Melayani Dibutuhkan Tindakan Kepedulian

Fokus Hidup – “Realisasi kasih terlihat dari tindakan kepedulian, namun sejauh mana hal ini dipraktekkan dalam pelayanan kita? Simak renungan berjudul Melayani Dibutuhkan Tindakan Kepedulian ini.”

 

 

Bacaan Nats: Markus 10:45; Yohanes 12:26
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan 
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
(Markus 10:45)

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan 
berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
(Yohanes 12:26)

 

Di zaman sekarang ini, banyak sekali para hamba Tuhan atau pendeta yang selalu mengobar-ngobarkan tentang kasih namun realitanya mereka hanya sekedar berbicara (mengkampanyekan kasih), tetapi mereka tidak hidup didalamnya.

Ketika ada orang yang mengalami kesusahan datang kepadanya, dengan jawaban yang rohani ia menjawab saya akan mendoakan Anda. Padahal, ia sanggup memberikan sesuatu dari ia yang miliki.

Tuhan Yesus sendiri mengajarkan bahwa kita untuk seharusnya mempedulikan orang lain sebagaimana Dia perduli terhadap kita. Cobalah kita berkaca pada diri kita sendiri. Siapakah kita?

Tentu kita adalah seorang yang tidak patut dikasihani. Kita adalah orang yang hina, pendosa, dan layak di hukum. Tetapi, rupanya Dia mau mengasihani kita, menerima kita, bahkan menebus dosa kita.

Baca juga: Akhir Zaman, Sangkakala Telah Berbunyi?

Patutkah kita menahan kebaikan bagi orang lain? Ketika kita tergerak memberi, apakah kita langsung memberi? Ataukah kita terlebih dahulu akan melihat latar belakang orang tersebut dan mencari tahu digunakan untuk apakah pemberian kita? Dan akhirnya kita tidak jadi memberi karena kita melihat latar belakang dan penggunaan dari pemberiaan kita kemudian.

Jika itu yang kita lakukan, berarti kita adalah orang-orang yang menahan kebaikan. Padahal, Kristus telah memberikan Kasih-Nya kepada semua orang tanpa melihat latar belakang. Meski, banyak orang tidak meresponi pengorbanan-Nya di atas kayu salib, tetapi pemeliharaan-Nya diberlakukan untuk semua orang, sebab bukankah matahari untuk semua orang?

“Berarti kasih dan pemeliharaan Tuhan berlaku juga atas semua orang. Coba bayangkan, seandainya Kristus mengasihi kita dengan melihat latar belakang dan penggunaan kasih karunia yang telah Dia berikan. Bukankah kita sering mengabaikan kasih karunia-Nya dengan terkadang kita tidak sengaja melakukan dosa?”

Berbicara tentang Pelayanan, sangatlah luas. Keluarga pekerjaan, Gereja, bahkan cara hidup yang berkenan merupakan kategori Pelayanan. Namun, spesifikasi pelayanan diantaranya adalah melayani harus disertai dengan tindakan kepedulian (belas kasihan yang diwujudnyatakan).

Tindakan sebuah kepedulian adalah lebih baik, sebab melakukan aksi atau tindakan nyata  akan lebih berdaya, dari pada hanya duduk, mendengar, melihat, merasakan namun tidak mengambil keputusan untuk menolong atau membantu.

Ada sebuah ilustrasi yang dapat membuka pemikiran kita mengenai tindakan kepedulian.

Seorang nenek tua renta dan miskin telah beberapa kali datang kepada seorang hamba Tuhan untuk meminta pertolongan. Karena jadwal pelayanan hamba Tuhan tersebut begitu padat, ia tak pernah punya waktu untuk melayani nenek tadi.

Hamba Tuhan tersebut hanya berjanji akan mendoakannya. Beberapa minggu berselang, akhirnya nenek tua dan miskin tadi menulis puisi dan memasukkannya ke kotak surat Gereja.

Isinya adalah sebagai berikut :

Aku lapar dan kau membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparanku. Aku telanjang dan kau mempertanyakan nilai moral dari penampilanku. Aku sakit dan kau berlutut kepada Tuhan untuk memohon kesembuhanku.

Aku tak punya tempat berteduh dan kau berkhotbah tentang Kasih Tuhan sebagai tempat perteduhan abadi. Aku kesepian dan kau pergi meninggalkanku sendirian untuk berdoa bagiku. Kau tampak begitu suci, begitu dekat dengan Tuhan tetapi aku tetap lapar, telanjang, kedinginan dan kesepian.


Baca juga: Anne Rice: I Am Second

Hari ini, marilah kita bangun kerohanian kita dengan disertai tindakan nyata memperlihatkan kepedulian terhadap orang lain yang dilandaskan hati Tuhan yang penuh dengan belas kasihan. Ingatlah, melayani yang berkenan kepada Tuhan adalah disertai dengan tindakan kepedulian.

“Kasih adalah hal utama dalam kita melayani Tuhan! Milikilah kasih dan kepedulian dalam melayani Tuhan dan sesama, sebab Tuhan ialah penuh belas kasihan.”

 

Jika Anda merasa diberkati melalui renungan berjudui “Melayani Dibutuhkan Tindakan Kepedulian” ini, bagikan juga ke sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan. Like halaman Facebook yang ada di samping atau di bawah dalam tampilan mobile. Dan jangan lupa, tinggalkan komentar Anda di kolom komentar. 

Leave a Reply