Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN

2. Tuhan Yesus Benar-benar Mati Berdasarkan Fakta Nubuat

Fakta kedua yang tidak kalah penting bahwa Yesus Benar-benar Mati DIsalibkan di Atas Kayu Salib adalah fakta nubuat tentang Mesias atau mengenai nubuat kematian dan kebangkitan Kristus sebagai pembebas umat-Nya. Memang fakta ini terkesan berpihak kepada Alkitab sebab berbicara nubuat tentang Mesias, berarti berbicara tentang Perjanjian Lama.

Namun, kita tidak bisa mengabaikan sejarah Yahudi yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah dunia. Perjanjian Lama memang adalah bagian dari Alkitab, tetapi jangan lupa, Perjanjian Lama juga adalah bagian dari sejarah Bangsa Israel.

Baca juga: Mengasihi Tanpa Pandang Waktu (Ratapan 3:22-23)

Kita perlu memahami bahwa PL adalah konstelasi sejarah Yahudi. Murni di dalam PL yang menjadi Firman Allah (Alkitab), memuat sejarah Yahudi yang dimulai dari kejatuhan manusia, pemilihan Abraham yang adalah Bapa orang beriman, lahirnya Bangsa Israel dari keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub. Juga pemberian dan pemberlakuan Hukum Taurat.

Bangsa Israel di masa pembuangan atau di masa penghukuman Tuhan, hingga janji pemulihan yang dinantikan mengenai kedatangan Mesias. Tuhan memakai Nabi-Nabi Israel untuk menyampaikan tentang Mesias yang dijanjikan Tuhan untuk membebaskan umat-Nya.

Fakta Nubuat berdasarkan sejarah Bangsa Israel yang tertulis dalam PL, yakni akan datang Sang Mesias (Ibr: Mashiach, Ing: Messiah, Yun: Christos) atau “Yang Diurapi”.

Mesias yang dijanjikan menurut pandangan Yahudi merupakan sosok yang menjadi Juruselamat, membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan, mengumpulkan kembali bangsa Israel dari segala penjuru bumi, memimpin pada penyembahan kepada Tuhan yang benar, membawa era perdamaian, dan mendirikan kerajaan Israel Raya sesuai dengan janji Tuhan yang tercatat dalam Kej 15:18-21.

Berdasarkan konsep tersebut, orang Yahudi beranggapan bahwa Mesias yang dijanjikan itu, lebih besar dari Musa sebagai Pembebas, lebih besar dari Daud sebagai Raja, lebih besar dari Harun sebagai Imam, dan lebih besar dari Elia sebagai Nabi.

Dengan kata lain, bagi Yahudi, Mesias adalah manusia super dibanding semua manusia di bumi. Karena itu, tidak heran kalau orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias hingga menyalibkan Dia (Mat 13:57; Mrk 15:12-14).

Baca juga: Mengasihi Tanpa Pamrih (1 Yohanes 4:9-12)

Berdasarkan nubuatan dalam PL, ada begitu banyak nubuat tentang Mesias itu, diantaranya wujud-Nya “Anak Manusia”, Raja Kekal dari keturunan Daud (2 Sam 7:13,Yes 11:1-16) digenapi oleh Yesus yang adalah keturunan Daud baik dari Yusuf (Mat 1:1-17) maupun Maria (Luk 3:23-38),

Mikha menubuatkan Mesias lahir di Betlehem ( Mi. 5:1-3) digenapi Yesus (Mat 2:1), Mesias dilahirkan oleh seorang perawan (Yes 7:14; Mat 1:25), Mesias telah dinubuatkan dipanggil keluar dari Mesir (Hos 11:1) digenapi oleh Yesus (Mat 2:13).

Nubuatan terkait Kematian Kristus yang tentu menjadi bukti yang akurat, bahwa Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib untuk menebus dosa manusia, ialah dinubuatkan Mesias akan merasakan penderitaan yang berat dan seolah-olah Bapa meninggalkan-Nya (Mzm 22:2).

Hal ini tentu benar adanya dan digenapi oleh Yesus ketika di atas kayu salib, di mana Ia berseru, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” (Mat 27:46), Mesias akan dikorbankan menggantikan manusia (Yes 53), Mesias akan bangkit dari kematian (Mzm16:10).

Jelas Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan telah dinubuatkan akan kedatangan-Nya, Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib untuk menebus manusia dari kutuk Hukum Taurat (Gal 3:10-14). (Selengkapnya tentang alasan mengapa Tuhan Yesus harus mati di atas kayu salib klik disini)

Tetapi perlu kita ketahui bahwa Mesias atau Tuhan Yesus, wujud-Nya bukan hanya “Anak Manusia” juga adalah Anak Allah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia (Yoh 1:1-14). Rela menanggalkan ke-Allahan-Nya (kenosis) karena kasih-Nya (Yoh 3:16). Jadi, Allah tidak beranak dan memperanakkan, Dia adalah Allah Sang Pencipta, Mahakuasa, Mahakasih, dan Allah yang kekal.

Sebenarnya nubuat tentang Mesias sudah dimulai sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Sebagaimana Tuhan katakan akan mengadakan permusuhan antara keturunan perempuan dan keturunan ular (Kej. 3:15).

Perkataan tersebut, memiliki arti kiasan bahwa perempuan akan meremukkan kepala ular (Iblis) merupakan simbol, bahwa keturunan perempuan (Hawa) akan meremukkan (Ibr: Shuph, Ing: Bruise, Crush) kuasa Iblis, dan Iblis akan meremukkan (juga menggunakan kata Shuph) tumit keturunan perempuan itu.

Dalam penafsirannya, keturunan perempuan itu adalah Kristus, maka nubuat ini digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus. Ketika Kristus memulai pelayanan selama 3,5 tahun, jelas Alkitab menceritakan Kristus melakukan banyak mujizat, mengusir setan, dan memulihkan hidup mereka yang haus dan lapar akan kebenaran.

Tentu hal ini membuat Iblis kocar-kacir dan harus menelan pil pahit kekalahannya. Tetapi Iblis pun berhasil meremukkan tumit Kristus, dengan segala daya upaya dan pikiran piciknya meracuni pikiran pimpinan agama dengan ambisi dan pemahaman yang salah akan nubuat tentang Mesias, sehingga mereka menyalibkan Yesus.

Di sini tumit Tuhan Yesus diremukkan. Tetapi justru melalui kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, Iblis dikalahkan.

Jika kita mempelajari penyaliban Kristus atau datang langsung ke Museum Benda-Benda Alkitab, di Kelapa Gading, maka kita akan mendapatkan penjelasan di salah satu counter yang disebut counter sengsara. Counter ini memperlihatkan benda-benda seputar penyaliban Kristus.

Di sana kita akan melihat dan mendapatkan penjelasan bahwa sebenarnya Tuhan Yesus juga di paku di kaki, tepatnya di tumitnya. Hal ini berdasarkan penemuan sejarah penyaliban di zaman Tuhan Yesus melalui penemuan tulang belulang Yehohanan yang ditemukan di sebuah kotak Asuary.

Salah satu film terbaru Tuhan Yesus berjudul “Risen” dibuat berdasarkan penemuan sejarah menampilkan penyaliban Tuhan Yesus, yang dipakukan di tumit-Nya sewaktu Ia disalibkan.

Baca juga: 3 KEHEBATAN KRISTUS DALAM KEDATANGAN-NYA KEDUA KALI

Berdasarkan fakta nubuatan yang dijelaskan di atas menurut PL yang juga adalah sejarah Bangsa Israel, tidak bisa diabaikan. Sejarah Israel (tertulis dalam PL) dengan seutuhnya mengangkat fakta nubuat bahwa Mesias merupakan Juruselamat manusia, yang sebenarnya telah digenapi oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.

Fakta atau bukti Nubuat yang menjadi bagian dari sejarah Bangsa Yahudi ini, tidak bisa diabaikan, bahkan justru menjadi salah satu bukti yang akurat bahwa Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib menebus dosa manusia.

3. Tuhan Yesus Benar-benar Mati Berdasarkan Fakta Saksi

Fakta yang ketiga mengenai Yesus Benar-benar Mati DIsalibkan di Atas Kayu Salib adalah fakta saksi. Yang dimaksud dengan fakta saksi ialah bukti atau fakta yang diperoleh melalui saksi mata. Para saksi mata atau orang-orang yang melihat peristiwa penyaliban Tuhan Yesus secara langsung, merupakan bukti kuat bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib. Para saksi mata ini tertulis dalam Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Setelah Tuhan Yesus bangkit, sebagian dari mereka tidak segan-segan atau memiliki keberanian besar untuk menjelaskan kepada banyak orang bahwa Yesus benar-benar mati disalibkan menebus dosa umat manusia. Sebagian saksi mata hanya mengejek Dia pada waktu itu.

Ada begitu banyak saksi mata yang melihat Tuhan Yesus benar-benar mati dIsalibkan di atas Kayu Salib, yang bisa menjadi referensi bagi orang yang meragukan kematian Kristus. Siapakah para saksi mata itu?

Pertama, Simon Kirene. Simon dari Kirene ini, bukan saja melihat langsung betapa beratnya proses penyaliban yang dialami, tetapi ia juga merasakan betapa beratnya memikul salib. Hal ini dikarenakan ia dipaksa untuk memikul salib Kristus (Mat. 27:32; Mrk. 15:21; Luk. 23:26).

Kedua, Perempuan-perempuan Yerusalem. Perempuan-perempuan ini adalah perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Perempuan Yerusalem itu, diantaranya Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Baca juga: Mengasihi Tanpa Syarat (Yohanes 21:15-17)

Merekalah saksi mata yang melihat Kristus disalibkan (Mat. 27:55-56). Bahkan saksi kebangkitan Kristus pertama kali juga dilihat oleh sebagian perempuan Yerusalem ini, yakni Maria Magdalena dan teman-temannya (Mat. 281).

Ketiga, Kepala Pasukan. Saksi berikut yang melihat Tuhan Yesus benar-benar mati di atas kayu salib adalah kepala pasukan. Ketika Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan mati, kepala pasukan itu tersadar dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah” (Mrk. 15:39).

Keempat, Yusuf Orang Arimatea. Peristiwa penyaliban Yesus juga disaksikan oleh Yusuf Orang Arimatea, yang juga termasuk seorang anggota Majelis Besar terkemuka. Jadi Yusuf ini adalah orang pintar, disegani, dan terpandang, namun ia termasuk orang yang menantikan Kerajaan Allah.

Ketika Yesus sudah mati dan hendak dikubur, ia-lah yang menghadap Pilatus dan meminta agar jasad Tuhan Yesus dikuburkan (Mrk. 15:42-47).

Kelima, Murid-murid Yesus. Tentu penyaliban Yesus juga disaksikan oleh Murid-murid-Nya, meski tidak disebut dalam Alkitab, tetapi yang pasti mereka yang menjadi Rasul gereja mula-mula, juga hadir pada peristiwa penting dan sangat menyedihkan tersebut. Tentu di antaranya, Matius, Petrus, Yohanes, dan Yakobus. Mungkin juga Yudas menyaksikannya tetapi ia kemudian bunuh diri.

Keenam, Orang Banyak. Tentu penyaliban Tuhan Yesus disaksikan oleh orang banyak, sebab sebagian dari mereka hendak menyalibkan-Nya. Orang banyak ini, selain mereka yang percaya, juga mereka yang menyalibkan Dia, termasuk juga pemimpin Yahudi dan prajurit-prajurit (Mat. 27:39-42; Luk 23:35,48-49).

Selain itu, karena di atas kayu salib tertulis “Inilah Raja Orang Yahudi” dalam 3 bahasa, yakni Yunani, Ibrani, dan Aram, Maka banyak orang melihat peristiwa penyaliban itu, yang juga karena Yesus disalibkan dekat kota (Yoh. 19:20), dan mungkin tempat itu merupakan jalan atau lalu lintas umum.

Baca selanjutnya: Klik Pages 3 di bawah ini, atau klik Next untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya

Komentar Anda:

error: