Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 ALASAN TUHAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA

6. Sebab tidak Ada yang Bisa Menjadi Korban Penebusan

Dosa tidak bisa diselesaikan dengan cara apapun dan dibayar dengan apapun tanpa korban penghapus dosa. Mengenai pengampunan dosa, Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel untuk mempersembahkan korban (Im. 1:1-17).

Mengapa dosa manusia harus dibayar dengan korban atau dengan darah? Sebab di dalam Alkitab disebut “darah mengadakan pendamaian dengan perantaan nyawa” (Im. 17:11). Tidak bisa tidak, harus ada penebusan yang menjadi korban atau harus ada darah yang dicurahkan agar nyawa manusia yang berharga itu tidak binasa.

Faktanya, pengampunan dosa tidak bisa diselesaikan dengan korban persembahan binatang tanpa cela seutuhnya, sebab setahun sekali umat-Nya harus mempersembahkan korban melalui Imam Besar, yang masuk ke Ruang Maha Kudus setahun sekali untuk mendamaikan antara Allah dan manusia melalui korban atau darah penebusan. Manusia diperdamaikan dengan Allah melalui perantara Imam Besar.

Baca juga: 5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN DI ATAS KAYU SALIB

Betapa susahnya seseorang dapat bertemu dengan Tuhan, karena selain harus mempersembahkan korban, juga harus melalui Imam Besar. Bahkan, manusia tidak bisa bertemu langsung dengan Tuhan, sebab ia akan mati seketika bila masuk ke ruang Kudus atau Maha Kudus di Bait Allah.

Imam Besar pun tidak sembarangan bertemu Tuhan, ia harus menyucikan dirinya dan mempersiapkan dirinya, sebab jika ia tidak kudus atau suci, atau tidak dilayakkan Tuhan, maka ia pun akan mati seketika di Ruang Maha Kudus.

Jelaslah tidak ada yang bisa atau layak menjadi korban penebusan bagi manusia. Darah binatang tidak mampu membenarkan manusia seutuhnya. Bahkan Imam Besar pun tidak bisa menjadi pengantara sempurna antara Allah dengan manusia. Ia harus menghadap Tuhan setahun sekali di Ruang Maha Kudus, mendamaikan antara Allah dengan manusia.

Jika korban binatang tidak bisa membenarkan sempurna sekali untuk selamanya, jika Imam Besar juga tidak bisa menjadi pengantara sempurna antara Allah dengan manusia, lantas siapakah yang mampu menjadi penebus sekali untuk selamanya? Tidak seorang pun, kecuali Yesus. Alasan Yesus harus mati bagi dunia, karena hanya Yesus Sang Penebus sempurna bagi manusia.

Peristiwa menakjubkan seputar kematian Yesus, salah satunya ialah tabir Bait Allah terbelah dua (Mat. 27:51). Ini menandakan bahwa tidak ada lagi yang memisahkan antara ruang pelataran luar dan ruang Kudus dengan Ruang Maha Kudus. Tidak perlu lagi Imam Besar masuk ke Bait Allah setahun sekali.

Semua orang bisa langsung datang kepada Tuhan tanpa harus mempersembahkan korban dan melalui Imam Besar, sebab Yesus telah menjadi korban Anak Domba Allah (Yes. 53:7), sekali untuk selama-lamanya melalui kematian-Nya di atas kayu salib.

Dia juga adalah Imam Besar Agung yang memperdamaikan Allah dengan manusia, sekali untuk selamanya melalui pengorbanan-Nya (Ibr. 6:20; Ibr. 8:1-7). Oleh darah Kristus, dosa merah bagai kirmizi menjadi putih seperti salju.

Artinya dosa sebesar apapun yang kita lakukan, jika kita mengaku dosa kita dengan sungguh-sungguh atau dengan hati yang hancur, saat itu kita menerima pengampunan seutuhnya dan dilayakkan menghadap takhta kudus-Nya.

Kita ditebus dengan darah yang mahal, yakni darah Kristus, darah Anak Domba yang tak bercacat cela (1 Pet.1:18-19). Tanpa pengorbanan Kristus, mustahil ada keselamatan bagi dunia.

 

7. Yesus harus Mati bagi Dunia sebab tidak Ada yang Bisa Menginsafkan Dosa Manusia

Manusia pada dasarnya telah menjadi angkuh, egois, atau sombong. Keangkuhannya itu diperoleh ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Pasca memakan buah terlarang dan menyadari ketelanjangannya, bukannya mengakui kesalahannya malah bersembunyi. Bahkan Adam mempersalahkan Hawa dan Hawa mempersalahkan ular.

Begitu gengsinya manusia sehingga mereka tidak mau mengakui kesalahan mereka bahwa mereka telah berbuat dosa atau tidak taat kepada perintah Allah. Penyebab tunggal manusia begitu angkuh, egois, atau sombong adalah dosa. Karena itu, tidak heran jika kita melihat ada orang yang sulit mengakui kesalahannya sendiri, bahkan kebanyakan ia menyalahkan yang lainnya.

Jangankan orang kaya, orang miskin pun banyak yang angkuh. Apakah ada yang bisa meruntuhkan keegoisan atau keangkuhan manusia di hadapan Tuhan? Tidak ada yang bisa, sebab malah manusia sering membenarkan dirinya sendiri. Apakah agama atau Taurat bisa meruntuhkan keangkuhan seseorang.

Baca juga: Mengasihi dengan Kasih Kristus (Efeses 5:2)

Faktanya orang yang semakin kuat pemahaman terhadap Taurat malah semakin angkuhnya dia di hadapan Tuhan dan merasa benar di hadapan Tuhan. Memang tidak semua ahli Taurat atau orang Farisi yang begitu angkuh, tetapi sebagian besar memanglah demikian. Siapakah yang mencari-cari kesalahan Yesus, bukankah mereka yang adalah ahli agama?

Contoh keangkuhan ahli agama adalah sebagaimana perumpamaan Tuhan Yesus mengenai doa seorang Farisi dan pemungut cukai (Luk. 18:9-14). Tidak ada yang bisa meruntuhkan keangkuhan diri seseorang kecuali Kristus. Semakin seseorang belajar, semakin banyak pengetahuan, ternyata semakin angkuh orang tersebut dengan kepintaran dan keberhasilannya.

Manusia yang sudah merasa berada di ujung puncak kesuksesan kebanyakan akan semakin sombong, mereka akan sulit menyadari kesombongannya. Malah sebagian beranggapan, mereka tidak membutuhkan Tuhan. Diri mereka sendirilah yang adalah tuhan mereka.

Tetapi Yesus memberikan teladan akan kerendahan hati, ketaatan, dan penundukan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan. Sebab bukan saja perkataan-Nya yang rendah, di mana Ia pernah berkata belajarlah kepada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati (Mat. 11:29), tetapi juga melalui perbuatan-Nya.

Ia adalah Allah yang suci, kudus, dan mulia, rela mengosongkan diri-Nya (Kenosis) dan mengambil rupa Anak Manusia (Fil. 2:7-8). Bahkan Ia rela lahir di kandang domba yang hina, bukan saja untuk merangkul orang-orang terhina, terbuang, terpinggirkan, dan miskin, juga memperlihatkan kerendahan hati Sang Anak Allah yang Mahatinggi.

Ia juga membuktikan ketaatan-Nya kepada Bapa, hingga menjadi korban, Ia taat sampai mati di atas kayu salib (Fil. 2:8). Tanpa ketaatan Kristus, tentu tidak ada keselamatan bagi dunia. Bisakah Dia tidak taat? Bisa, tetapi Kristus memilih taat kepada Bapa karena Ia mengasihi kita manusia yang berdosa. Bahkan Ia membuktikan penundukan diri-Nya di hadapan Bapa.

Sewaktu di Taman Getsemani, Ia berkata biarlah Kehendak Bapa yang jadi. Sewaktu di salib, Kristus merasakan begitu sangat kesakitan, tetapi Ia tetap tunduk kepada Bapa dan menggenapi rencana Bapa di dalam diri-Nya.

Keteladanan-Nya yang datang melayani bukan untuk dilayani, kerendahan hati, ketaatan, dan penundukkan diri-Nya di hadapan Bapa, bukan saja memberikan teladan kerendahan hati dan ketaatan, juga meruntuhkan keegoisan seseorang, sehingga ia mengakui dosa dan mau merendahkan diri di hadapan Tuhan melalui jamahan Roh Kudus.

Kristus harus mati bagi dunia, agar Roh Kudus di utus Bapa ke dalam dunia sehingga menginsafkan manusia akan dosa. Bahkan Roh Kudus yang adalah Allah, kini tinggal di hati setiap orang percaya. Dia-lah yang menjamah, menginsafkan, menegur, menasihati sehingga seseorang akhirnya menyadari keangkuhannya dan mengakui kesalahan-Nya, serta datang kepada Tuhan (Yoh. 16:8-11).

Roh Kuduslah yang meruntuhkan keangkuhan seseorang, sehingga orang tersebut mau merendahkan diri di hadapan Tuhan, hidup dalam ketaatan, dan memiliki penundukan diri sepenuhnya kepada Allah.

 

Penutup

Yesus harus mati di kayu salib karena memang hanya Dialah satu-satunya pintu ke Sorga, tidak ada yang lain (Yoh. 14:6). Tidak ada solusi yang lain menyangkut penebusan dosa umat manusia dan hukuman kekal, selain Yesus harus mati di atas kayu salib.

Perbuatan baik, moral, dan upaya manusia mencari keselamatan melalui penyucian diri, semedi, atau ritual lainnya, tidak akan bisa membuat seseorang mengalami pengampunan sempurna dan masuk dalam Kerajaan Sorga. Tetapi oleh kematian dan kebangkitan-Nya kita mendapat kesempatan dan anugerah yang besar yang bisa kita peroleh melalui iman kita kepada-Nya.

Artikel 7 alasan yang perlu Anda ketahui mengapa Yesus harus mati bagi dunia ini, jelas hendak memberitahukan kepada kita bahwa bukan Tuhan tidak bisa merancangkan cara keselamatan yang lain, tetapi rancangan keselamatan yang dikerjakan Kristus ini adalah yang sempurna, dan satu-satunya cara terbaik yang Tuhan lakukan.

Baca juga: Mengasihi dengan Kasih Kristus (Efeses 5:2)

Kita yang berdosa, melalui kematian-Nya, justru mendapat penghormatan dan tempat istimewa melalui Kristus, yakni di mana kita dilayakkan, dibenarkan, dan dipakai-Nya, apabila kita membuka hati bagi-Nya.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “7 ALASAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA YANG PERLU ANDA KETAHUI” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 ALASAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA YANG PERLU ANDA KETAHUI ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

One Comment

Tanggapan Anda:

error: