Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

Merugikan Orang Lain? Hindarilah Hal ini…


Fokus Hidup – “Apa kata Alkitab dalam hal merugikan orang lain? Mengapa kita sebaiknya tidak merugikan orang lain? Simak renungan yang berjudul Merugikan Orang Lain? Hindarilah Hal ini… ini.”

Bacaan Ayat: Imamat 25:17; 1 Korintus 13:4-8
Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus 
takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu
(Imamat 25:17)

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. 
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (1 Kor 13-4)

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari 
keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak 
menyimpan kesalahan orang lain. (ayat 5)

Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi 
karena kebenaran. (ayat 6)

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, 
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
(ayat 7)

Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; 
bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (ayat 8)
(1 Korintus 13:4-8)

 

Bencana kabut asap yang terjadi beberapa tahun yang lalu di sebagian provinsi Sumatra dan Kalimantan, tentu berdampak terhadap aktivitas penerbangan, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat.

Situasi yang ada saat itu semakin kritis, sebab memakan korban jiwa akibat ISPA dan menimbulkan kerugian besar bagi bangsa dan masyarakat setempat.

Baca juga: Mengatasi Alzheimer, Penyakit yang Mematikan

Saat renungan ini ditulis, pemerintah sedang berupaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan kabut asap ini. Ada beberapa perusahaan yang diindikasikan terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan sedang diusut oleh penegak hukum.

Sangat disayangkan, jika berjalannya proses hukum dan akhirnya terbukti karena ulah tangan jahil manusia yang ternyata hanya untuk menguntungkan diri sendiri, golongan, maupun kelompoknya.

Jika benar terbukti dan melihat dampak kerugian yang disebabkan oleh perbuatan mereka, maka dapat dikatakan para pelaku tidak lagi peduli dengan lingkungan dan kehidupan orang lain.

Bahkan tidak peduli dengan keluarganya sendiri, sebab mereka juga terkena imbas bencana tersebut.

Untuk menuntaskan masalah ini agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang, maka pemerintah maupun masyarakat seharusnya saling bekerja sama dan bahu membahu melakukan pengawasan ketat di kawasan hutan Indonesia yang rawan kebakaran.

Tidak hanya terjadi di bangsa ini bahwa ada tangan-tangan yang berniat merusak atau merugikan pemerintah dan rakyatnya, seperti halnya bencana asap di atas, di dalam Alkitab, ada juga oknum atau orang-orang yang mendatangkan bencana dan kerugian terhadap bangsanya.

Beberapa oknum tersebut, yakni ada beberapa raja yang memerintah di Israel, yang menjadi penyembah berhala, bersikap kejam, dan akhirnya mendatangkan bencana bagi rakyatnya.

Bencana yang merugikan dan mengerikan kemudian dialami bangsa Israel, dimulai dari Yerobeam yang menjadi raja pertama di Israel Utara (1 Raj 12:20), sejak terpecahnya kerajaan Israel pasca kematian Raja Salomo.

Baca juga: Dibalik Karakter Hello Kitty Ada Kisah Menyeramkan?

Hanya karena kekuasaan dan keselamatan bagi dirinya, ia menciptakan tempat penyembahan berhala dan bukit pengorbanan di kota-kota Samaria (1 Raj 12:26-33, bnd 1 Raj 13:32-34).

Perbuatan mementingkan diri sendiri dari Yerobeam ini membawa bencana bagi keluarganya dan seluruh rakyat (1 Raj 14:10-15). Bahkan, penerusnya yang memerintah di Israel Utara juga melakukan kekejian sama seperti yang dilakukan oleh Yerobeam.

Karena dosa-dosa Yerobeam, mengakibatkan bangsa Israel berdosa pula dan menanggung hukuman yang berat (1 Raj 14:16, 1 Raj 15:30).

Tak bisa disangkal, perbuatan negatif seseorang, sekelompok, dan segolongan yang mementingkan kepentingannya, tentu berdampak pada merugikan orang lain. Tindakan merugikan orang lain tersebut, juga berimbas kepada kerugian bagi diri sendiri.

Propellerads

Belajar dari kesalahan raja Israel Yerobeam, yang di kemudian hari merugikan bangsanya sendiri sehingga harus menerima hukuman akibat dosanya. Kita pun sebaiknya dalam bekerja, berbisnis, berpolitik, atau hal lainnya, seharusnya menghindari perbuatan dosa di hadapan Tuhan. Sebab selain kita tidak berkenan di hadapan Tuhan, juga mendatangkan kerugian bagi kita, keluarga, dan sekitar.

Jika kita mau membuka usaha pribadi, berbisnis, atau pun terjun dalam dunia politik, gunakanlah cara-cara yang benar agar tidak merugikan orang lain dan tidak mendatangkan bencana bagi mereka.

hal-hal yang seharusnya kita perhatikan dan lakukan adalah jauhkanlah kecurangan, picik, iri hati, kebencian, dan dengki di dalam diri kita. Sebab semuanya itu tidak berkenan di hadapan Tuhan dan hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sebaliknya, jika kita selalu belajar hidup berkenan kepada Tuhan dan sungguh-sungguh mengikut Tuhan, maka kita akan terhindar dari merugikan orang lain.

Ingatlah perbuatan dan cara hidup kita yang cenderung melakukan dosa atau hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, dapat berakibat buruk dalam hidup kita dan keluarga kita. Bahkan kita beroleh kebinasaan kekal.

Sebaliknya, mari kita semakin giat bertekun dalam iman, menjunjung tinggi nilai integritas, dan menghidupi kebenaran-Nya. Maka hal ini juga akan berdampak bagi keluarga kita, di mana anak-anak kita atau orang sekitar dapat meneladani kehidupan kita yang memancarkan cahaya kasih Kristus.

Dengan demikian, tidak hanya menjadi pribadi yang tidak merugikan orang lain, kita juga benar-benar menjadi surat Kristus yang terbuka dan dibaca orang melalui kesaksian hidup kita.

Paulus berkata kepada jemaat Korintus dalam 2 Korintus 3:2-3, bahwa “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Baca juga: Hasil Dari Berbuat Kebaikan Kepada Sesama

Biarlah kehidupan kita sebagai orang percaya menjadi berkat dan orang lain pun melihat kita sebagai surat Kristus. Oleh sebab itu, perkarakan selalu hidup kita di hadapan Tuhan.

Perhatikanlah apakah hidup kita sudah berkenan di mata-Nya atau tidak dan paksalah diri kita untuk benar-benar menjadi surat Kristus melalui hidup yang takut akan Tuhan. Dengan begitu, kita juga terhindar dari merugikan orang lain!

Di dalam hidup yang singkat ini, marilah kita berfokus kepada perkara di atas dan hindarilah hal-hal yang bisa merugikan orang lain melalui perbuatan kasih Kristus yang mulia di dalam kita.

 

DOA
Bapa sorgawi, ajarku untuk tidak berlaku curang atau menjadi egois sehingga tidak merugikan orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

merugikan orang lain

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel “Merugikan Orang Lain? Hindarilah Hal ini…” ini, bagikanlah ke sosmed (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.


Kunjungi juga beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

Komentar Anda:

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: