dibelakang kita, baik itu dosa, kebencian, akar pahit, dendam, iri hati, dan sebagainya, agar kita dapat masuk dalam rencana Tuhan dan menikmati berkat-berkat yang telah disediakan-Nya bagi kita.

Sebaliknya bila kita masih tetap “menoleh ke belakang”. Maka akan ada efek buruk yang akan kita alami.

“Efek buruknya adalah menoleh ke belakang dapat mengakibatkan kegagalan dalam hidup, ketidaktaatan dalam iman, kebutaan rohani, kekuatiran hidup, kebodohan rohani, keterikatan dosa, kemalangan hidup, hingga kematian kekal.”

Karena itu, janganlah kerohanian kita “mandek”, mundur, atau tidak bertumbuh hanya karena persoalan “menoleh ke belakang”. Meski di belakang ada hal yang menggiurkan, tetaplah fokus kita kepada kekekalan. Tetaplah setia dan akhiri pertandingan imanmu dengan baik. Hiduplah takut akan Tuhan dan lakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

 

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel berjudul “8 AKIBAT MENOLEH KE BELAKANG, PENTING DISIMAK” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik di sini untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik di sini. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 Fakta Seputar LGBT yang perlu Anda ketahui ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!<>

 

One Comment

Tanggapan Anda:

error: