Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 JENIS BAPTISAN KRISTEN YANG PERLU DIKETAHUI …

 

6. Jenis Baptisan Keenam ialah Baptisan Roh

Yohanes pembaptis menyebutkan dalam Matius 3:11, bahwa “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (Mat. 3:11).

Di sini dijelaskan oleh Yohanes bahwa Tuhan Yesus sendiri akan membaptis dengan Roh Kudus. Tentu kata membaptis di sini adalah sebuah kiasan. Bahwa Tuhan Yesus akan mencurahkan Roh Kudus.

Dapat juga diartikan meneggelamkan, membenamkan, membersihkan, merendam dan membanjiri. Atau dari pengertian baptisan, juga dapat disimpulkan “memenuhi”. Dengan kata lain, Tuhan Yesus akan memenuhi orang percaya dengan Roh Kudus.

Baca juga: TUJUAN TUHAN YESUS NAIK KE SORGA (Luk. 24:50-53)

Memenuhi di sini, tidak terbatas kepada membaharui, menguduskan, juga memimpin orang percaya kepada kehendak-Nya dan kemulian Bapa (Rm. 8:28-30).

Kapan Roh Kudus dicurahkan atau Tuhan Yesus membaptis orang percaya dengan Roh Kudus? Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, maka Roh Kudus dicurahkan atau Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus ke dalam dunia.

”Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” (Yoh. 15:26)

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yoh. 16:7)

Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakostalah terjadi penggenapan Tuhan Yesus membaptis atau memenuhi orang percaya dengan Roh Kudus atau Roh Bapa. Setiap orang percaya juga diberikan karunia-karunia untuk membangun tubuh Kristus (1 Kor. 14:12).

Dan setiap orang yang percaya kepada Kristus dengan segenap hati di segala zaman, ia akan menerima baptisan Roh. Roh Kudus yang akan membimbing dan menuntunnya sampai kepada kesempurnaan yang dikehendaki Bapa.

 

 

7. Jenis Baptisan Ketujuh ialah Baptisan Api

Baptisan api melambangkan penderitaan. Selain membaptis dengan Roh, Yohanes pembaptis juga menyebutkan bahwa Ia akan membaptis dengan api.

 “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” (Mat. 3:10-12)

Baptisan tidak hanya air dan Roh, juga dengan api. Di mana orang percaya akan mengalami yang Namanya penderitaan sebagai proses menuju kepada kesempurnaan yakni serupa dengan Kristus. Proses yang diizinkan Tuhan ini tidak mudah, tetapi kita dapat melewatinya bila tetap taat dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Tuhan Yesus sendiri telah mengalami penderitaan dalam memikul dosa umat manusia dan  berakhir pada kemenangan. Maka Dialah yang layak membaptis kita dengan api. Yang artinya, Tuhan Yesus melalui Roh Kudus akan membentuk kita sehingga menjadi serupa dengan Dia.

Penderitaan apa yang dimaksud di sini? Ada penderitaan fisik dan ada penderitaan rohani yang harus kita lalui atau hadapi.

Baca juga: Berani Menerima Baptisan? Teguhlah dalam Iman…

Penderitaan fisik adalah berupa penganiayaan yang kita terima karena mengikut Kristus. Seperti halnya para murid Tuhan Yesus yang mengalami penganiayaan bahkan dibunuh demi Kerajaan Sorga.

Dan penderitaan rohani, berupa penyangkalan diri, tidak menicntai dunia, dan tidak menjadi serupa dengan dunia ini. Hal ini tentu merupakan penderitaan bagi tubuh daging kita yang sarat dengan dosa. Namun yang Tuhan kehendaki bagi kita adalah menjadi murid Kristus sejati.

Dalam Markus 10:38-39, yakni “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”

Ada perjuangan sengit dalam mengikut Tuhan, di mana kita harus bersedia menderita bagi Kristus. Namun penderitaan juga adalah kasih karunia.

Dalam 1 Petrus 2:19-21, juga disebutkan, “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”

Bersedialah menyangkal diri, pikul salib, dan mengikuti Dia sampai akhir nafas hidup kita. Maka Tuhan menyediakan tempat indah, yakni sorga yang mulia. Bahkan kita akan memerintah Bersama Kristus apabila setia hingg akhir dalam proses dan pembentukan Tuhan.

 

 

Penutup

Baptisan sudah lama dipraktekkan oleh orang Yahudi, jauh sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia. Baptisan yang dimaksud ini adalah baptisan proselit. Seseorang yang ingin bergabung dan menganut kepercayaan Yahudi, salah satunya adalah harus tevilah atau dibaptis.

Pada prinsipnya, baptisan menunjuk pada kehidupan seseorang yang bersedia untuk berkomitmen dalam memasuki sebuah cara hidup yang baru. Sejak seseorang dibaptis ia harus bersedia meninggalkan cara atau gaya hidupnya yang “lama” dan seharusnya mengenakan cara hidup yang baru.

Di masa Yohanes pembaptis, pengertian baptisan bergeser dari mereka yang mau menjadi proselit kepada seruan untuk bertobat. Yohanes Pembaptis mulai mengarahkan bangsa Israel pada kebenaran yang tulus dan murni. Mereka dituntut untuk sungguh-sungguh menunjukkan buah pertobatannya.

Di masa pelayanan-Nya, Tuhan Yesus juga membaptis melalui murid-murid-Nya.

Tuhan Yesus juga memerintahkan bahwa orang percaya harus dibaptis dan dimuridkan. Akan Tetapi, seiring perkembangan teologi dan perkembangan zaman, maka muncullah praktek baptisan air, yakni selam dan percik.

Selain ada baptisan air, juga ada baptisan Roh dan api. Di mana sesorang mengalami penyertaan dari Roh Kudus dan dibentuk menjadi bejana yang indah dan berkenan di hadapan Tuhan.

Klimaks dari proses Tuhan adalah kita diharapkan menjadi pribadi yang sempurna atau serupa dengan Kristus.

 

(Dilarang meng-copy dan publish ulang tulisan ini, tanpa seijin penulis)

 

Jika Anda merasa diberkati dengan Artikel berjudul, “ 7 JENIS BAPTISAN KRISTEN YANG PERLU DIKETAHUI…” ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda.

Jangan lupa, Like (Sukai) Fanspage Facebook Fokus Hidup yang ada di situs ini atau klik DI SINI untuk mendapatkan info-info terbaru dari fokushidup.com.

Mari bergabung juga dengan grup Facebook Fokus Hidup dengan cara klik DI SINI. Silahkan tinggalkan komentar Anda, bila ingin menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel 7 JENIS BAPTISAN KRISTEN YANG PERLU DIKETAHUI… ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Linkedin, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam mengajarkan kebenaran Alkitab. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati …!!!

 

Kunjungi beberapa artikel di bawah ini yang menguatkan iman Saudara!

2 Comments

Tanggapan Anda:

error: