Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

S’mua Baik; Milikilah Hati yang Rela Dibentuk Oleh-Nya…

Fokus Hidup – “Pernahkah kita mendengar lagu yang berjudul S’mua Baik? Dibalik lagu yang sangat memberkati ini ada kisah yang menginspirasi. Simak renungan ini.”

 

Bacaan: (Filipi 4:6-8,13,19)
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah 
dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan 
dengan ucapan syukur. (ayat 6)

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati 
dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (ayat 7)

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, 
semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar,
semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (ayat 8)

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (ayat 13)

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya 
dalam Kristus Yesus. (ayat 19)


Seringkah kita menyanyikan lagu rohani yang  berjudul “S’mua Baik“? Lagu ini termasuk lagu populer dan dikenal di kalangan Kristen. Ketika saya sedang diimpit persoalan dan menyanyikannya, lagu ini terasa menguatkan dan mendorong saya untuk bersyukur kepada Tuhan.

Baca juga: DOA YANG BENAR, PENTING UNTUK DIKETAHUI

Lirik chorus-nya, “S’mua baik, s’mua baik, apa yang t’lah Kau perbuat, di dalam hidupku, s’mua baik, sungguh teramat baik, Kau jadikan hidupku berarti,” menyejukkan hati setiap penyembah-Nya.

Pertama kali saya mendengar lagu ini, saya pikir pencipta lagu tersebut, hidupnya tidak berkekurangan bahkan diberkati melimpah, namun rupanya tidaklah demikian. Dibalik terciptanya lagu ini, ada kisah yang mengharukan sekaligus menginspirasi orang percaya, agar tetap setia hingga akhir.

Lagu berjudul “S’mua Baik” ini diciptakan tahun 1991 oleh Budi Haryanto dan Tommy Widodo seorang vokalis grup band Kristen, One Way. Budi menciptakan chorus dan Tommy menciptakan verse-nya.

Mereka menjalin persahabatan saat bersama-sama belajar musik di gereja dan mulai belajar melayani.

Budi adalah anak pertama dari lima bersaudara, dari sebuah keluarga yang sangat sederhana. Dia seorang yang rajin dan setia melayani Tuhan di komsel, persekutuan doa, sekolah minggu, hingga kebaktian umum. Setiap pergi melayani, ia ditemani sepedanya. Ia juga suka bermain gitar dan menciptakan lagu.

Suatu hari, Budi mendatangi Tommy di rumahnya dengan membawa chorus lagu yang dibuatnya, serta meminta Tommy untuk membuatkan bagian verse lagu tersebut. Akhirnya, jadilah lagu “S’mua Baik” secara lengkap dan dalam waktu yang singkat.

Baca juga: Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat! Buktikan Iman Saudara…

Namun, karena Tommy harus melanjutkan studi ke luar kota, sejak itu mereka pun berpisah. Jadi, lagu S’mua Baik bermula dari Budi yang terlebih dahulu membuat chorus-nya.

“Kisah kehidupan Budi yang pahit getir, tidak membuatnya kecewa dan berpaling dari imannya.”

Meskipun ia mengalami sakit jantung yang semakin parah dan harus berpisah dengan istri yang dikasihinya, karena menjalani pengobatan, namun ia tetap mengasihi Tuhan. Budi menjalani terapi di Temanggung, dan istrinya, Yani bekerja di Solo untuk membiayai keluarganya.

Bahkan di akhir hidupnya, Budi berpesan kepada istrinya untuk tetap melayani Tuhan dan Dia yang akan memelihara hidupnya. “Kalaupun saya dipanggil Tuhan, Tuhan akan pelihara hidup kamu dan Michael,” kata Budi kepada istrinya. Dua minggu setelahnya, Budi meninggal dunia, tepatnya pada tanggal 12 April 2000.

Budi meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang menderita tuna rungu, saat itu berusia empat tahun. Enam tahun setelah berpulangnya Budi ke rumah Bapa, yakni di tahun 2006, lagu ini masuk dapur rekaman dan booming, bahkan sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris.

Baca juga: Hidup yang Berserah Kepada Tuhan, Ini Gambarannya…

Bagaimanakah dengan kita? Masihkah kita berkata, apa yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam hidup kita semua baik? Tentu hal ini tidak mudah kita ucapkan, tetapi bila kita tetap berpegang kepada Tuhan, kita bisa mengakhiri pertandingan iman dengan baik.

Sama halnya dengan pencipta lagu ini, meski apa yang dia alami tak seindah bayangan kebahagian dibenak manusia pada umumnya, namun tak membuatnya goyah dalam berharap dan berpegang kepada Tuhan sampai akhir hidupnya.

Tak pelak, karya dari pencipta lagu ini, tentu begitu menusuk setiap para penyembah Tuhan atau mereka yang merindukan Tuhan, sehingga akan mengalami kekuatan iman ketika meresapi lagu ini.

Jangan kita berpikir bahwa menjadi orang Kristen itu enak hidupnya, doanya dijawab Tuhan, dan diberkati melimpah. Maka, banyak mereka yang memiliki motivasi kefanaan ini, ujungnya meninggalkan Tuhan. Justru sebaliknya, bila kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan. Kita akan mengalami pergumulan demi pergumulan yang berat. Sebab lewat pergumulan yang kita hadapilah Tuhan turut bekerja di dalamnya.

DIa membentuk kita melalui pergumulan hidup yang kita alami. Tuhan memurnikan iman kita, sehingga pikiran, karakter, dan perbuatan kita menjadi serupa dengan Kristus.

Tetapi bila kita tidak mau taat, tidak bersedia dibentuk, atau dikikis segala keburukan kita dan tidak mau berubah memiliki hati Bapa atau serupa dengan Kristus, jangan berharap Anda dan saya punya tempat yang istimewa di Sorga. Bahkan bisa jadi kita tidak memperoleh kehidupan kekal.

Sangat masuk akal bila Paulus berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

Terjemahan BIS lebih mudah kita pahami, berbunyi: “Saya membiarkan badan saya digembleng dengan keras sampai saya dapat menguasainya. Saya berbuat begitu, sebab saya tidak mau sampai terjadi bahwa setelah saya mengajak orang lain turut dalam perlombaan itu, saya sendiri ditolak.”

Baca juga: Mom’s Night Out; Milikilah Hati untuk Diubahkan Oleh-Nya… 

Tidak ada jaminan orang yang sudah dipakai Tuhan secara heran dan ajaib bisa mendapat tempat di Sorga, bila ia sendiri tidak seperti Paulus yang terus berusaha hidup berkenan di hadapan Tuhan sampai akhir hidupnya.

Oleh sebab itu belajarlah menerima kehidupan ini, bersyukurlah atas apa yang terjadi, dan kejarlah harta rohani nan abadi.

Jangan kita dikuasai keinginan daging, ambisi, atau dikendalikan oleh tawaran-tawaran dunia yang menyesatkan iman kita. Melainkan, tetaplah mengasihi Tuhan sampai garis akhir, sebab kehidupan kekal dan mahkota tersedia bagi mereka yang menang.

S’mua baik dan apapun yang terjadi tetaplah kita mengejar harta kekal abadi. Karena itu, milikilah hati yang mau atau rela dibentuk oleh Tuhan, sehingga kita menjadi serupa dengan Kristus dan menjadi berharga di mata-Nya. Alamilah Tuhan di sepanjang hidup Anda!

DOA
Bapa di Sorga, ampuni aku yang sering kali tidak menerima kenyataan pahit dan tidak bersyukur. Aku mau mengasihi-Mu senantiasa. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “S’mua Baik; Milikilah Hati yang Rela Dibentuk Oleh-Nya…” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda.

Like (Sukai) juga Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Dan bergabunglah juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI.

Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini untuk menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang dapat meneguhkan iman Saudara!

 

One Comment

Komentar Anda:

error: