Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

GENERASI PENYEMBAH: 3 CARA MENJADI PENYEMBAH BAPA

I. Generasi Penyembah: Milikilah Ideologi yang Benar (Hosea 6:6)

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran (Hosea 6:6).

Dalam menjadi penyembah yang benar atau sebagaimana kita sebagai generasi penyembah yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, maka yang pertama perlu kita ketahui adalah memiliki ideologi yang benar. Ideologi ini punya peranan penting, sehingga kita semakin diarahkan menjadi penyembah sejati.

 

Pengertian Ideologi

Secara etimologis, Ideologi berasal kata idea (Inggris) yang artinya pengertian, gagasan, ide. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani λογος, logos yang artinya ilmu atau pengetahuan. Istilah ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy yang berasal dari Perancis pada tahun 1796.

(Baca juga: 3 KEHEBATAN KRISTUS DALAM KEDATANGAN-NYA KEDUA KALI)

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata “ideologi” artinya sekumpulan konsep bersistem; cara berpikir seseorang atau suatu golongan manusia; paham, teori. Jika dalam Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, ideologi artinya adicita, ajaran, aliran, fikrah, filsafat, haluan, mazhab, paham, pandangan, pemikiran.

Jadi, ideologi berarti pemahaman, pola pikir, atau suatu pandangan yang dianggap sebagai kebenaran dan dianut secara radikal oleh suatu golongan atau perseorangan.

Contoh, ada suatu ajaran yang memiliki ideologi yang radikal, diajarkan bahwa berjihad dengan membunuh orang kafir bahkan rela memberikan nyawanya sendiri (bom bunuh diri) akan mendapat pahala. Padahal, ideologi tersebut tidaklah benar, namun mereka menganggap bahwa itu adalah kebenaran yang mutlak.

Ideologi suatu golongan atau perseorangan dapat mempengaruhi sikap dan karakter, bahkan seluruh aspek kehidupannya, sehingga sesuai dengan paham atau ajaran yang dianut dan yang dipercayainya.

Berbeda dengan orang percaya, kita memang harus memiliki ideologi yang radikal tetapi bukanlah ideologi berdasarkan ajaran manusia atau filsafat, dan ajaran agamawi atau golongan (politik), melainkan memiliki ideologi yang benar yaitu ideologi yang dilandaskan dan berdasarkan Alkitab.

 

Konteks Nats

Kitab Hosea adalah Kitab Nabi-nabi Kecil dalam Perjanjian Lama. Hosea merupakan nabi yang unik. Mengapa? Bukan karena postur tubuh atau tulisannya, melainkan sikap hidupnya yang taat pada panggilan.

Sebab, Hosea adalah seorang nabi yang taat ketika disuruh Tuhan untuk menikah dengan perempuan sundal (Hosea 1:2). Terlepas dari apa tujuan Tuhan menyuruh Hosea untuk melakukan hal itu, namun Hosea dipakai Tuhan untuk menunjukkan kebobrokkan dan kebejatan Bangsa Israel di hadapan Tuhan melalui analogi (gambaran).

Dalam konteks nats ini, bangsa Israel mendapatkan penolakan dari Tuhan dikarenakan pertobatan pura-pura dan persundalan bangsa tersebut secara rohani.

Dalam Bahasa Ibrani, kata “Pengenalan akan Allah” menggunakan kata דַ֥עַת אֱלֹהִ֖ים dayath Elohiym. Kata dayath artinya knowledge: pengetahuan, discernment: kepandaian membedakan yang baik dan yang buruk, understanding: memahami, wisdom: kebijaksanaan, kearifan.

Jadi, Kata “pengenalan akan Allah” menurut Hosea, tentunya bukan hanya sekedar mengenal atau tahu akan Allah, melainkan lebih kepada mengenal sungguh-sungguh, serta mengikuti segala kehendak Tuhan atau mengaplikasikan iman (memiliki pengetahuan, kepandaian membedakan yang baik dan buruk, memahami dan memiliki kebijaksanaan atau kearifan).

Hal ini juga berlaku bagi orang Kristen. Sebagai orang percaya, kita harus mengenal dengan benar (sungguh-sungguh) siapa Allah yang kita sembah, bagaimana sifat dan karakter Allah, mengapa Allah mau mati bagi kita manusia berdosa, apa yang menjadi kehendak dan kesukaan-Nya, dan sebagainya.

Jadi, jika kita mengaku sudah mengenal dengan sungguh-sungguh, maka sudah seharusnya kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya dengan sungguh-sungguh dan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Inilah yang dimaksudkan dengan definisi pengenalan akan Allah. Penulis membahasakan kata “pengenalan” ini dengan istilah “ideologi” (mengacu dari definisi ideologi di atas).

Maksudnya, kata “pengenalan” yang dimaksud Hosea lebih mengarah kepada “ideologi yang benar”. Tuhan menghendaki kita sebagai orang percaya, memiliki pengenalan atau ideologi yang benar akan Allah.

Seseorang yang memiliki ideologi yang benar berdasarkan Alkitab, maka pastilah ia akan memiliki pengenalan yang benar akan Allah dan hidup memuliakan Tuhan setiap saat.

Sebaliknya seseorang yang tidak memiliki ideologi yang benar akan bersifat radikalisme, mementingkan diri sendiri atau ajarannya, bahkan merasa pemahamannya lebih baik atau lebih benar dari orang lain, suka menghakimi, dan tentunya berpotensi menyesatkan orang lain dengan berkedok sebagai hamba Tuhan atau anak Tuhan.

Bangsa Israel mengalami penolakan dari Tuhan, dikarenakan tidak memiliki ideologi yang benar, “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu” (Hosea 4:6).

Bertolak dari nats ini, maka betapa pentingnya memiliki ideologi yang benar bagi orang Kristen, karena dengan demikian kehidupan kita akan terarah, terdewasakan, dan yang terutama adalah kita menjadi generasi penyembah yang benar yaitu menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.

 

Cara Agar Memiliki Ideologi yang Benar

Agar kita dapat memiliki ideologi yang benar, Salomo menunjukkan cara bagi kita untuk dapat memperolehnya di dalam Amsal 2:1-5. Ayat ini menjelaskan cara memiliki ideologi yang benar, yaitu dengan meresponi Firman Tuhan, terus belajar Firman Tuhan dan menjadi pelaku, dan tetap setia dalam iman, maka kita akan memperoleh ideologi yang benar.

Seperti halnya Paulus, awalnya memiliki ideologi yang salah, dia menganggap orang Kristen mula-mula adalah sesat karena percaya Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan, sementara sebagai ahli Taurat mereka masih menantikan kedatangan Mesias sehingga ia menjadi penganiaya jemaat.

Namun, pada akhirnya ia berjumpa dengan Tuhan Yesus pada waktu Ia menuju Tarsus untuk menganiaya Jemaat dan memperoleh ideologi yang benar.

Hingga ia pun mengatakan, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Fil. 3:8).

Karena itu, marilah kita memiliki pengenalan akan Allah atau memiliki ideologi yang benar berlandaskan dan berdasarkan Alkitab, agar kita dapat dikategorikan atau masuk pada kategori sebagai “generasi penyembah yang benar.” Menjadi penyembah yang benar, yang harus dimiliki oleh seseorang ialah memiliki ideologi yang benar.

Tanpa ideologi yang benar, seseorang akan memiliki pemahaman yang salah akan Alkitab, bahkan berpotensi menyesatkan orang lain. Sejauh mana Anda memiliki pengenalan atau ideologi yang benar akan kebenaran Alkitab? Perhatikanlah kerohanian Anda!

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya

One Comment

Komentar Anda:

error: