Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 MAKNA KENAIKAN TUHAN YESUS KE SORGA

3. Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga Untuk Melanjutkan Pemerintahan-Nya dalam Kekekalan

“Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?” Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: “Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.” Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.” Dan: “Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.(Ibrani 1:1-10)

 

Makna Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga yang ketiga adalah untuk melanjutkan kuasa pemerintahan-Nya. Dialah Raja yang kekal!

Selain Tuhan Yesus adalah Tuhan, Ia juga adalah Raja yang kekal. Sejak semula Tuhan Yesus adalah Raja hingga Ia naik ke Sorga pun, Ia kembali menjadi Raja. Ia tetap adalah Raja kekal sampai selama-lamanya, Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

Sebelum Tuhan Yesus datang ke bumi menjalankan perintah Bapa, keberadaan-Nya memang sebagai Raja yang kekal yang memerintah di Sorga. Segala kuasa dan malaikat tunduk dan takluk kepada-Nya.

Baca juga: 7 MAKNA KEMATIAN KRISTUS BAGI UMAT MANUSIA

Kristuslah Sang Pencipta, juga Sang Raja yang memerintah dalam kekekalan. Alkitab jelas sekali menyatakan bahwa Kristus adalah Sang Creator atau Sang Pencipta, Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Dan juga, adalah yang memerintah atau menjalankan roda pemerintahan di Sorga yang kekal.

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.” (Kolose 1:15-17)

Kristus bertakhta di Sorga, Sebagaimana disebutkan dalam Wahyu 3:21.

Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (Why. 3:21)

 Yohanes di Pulau Patmos menggambarkan dengan jelas sosok Tuhan Yesus sebagai Raja yang bertakhta dengan penuh keagungan.

Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.” (Why. 4:1-6)

Jadi, Tuhan Yesus naik ke Sorga adalah jelas Ia kembali melanjutkan roda pemerintahan-Nya sebagai Raja yang kekal. Bahkan Tuhan Yesus berkuasa di bumi dan di Sorga. Pemerintahan-Nya yang kekal tidak akan pernah tergoyahkan, Kristus yang memerintah sampai selama-lamanya (Why. 22:3-5).

 

4. Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga Untuk Menyediakan Penolong bagi Gereja Tuhan

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” (Yohanes 4:16-19)

 

Makna Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga yang keempat adalah untuk menyediakan penolong bagi gereja Tuhan agar dipenuhi, diperlengkapi dan dipakai untuk kemuliaan-Nya.

Jauh sebelum Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, Ia telah menjanjikan Penolong yang lain, bagi orang percaya. Penolong yang lain, yang dimaksud oleh Tuhan Yesus adalah Roh Kudus. Peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya adalah penting dan yang utama.

Baca juga: Tuhan Yesus Datang untuk Melayani! Teladanilah Kristus…

Para murid merasa berat untuk melepaskan Tuhan Yesus ketika mereka tahu Ia bangkit. Mereka menanti-nantikan pemulihan bagi bangsa tercinta, bangsa Israel dan mungkin berpikir bahwa Kristus akan duduk memerintah di tengah-tengah mereka. Namun rupanya kerajaan yang akan didirikan Tuhan adalah kerajaan rohani.

Tuhan Yesus tidak melakukan kudeta dan merebut pemerintahan yang menjajah bangsa Israel, melainkan Ia ingin membangun kerohanian orang yang percaya kepada-Nya dan membawa masuk kepada kerajaan kekal-Nya. Bahkan orang percaya dapat memerintah bersama dengan Kristus, bila setia dan tekun melayani Tuhan selama hidupnya.

Dalam pemikiran para Murid bahwa mereka akan ditinggalkan sendiri setelah Tuhan Yesus naik ke Sorga. Padahal sebaliknya, Tuhan Yesus harus naik ke Sorga, agar Ia dapat mengutus Roh Kudus ke dalam dunia ini untuk melengkapi dan mendewasakan tubuh Kristus.

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.” (Yohanes 16:7-11)

Kristus harus naik ke Sorga, agar Roh Kudus dapat datang ke dalam dunia.

Roh Kudus sangat berperan penting dalam kehidupan orang percaya sebab Tuhan Yesus mengutus penolong bagi gereja Tuhan.

“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh. 14:26)

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yoh. 15:26)

Komentar Anda:

Shalom...
Mau curhat? Atau mau bertanya?
Powered by
error: