Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Tuhan Yesus Datang untuk Melayani! Teladanilah Kristus…

Tuhan Yesus Datang untuk Melayani
Fokus Hidup
“Benarkah Tuhan Yesus datang melayani pada 2000 tahun lalu? Seperti apakah pelayanan yang sesungguhnya? Sudahkah kita meneladani, kasih, karakter, ketaatan, dan kesetiaan-Nya? Simak artikel yang berjudul, Tuhan Yesus Datang untuk Melayani! Teladanilah Kristus… ini.”

 

Matius 20:28; 1 Yohanes 2:1-6
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, 
hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara 
kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; (ay. 26-27).

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani 
dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (ay. 28)
(Matius 20:28)

Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, 
namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, 
yaitu Yesus Kristus, yang adil. (ay. 1)

Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, 
tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal 
Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (ay. 2-3)
 
Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, 
ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi 
barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna 
kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (ay. 4-5)

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti 
Kristus telah hidup. (ay. 6)
(1 Yohanes 2:1-6)

 

Setiap orang pasti memiliki konsep yang berbeda dengan arti melayani, ada yang beranggapan bahwa melayani hanya di gereja saja.

Ada juga yang beranggapan bahwa melayani merupakan slogan pekerjaan saja, sebagaimana dengan semboyan yang diterapkan oleh berbagai perusahaan dan di dunia bisnis, seperti “Kami siap melayani Anda dengan baik, kami ada untuk melayani Anda, dsb.”

Baca juga: Kronologis Kebangkitan Tuhan Yesus, Penting Disimak

Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa melayani adalah sebuah gaya hidup, di mana ia terus mempraktekkan prinsip melayani dalam kehidupan sehari-hari. Seperti apa melayani itu? Apakah Tuhan Yesus datang untuk melayani? Di manakah ranah pelayanan yang sesungguhnya?

Sebut saja Pak hartono. Ia seorang yang giat melayani dan terlibat dalam berbagai pelayanan di gereja, tetapi juga ia seorang bigbos atau pemimpin tunggal di sebuah perusahaan yang besar dengan ribuan karyawan. Di gereja ia dikenal sebagai seorang pelayan, sedangkan di perusahaan kadang ia tidak dikenali oleh para bawahannya, namun mereka mengagumi sikapnya.

Meski ia seorang bos besar, tetapi di gereja ia tidak pernah keberatan mengangkat sampah yang berceceran di lantai. Sekali-kali ketika ada waktu luang, ia datang ke gereja, menyapu dan mengepel gereja. Ia tidak malu melakukannya karena ia beranggapan bahwa ia melayani Raja di atas segala Raja.

Tidak hanya itu, ia juga terlibat dalam pelayanan konseling. Setiap orang yang datang dengan beban berat, baik tekanan batin maupun ekonomi, ia selalu bersedia membimbing mereka, bahkan sering mengeluarkan kocek bagi mereka yang membutuhkan. Ia juga terlibat dalam pelayanan mimbar dan dalam kepengurusan gereja.

Namun ia tidak pernah hitung-hitungan dan tulus melayani. Di kantor ia berpenampilan sederhana, dan sering “turun ke bawah” berkomunikasi dengan para karyawan yang berpapasan dengannya. Ia selalu mendengar keluhan karyawan dan membantu mereka.

Baca juga: 7 FAKTA TUHAN YESUS MATI PADA HARI JUMAT

Karena penampilannya sederhana maka tidak jarang para karyawan pun tidak mengenalinya. Dengan begitu, dia lebih mudah bergaul dan mengetahui kondisi mereka secara langsung. Lambat laun, ia mulai dikenal dengan istilah “pemimpin yang rela melayani”.

Apa tanggapan kita ketika membaca sepotong kisah di atas?

Tentu kita akan menyimpulkan bahwa seperti itulah arti melayani, tidak hanya di gereja tetapi juga seharusnya di kehidupan sehari-hari.

Tetapi, inikah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus?

Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus datang untuk melayani bukan untuk dilayani. Meski Ia adalah Tuhan pencipta dunia ini, tetapi Ia tidak datang dengan atribut ke-Tuhanan-Nya, melainkan Ia datang melayani.

Ia mengosongkan diri-Nya (Yun: Kenosis) dengan mengambil rupa sebagai Anak Manusia. Arti Mengosongkan diri di sini adalah Tuhan Yesus menanggalkan keberadaan-Nya sebagai Allah yang bertakhta di kemuliaan-Nya.

Dalam Filipi 2:5-8 disebutkan:

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Keadaan Kristus sebagai Anak Manusia bukan dalam rangka “bersandiwara” seolah-olah Dia berpura-pura untuk menderita sebagai manusia biasa. Tidak! Tuhan Yesus benar-benar menjadi manusia dan tunduk pada kehendak Bapa.

Baca juga: 7 ALASAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA YANG PERLU ANDA KETAHUI

Dapatkah Tuhan Yesus memilih untuk tidak taat kepada Bapa? Ya, Ia memiliki kehendak bebas untuk menolak apa yang sudah direncanakan Bapa, yaitu untuk menebus dosa manusia karena bangsa pilihan-Nya menolak Dia.

Sewaktu di Taman Getsemani, Ia merasakan betapa beratnya penderitaan yang akan di alami-Nya. Karena itu, Tuhan Yesus berseru kepada Bapa bahwa sekiranya penderitaan-Nya tidak terjadi atas-Nya, tetapi Ia tetap menyerahkan diri-Nya kepada kehendak Bapa (Lukas 22:41-46; Matius 26:39-44; Markus 14:34-36).

Di sini, Tuhan Yesus memilih untuk taat kepada Bapa meski penderitaan berat, bahkan meski kematian tragis dan tidak layak harus dihadapi-Nya. Ia menyerahkan diri-Nya, di bawah pimpinan Bapa dan taat dalam menjalankan misi Bapa. Tuhan Yesus datang untuk melayani, Dialah sang penebus dosa umat manusia.

Kristus yang adalah Tuhan dan Raja, rela melepaskan kemuliaan-Nya dan rela menghamba dan melayani sesama dengan mengajarkan kebenaran, memperlihatkan kasih-Nya, dan memberikan teladan yang sempurna bagaimana menjadi seorang pelayan yang layak dan dimuliakan Bapa di sorga.

Banyak bukti peristiwa pelayanan-Nya yang memperlihatkan Yesus “melayani”.

Ia membasuh kaki murid-murid-Nya, Ia menyembuhkan yang sakit, mengelilingi berbagai wilayah Israel untuk tujuan melayani, Ia melayani seorang pemuka agama, perempuan Samaria, dlsb. Bahkan Ia “… memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Klimaks dari pelayanan-Nya yang sempurna adalah bersedia memberikan diri-Nya menjadi korban Anak Domba yang tak bercacat cela. Korban yang sempurna untuk mengembalikan manusia kembali kepada “rancangan yang semula”.

Baca juga: 5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN DI ATAS KAYU SALIB

Sebagaimana Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk melayani dengan sepenuh hati mengabdikan diri-Nya kepada kehendak Bapa, sudah seharusnya kita juga melakukan seperti apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan. Dialah teladan yang sempurna dan target kita sebagai orang percaya adalah menjadi Kristen yang sejati atau menjadi serupa dengan Kristus.

Karena itu, janganlah kita menjadi pelayan yang menuntut untuk dilayani. Melayanilah dengan tulus tanpa hitung-hitungan dengan Tuhan. Pelayanan yang sesungguhnya kepada Kristus adalah seutuhnya belajar melakukan kehendak-Nya, hidup dalam kesucian, dan taat sampai kita kembali kepada-Nya.

Yang menjadi pertanyaan dan perlu kita tanyakan kepada diri kita adalah sudahkan kita meneladani Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari? Sejak dini, teladanilah Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari, hidupilah kebenaran-Nya. Pikullah salib dan setialah sampai akhir.

Kedatangan Tuhan Yesus Kristus 2000 tahun lalu, yakni untuk melayani bukan untuk dilayani. Karena itu, Teladanilah Kristus.

DOA
Bapa, ajarku untuk menjadi pelayan yang melayani bukan untuk dilayani, sama seperti Yesus yang datang untuk  melayani. Mampukan aku Bapa. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Tuhan Yesus datang untuk melayani
(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Tuhan Yesus Datang untuk Melayani! Teladanilah Kristus…” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda.

Like (Sukai) juga Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Dan bergabunglah juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI.

Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini untuk menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

 

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Komentar Anda:

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: