Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

10 AYAT ALKITAB TEROBOSAN ROHANI, PERLU DIREALISASIKAN

4. 1 Korintus 10:31, Ayat Alkitab Terobosan Rohani

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

 

Ayat Alkitab Terobosan rohani keempat, yang perlu kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah melakukan seperti untuk Tuhan.

Menjadi orang Kristen, tidak hanya sekedar statusnya saja, tetapi harus mengaplikasikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, orang Kristen harus menjadi pribadi yang mengemban tanggung jawab yang benar sesuai dengan apa kata Alkitab.

Hal ini tidak mudah dan membutuhkan perjuangan. Sebab kebiasaan-kebiasaan hidup yang terbangun dengan sendirinya selama ini, tidak mudah untuk dirubah, memerlukan pembiasaan, serius, dan membutuhkan fokus yang benar.

Namun, ini adalah standar iman yang benar, standar Alkitab, di mana seseorang harus menjadi seperti Kristus dan berjuang di dalam iman.

Salah satu tanggung jawab kita sebagai orang percaya adalah melakukan segala sesuatu dengan penuh kesungguhan dan ketekunan. Sebab apapun yang kita kerjakan, sebenarnya ini menentukan apakah kita sedang mengerjakan proyek ilahi atau tidak.

Banyak orang berpikir bahwa proyek ilahi itu terkait dengan pelayanan gerejawi. Misal, terlibat dalam proyek ilahi itu, bila seseorang menjadi pendeta, menjadi penginjil, atau menjadi pelayan Tuhan full time.

Padahal, belum tentu seorang pendeta lebih baik dari seorang jemaat. Jangan-jangan jemaat itu lebih tekun dalam mencari Tuhan dibanding pendeta itu yang hanya melakukan tugas pelayanannya berdasarkan profesi saja, padahal sebenarnya ia tidak menunaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati.

Baca juga: Lakukanlah Segala Sesuatu untuk Tuhan

Perbandingannya sederhana. Jika seseorang bekerja dengan giat dan bertanggung jawab mengerjakan yang dipercayakan kepadanya seperti untuk Tuhan, maka sebenarnya ia terlibat proyek ilahi untuk pertumbuhan imannya dan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Oleh sebab itu, bila selama ini kita terkadang tidak serius dan tidak sungguh-sungguh mengerjakan tugas dan tanggung jawab kita dalam pekerjaan atau apapun itu, mulailah kita memperbaiki kinerja kita dan lakukanlah seperti untuk Tuhan. Bila ada kesempatan untuk korupsi, janganlah lakukan itu. Bila ada kesempatan untuk mark up harga janganlah lakukan itu.

Marilah kita mengerjakan segala sesuatu dengan mengenakan sikap anak Tuhan yang elegan, yakni jujur, disiplin, dan berintegritas. Sebab, kesaksian hidup kita menjadi berdampak, ketika kita mengenakan kodrat ilahi dalam kehidupan sehari-hari.

Kita adalah surat yang terbuka dan orang di sekitar pun bisa bertobat dan mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh karena kesaksian hidup kita. Agar hidup berdampak dan menjadi kesaksian, yang utama lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan.

Nats di atas sinkron dengan Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

 

5. Matius 6:25-34, Ayat Alkitab Terobosan Rohani

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

 

Ayat Alkitab Terobosan rohani kelima, yang perlu kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah jangan cemaskan hari esok, tetapi nomor satukan Tuhan dalam hidup kita.

Manusia pada umumnya memiliki kekuatiran, kecemasan, dan ketakutan dalam menghadapi hari esok. Memang sejak manusia jatuh ke dalam dosa, ketakutan mulai bersemayam di dalam hati dan pikirannya.

Hal ini terbukti ketika manusia pertama ini “memakan buah terlarang” dan menyadari dirinya telanjang di hadapan Allah, mereka bersembunyi ketika Tuhan mencari mereka. Tentu alasan mereka bersembunyi karena takut menghadap Tuhan, sebab mereka gagal menaati perintah Tuhan, mereka lebih percaya dengan perkataan ular.

Ketakutan, kekuatiran, dan kecemasan selalu menghantui manusia. Ada yang takut gagal, takut miskin, takut kehilangan jabatan, takut sendiri, takut akan hari esok dan sebagainya. Namun, sebagai orang percaya janganlah kita takut akan persoalan hidup ini. Memang semuanya belum pasti dan tidak jelas, akan tetapi Tuhan akan memampukan kita untuk menghadapinya.

Baca juga: Cari kekuatiran 3 ALASAN KEKUATIRAN ADALAH PEMBUNUH IMAN

Bila burung di udara Tuhan pelihara, rumput di ladang Tuhan dandani, bukankah manusia lebih berharga dari burung dan rumput di ladang? Dia pasti akan memelihara sempurna hidup kita.

Bagaimana agar kita merasakan pemeliharaan hari demi hari dan dapat melewati kesusahan hidup ini dengan keteguhan hati? Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka damai sejahtera, sukacita, kekuatan iman, dan berkat rohani laainnya akan ditambahkan kepada kita.

Bahkan akan ada penyertaan Roh Kudus, hikmat-Nya, pemeliharaan Tuhan akan hidup kita, dapat kita rasakan. Tentu arti ditambahkan dalam nats ini adalah berkat rohani dan pemeliharaannya, bukanlah kelimpahan materi.

Apabila kita ingin mengalami kelimpahan materi, sederhana saja. Yakni bekerja keras, giat, tekun, dan mampu mengelola keuangan dengan baik. Sebab apa yang kita tabur akan kita tuai. Tetapi janganlah sampai kita mengabaikan perkara rohani, sebab dengan “mencari” Tuhan kita akan merasakan berkat sorgawi dan menjadi terang bagi sesama.

Resolusi atau terobosan rohani kita adalah mulai saat ini, janganlah cemaskan hari esok tetapi jadikan Tuhan nomor satu di dalam hidup kita, sehingga apa yang kita kerjakan dan lakukan, hanyalah agar nama Tuhan saja yang dipermuliakan.

 

6. Kolose 3:18-21, Ayat Alkitab Terobosan Rohani

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

 

Ayat Alkitab Terobosan rohani keenam, yang perlu kita realisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari adalah mengasihi keluarga kita dengan kasih Kristus.

Peran dalam keluarga itu sangat penting sebab selain dapat membangun keluarga yang harmonis, juga nama Tuhan dipermuliakan atasnya. Namun peran keluarga ini akan terkoordinasi dan terwujud dengan baik sesuai dengan kehendak-Nya, jika dibangun dalam kasih Kristus. Artinya kita harus mengasihi keluarga dengan kasih Kristus.

Baca juga: Menebar Kasih Agape dalam Keluarga

Sebagai istri sudah seharusnya berperan sebagai istri yang alkitabiah, yakni tunduk kepada suami dan mengasihi keluarganya dengan kasih Kristus. Begitu juga dengan suami ia harus mengasihi istrinya dan jangan berlaku kasar.

Begitu juga sebagai anak-anak. Perannya adalah taat kepada orang tua. Dalam nats lain disebutkan hormatilah ayah dan ibumu. Anak-anak yang takut akan Tuhan, ia haruslah taat kepada orang tua atau janganlah melawan orang tua.

Tanggung jawabnya sebagai seorang anak ialah taat kepada orang tua, rajin belajar, dan inisiatif dalam membantu orang tua. Bila sudah beranjak dewasa, maka sudah seharusnya ia berusaha membahagiakan kedua orang tuanya.

Di sisi lain, sebagai catatan penting bagi seorang ayah adalah janganlah sakiti hati anaknya, agar ia pun tidak menjadi tawar dalam mengasihi orang tuanya. Didiklah dengan disiplin dan kasih, terutama mendidik mereka agar takut akan Tuhan.

Bawalah keluarga kita menjadi keluarga yang mengasihi dan takut akan Tuhan. Jadikan Tuhan sebagai nakhoda dalam bahtera rumah tangga.

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Komentar Anda:

error: