Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

S’mua Baik, Kisah yang Menginspirasi

Fokus Hidup – “Pernahkah kita mendengar lagu yang berjudul S’mua Baik? Dibalik lagu yang sangat memberkati ini ada kisah yang menginspirasi. Simak renungan ini.”

 

Bacaan: (Filipi 4:6-8,13,19)
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah 
dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan 
dengan ucapan syukur. (ayat 6)

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati 
dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (ayat 7)

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, 
semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar,
semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (ayat 8)

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (ayat 13)

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya 
dalam Kristus Yesus. (ayat 19)
(Filipi 4:6-8,13,19)


Seringkah kita menyanyikan lagu rohani yang  berjudul “S’mua Baik“? Lagu ini termasuk lagu populer dan dikenal di kalangan Kristen. Ketika saya sedang diimpit persoalan dan menyanyikannya, lagu ini terasa menguatkan dan mendorong saya untuk bersyukur kepada Tuhan.

Baca juga: DOA YANG BENAR, PENTING UNTUK DIKETAHUI

Lirik chorus-nya, “S’mua baik, s’mua baik, apa yang t’lah Kau perbuat, di dalam hidupku, s’mua baik, sungguh teramat baik, Kau jadikan hidupku berarti,” menyejukkan hati setiap penyembah-Nya.

Pertama kali saya mendengar lagu ini, saya pikir pencipta lagu tersebut, hidupnya tidak berkekurangan bahkan diberkati melimpah, namun rupanya tidaklah demikian. Dibalik terciptanya lagu ini, ada kisah yang mengharukan sekaligus menginspirasi orang percaya, agar tetap setia hingga akhir.

Lagu ini diciptakan tahun 1991 oleh Budi Haryanto dan Tommy Widodo seorang vokalis grup band Kristen, One Way. Budi menciptakan chorus dan Tommy menciptakan verse-nya. Mereka menjalin persahabatan saat bersama-sama belajar musik di gereja dan mulai belajar melayani.

Budi adalah anak pertama dari lima bersaudara, dari sebuah keluarga yang sangat sederhana. Dia seorang yang rajin dan setia melayani Tuhan di komsel, persekutuan doa, sekolah minggu, hingga kebaktian umum. Setiap pergi melayani, ia ditemani sepedanya. Ia juga suka bermain gitar dan menciptakan lagu.

Suatu hari, Budi mendatangi Tommy di rumahnya dengan membawa chorus lagu yang dibuatnya, serta meminta Tommy untuk membuatkan bagian verse lagu tersebut. Akhirnya, jadilah lagu “S’mua Baik” secara lengkap dan dalam waktu yang singkat.

Baca juga: Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat, Ia Sanggup Memulihkan…

Namun, karena Tommy harus melanjutkan studi ke luar kota, sejak itu mereka pun berpisah. Jadi, lagu S’mua Baik bermula dari Budi yang terlebih dahulu membuat chorus-nya.

“Kisah kehidupan Budi yang pahit getir, tidak membuatnya kecewa dan berpaling dari imannya.”

Meskipun ia mengalami sakit jantung yang semakin parah dan harus berpisah dengan istri karena menjalani pengobatan, namun ia tetap mengasihi Tuhan. Budi menjalani terapi di Temanggung, dan istrinya, Yani bekerja di Solo untuk membiayai keluarganya.

Bahkan di akhir hidupnya, Budi berpesan kepada istrinya untuk tetap melayani Tuhan dan Dia yang akan memelihara hidupnya. “Kalaupun saya dipanggil Tuhan, Tuhan akan pelihara hidup kamu dan Michael,” kata Budi kepada istrinya. Dua minggu setelahnya, Budi meninggal dunia, tepatnya pada tanggal 12 April 2000.

Budi meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang menderita tuna rungu, saat itu berusia empat tahun. Enam tahun setelah berpulangnya Budi ke rumah Bapa, yakni di tahun 2006, lagu ini masuk dapur rekaman dan booming, bahkan sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris.

Baca juga: Hidup yang Berserah Kepada Tuhan

Bagaimanakah dengan kita? Masihkah kita berkata, apa yang Tuhan ijinkan terjadi di dalam hidup kita semua baik? Belajarlah menerima kehidupan ini dan bersyukurlah atas apa yang terjadi. Terlebih dari itu, tetaplah mengasihi Tuhan sampai garis akhir sebab kehidupan kekal dan mahkota tersedia bagi mereka yang menang.

DOA
Bapa di Sorga, ampuni aku yang sering kali tidak menerima kenyataan pahit dan tidak bersyukur. Aku mau mengasihiMu senantiasa. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “S’mua Baik, Kisah yang Menginspirasi” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik di sini untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik di sini. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik. <>

Komentar Anda:

error: