Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS BAGI UMAT MANUSIA

3. Kematian-Nya Membuktikan Betapa Seriusnya Allah Mengasihi Dunia

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yoh. 3:16-17).

 

Bagian ketiga dalam pembahasan makna kematian Kristus bagi dunia adalah kematian-Nya membuktikan bahwa betapa seriusnya Allah mengasihi dunia.

Manusia itu berharga di mata Tuhan. Allah sangat mengasihi manusia sejak manusia diciptakan-Nya. Tidak tanggung-tanggung, makhluk spesial ini dibentuk dan diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26-28). Sayangnya, manusia jatuh ke dalam dosa dan menjadi terpisah dengan Allah.

Meski manusia telah jatuh ke dalam dosa, Tuhan tidak serta merta langsung membinasakan manusia. Malah Tuhan merancangkan keselamatan dan keselamatan yang sempurna adalah darah Kristus.

Baca juga: 7 ALASAN TUHAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA

Di sinilah bukti kasih Allah bagi manusia yang berdosa, yang telah tercemar oleh dosa karena ketidaktaatan. Kasih Allah yang besar, terbukti di mana Bapa mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, yakni Yesus Kristus Tuhan. Kristus datang untuk menyelamatkan (Mat. 20:28; Luk. 19:10).

Allah mengasihi manusia tidak setengah-setengah atau tidak sepenuhnya, melainkan kasih-Nya sungguh besar dan dalam. Buktinya, Bapa rela mengorbankan Kristus Yesus Tuhan sebagai Anak-Nya yang Tunggal untuk menebus dosa manusia melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

Kematian Kristus juga jelas merupakan bukti bahwa kasih Tuhan kepada manusia begitu serius, tidak main-main, tidak terukur, dan betapa luas dan dalamnya. Kematian-Nya sebagai bukti nyata kasih Allah bagi dunia!

 

 

4. Kematian Kristus sebagai Penggenapan Nubuatan Penebusan

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya. (Kej. 3:15)

Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.

Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak. (Yes. 53:10-12)

 

Bagian keempat dalam pembahasan makna kematian Kristus bagi dunia adalah kematian-Nya sebagai penggenapan nubuatan penebusan dosa umat manusia.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan sudah merancangkan keselamatan, yakni kehidupan kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Di sini letak kasih Tuhan kepada manusia. Juga merupakan jawaban dari alasan mengapa Tuhan mengusir manusia dari Taman Eden dan menempatkan Kerub untuk menjaga akses manusia ke pohon kehidupan di Taman Eden.

Hal itu dilakukan agar manusia tidak masuk ke dalam Taman Eden dan mendapat jalan ke pohon kehidupan. Sebab apabila manusia kembali ke pohon kehidupan maka dosa menjadi kekal dan manusia tidak bisa beroleh keselamatan dan mendapatkan ganjaran hukuman kekal.

Baca juga: Tuhan Yesus Datang untuk Melayani! Teladanilah Kristus…

Misi penyelamatan Tuhan dimulai dari Taman Eden, ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Kejadian 3:15, menyiratkan bahwa Tuhan sejak awal sudah merancangkan keselamatan. Nats, “keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Yang dimaksud engkau akan meremukkan tumitnya, ialah Iblis.

Kuasa Tuhan yang ada di dalam Kristus (Keturunan Hawa secara fisik sebab menjadi manusia) dapat mengalahkan kuasa kegelapan. Iblis takluk kepada-Nya (Kristus meremukkan kepalanya). Dan segala cara dan kelicikannya, ia merencanakan untuk membunuh Yesus (meremukkan tumitnya). Peristiwa inilah yang menjadi momen Kristus menebus dosa manusia.

Iblis dengan seizin Tuhan dapat meremukkan tumit-Nya. Arti meremukkan tumit-Nya adalah menyalibkan Tuhan Yesus. Apa kaitannya penyaliban atau kematian Kristus dengan tumit? Berdasarkan penemuan arkeologi, menunjukkan bahwa penyaliban Tuhan Yesus tidak seperti apa yang digambarkan melalui film atau gambar-gambar pada umumnya.

Tangan yang dipakukan bukanlah di telapak tangan, melainkan di pergelangan tangan. Sebab jika dipaku di telapak tangan, bisa robek atau koyak karena tidak ada tulang yang dapat menahan paku dari tarikan ke bawah oleh bobot badan orang yang disalibkan. Begitu juga dengan pemakuan di kaki, yakni di tumit, bukan di bagian punggung kaki.

Bukti arkeologi ini ditemukan tahun 1968 di kuburan bagian utara Yerusalem, di mana ditemukan tulang-tulang seorang yang disalibkan bernama Yehohanan. Tulang tumit kanannya (calcaneum) masih tertancap paku yang tidak bisa dikeluarkan. Penyaliban ini diperkirakan berasal dari abad ke-2 SM hingga 70 M.

Tulang-tulang Yehohanan ini, ditemukan di dalam “ossuary” (tempat untuk menyimpan tulang-tulang orang yang sudah meninggal). Ditemukan juga potongan kayu dan bagian dari tumit kiri. Kayu-kayu ini digunakan sebagai ring atau ganjal yang ditempatkan di samping mata kaki.

Berdasarkan bukti arkeologi ini, sangatlah sinkron dengan nubuat dalam firman Tuhan yang terdapat  dalam Kitab Kej. 3:15, bahwa iblis meremukkan tumit-Nya.

 

penemuan tulang Yehohanan yang disalibkan pada abad ke-2 SM. hingga 70 M.

Tuhan Yesus mati disalibkan telah dinubuatkan untuk sebuah karya penebusan, yakni menebus dosa umat manusia. Dosa kita telah ditanggung oleh-Nya dan kita beroleh belas kasihan untuk dapat menghampiri takhta kudus-Nya.

 

 

5. Kematian Kristus sebagai Pendamaian Antara Allah dengan Manusia

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Roma 3:23-25)

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (1 Timotius 3:23-25)

 

Bagian kelima dalam pembahasan makna kematian Kristus bagi dunia adalah kematian-Nya sebagai pendamaian antara Allah dengan manusia.

Dosa telah menjadi jurang pemisah antara Allah dengan manusia (Yes. 59:2), sehingga manusia yang telah hidup diperbudak dan dikuasai dosa, akan sulit berkenan di hadapan Tuhan. Sebab pada umumnya, manusia lebih memilih hidup jauh dari Tuhan daripada hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Dalam PL, tidak banyak orang yang benar-benar hidup takut akan Tuhan. Tokoh-tokoh yang benar-benar mengasihi Tuhan dalam PL, seperti Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Daud, dsb-nya, adalah orang-orang yang serius untuk hidup menanggalkan dosa dan melakukan kehendak-Nya.

Adam pertama yang telah hilang kemuliaan Allah, tidak dapat menghantar sebagian besar keturunannya untuk terlepas dari ikatan dosa. Bahkan, Bangsa Israel, umat pilihan Allah pun pada klimaksnya hidup di bawah kutuk hukum Taurat karena ketidaktaatan. Hukum Taurat tidak dapat menjadi sarana pembenaran yang sesungguhnya.

Keterpisahan manusia dengan Allah tidak bisa diatasi selain korban salib yang dikerjakan Kristus. Ia harus mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Tidak bisa tidak! Hanya oleh pengorbanan-Nya sajalah manusia dapat diperdamaikan dengan Bapa yang di sorga. Manusia yang semakin sesat dan kehilangan arah membutuhkan Sang Pendamai.

Dan Sang Pendamai itu adalah Tuhan Yesus!

Sewaktu Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Yakni, tirai Bait Allah sebagai pemisah antara Ruang Kudus dan Ruang Maha Kudus terbelah dua dari atas ke bawah dan disertai berbagai fenomena alam (Mat. 27:51).

Baca juga: Kronologis Kebangkitan Tuhan Yesus, Penting Disimak

Ruang Maha Kudus hanya diperbolehkan Imam Besar yang boleh masuk setahun sekali. Di dalam Ruang Maha Kudus ada Tabut Allah sebagai simbol kehadiran Allah. Selain Imam Besar, siapa saja yang berada di Ruang Maha Kudus selain Imam Besar, bahkan para Imam pun akan mati.

Namun, makna tabir Bait Allah terbelah dua adalah semua orang bisa datang langsung, berdoa, memohon pengampunan, dan pengakuan dosa kepada Bapa tanpa melalui Imam Besar dan tanpa mempersembahkan korban anak domba sebagaimana diberlakukan dalam PL. Kristuslah Imam Besar Agung.

Mengapa harus salib? Mengapa Bapa memilih salib untuk menebus dosa manusia? Tidak ada hukuman yang pantas menjadi sarana menebus dosa selain salib, sebab “betapa terkutuknya orang yang disalibkan”. Hukuman penyaliban menggambarkan betapa terhina, terkutuk, dan terhilangnya manusia di hadapan Tuhan.

Dan Bapa rela mengutus Yesus untuk menyelesaikan hutang dosa manusia.

Tuhan kita Yesus Kristus telah menjadi pengantara antara Allah dengan manusia. Dialah Adam kedua yang menjadi jembatan pendamaian antara Allah dan manusia.

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Komentar Anda:

error: