Pasang IklanSaudara ingin memasang iklan? Klik di pasang iklan..

Kasih Kepada Saudara atau Ipar dengan Seharusnya

Fokus Hidup – “Renungan ini menjelaskan tentang kasih kepada saudara atau ipar. Haruskah kita mengasihi saudara atau ipar? Mengapa? Simak renungan ini. Artikel tentang kasih sebelumnya, berjudul “Kasih kepada Anak dengan Seharusnya. Nantikan renungan selanjutnya mengenai kasih di dalam keluarga ini.

 

 

Bacaan ayat: 1 Yohanes 3:11-18
Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus 
saling mengasihi; (ayat 11)

bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. 
Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan 
adiknya benar. (ayat 12)

Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. (ayat 13)

Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu 
karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap 
di dalam maut. (ayat 14)

Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. 
Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal 
di dalam dirinya. (ayat 15)

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan 
nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk 
saudara-saudara kita. (ayat 16)

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan 
tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah 
dapat tetap di dalam dirinya? (ayat 17)

Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, 
tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. (ayat 18)

 

Penerapan kasih kepada keluarga tidak hanya untuk orang tua atau mertua dan anak saja, melainkan juga kepada saudara dan ipar. Alkitab menganjurkan setiap orang percaya untuk dapat menjadi terang atau saksi Kristus, juga dalam lingkungan keluarga.

Dalam nats ini, Yohanes sang Rasul memberikan nasihat agar orang percaya hidup saling mengasihi.

Baca juga: Kasih Kepada Pasangan Hidup yang Seharusnya

Kata, saling mengasihi (ay. 11), dalam bahasa Yunani menggunakan kata agopemen dengan kata dasar agape, artinya yaitu “Engkau yang telah dikasihi Allah, kasihilah (agape) satu sama lain.”

Jadi, alasan kita mengasihi saudara kita maupun orang lain, seharusnya didasarkan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita dengan mengutus Yesus Kristus untuk menebus dosa kita, sehingga kita memperoleh hidup kekal.

Selanjutnya, Yohanes memberikan gambaran dan perbandingan mengenai mengasihi saudara, sebagaimana Kain yang memiliki perbuatan yang jahat karena membunuh Habel. Maka, ciri orang yang tidak mau melakukan perintah untuk mengasihi saudaranya adalah ia membenci saudaranya atau iri hati.

Ketika seseorang mau mengasihi saudaranya, hal itu menunjukkan atau membuktikan bahwa ia telah berpindah dari maut kepada hidup. Kebalikannya, jika ia tidak mengasihi saudaranya berarti ia tetap berada di dalam maut.

“Bahkan jika membenci saudara maka disebut pembunuh saudara, dan seorang pembunuh tidak memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya (ay. 14-15). Di sini, Yohanes menegaskan bahwa betapa pentingnya mengasihi saudara. Maka kasih kepada saudara atau ipar kita, merupakan keharusan.”

Wujud nyata kasih terhadap saudara diperlihatkan melalui beberapa hal. Pertama, rela berkorban. “… kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” (ay. 16).

Baca juga: Kasih Kepada Orang Tua atau Mertua

Kedua, mau berbagi. Bukti seseorang memiliki kasih Allah, tentunya terlihat dari perbuatannya yang ingin berbagi dengan saudaranya yang kekurangan (ay. 17).

Ketiga, mengasihi dengan perbuatan dalam kebenaran. Mengasihi bukan dengan perkataan saja, melainkan dengan perbuatan dan dalam kebenaran (ay. 18). Kasih harus direalisasikan melalui perbuatan.

Mengasihi saudara adalah perintah Tuhan. Jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Allah, maka seharusnya kita mengasihi saudara (1 Yoh. 4:20-21), termasuk saudara ipar kita. Bukan sebaliknya, kita malah iri hati dan membencinya.

Ada juga orang yang kelihatannya begitu baik, di mata orang lain. Ia sangat ringan tangan atau suka berbagi kepada semua orang yang ditemuinya, tetapi saudara kandung atau iparnya sedang dalam kesulitan, tidak dibantu atau diperdulikannya.

Baca juga: Menebar Kasih Agape dalam Keluarga

Jika seperti itu perbuatannya, bagaimana ia disebut mengasihi Tuhan? Oleh sebab itu, marilah kita mengasihi saudara atau ipar kita dengan kasih Kristus (agape), sebagaimana Kristus terlebih dahulu mengasihi kita.

 

DOA
Bapa, ajarku untuk selalu mengasihi saudara dan ipar dengan kasih Kristus, sehingga aku berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Lihat juga:


Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Kasih Kepada Saudara atau Ipar dengan Seharusnya” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Gogle+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik di sini untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik di sini. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik. <>

Komentar Anda:

error: