Pasang Iklan MurahSaudara mau pasang iklan? Klik di pasang iklan murah!

7 FAKTA TENTANG YEHU CUCU NIMSI DALAM ALKITAB

 


3. Karier Yehu dari Panglima Menjadi Raja (2 Raja-Raja 9:6-15)

Fakta tentang Yehu cucu Nimsi yang ketiga ialah perjalanan kariernya dari militer menjadi panglima, ternyata juga di kemudian hari ia menjadi Raja. Ia dipilih Tuhan.

Kaget dan tak percaya! Mungkin itu reaksi Yehu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh nabi muda suruhan Elisa, yang datang mengurapinya menjadi raja. Itu sebabnya ia tidak berani mengatakan dengan sebenarnya pesan tersebut kepada teman-temannya yang bertanya kepadanya.

Baca juga: 7 PASUTRI DALAM ALKITAB; PEMBELAJARAN MEMBANGUN KELUARGA

Jawaban Yehu terhadap mereka, dianggap bukan jawaban yang benar, karena itu mereka kembali bertanya mengenai pesan itu. Ia akhirnya menyampaikan dengan jujur apa yang dikatakan oleh nabi itu. Rasa tidak percayanya itu, tatkala sirna saat melihat tanggapan positif dari para panglima lainnya, yang juga sebagai bawahannya.

Peristiwa Yehu diurapi menjadi raja Israel, terjadi setelah pasukan di bawah kepemimpinannya merebut Ramot-Gilead.

Dalam peperangan itu, Raja Yoram terluka sehingga ia menyerahkan pasukannya di bawah pimpinan Yehu, dan pulang ke Yizreel untuk mengobati luka-lukanya (2 Raj 8:28-29). Sewaktu perang usai dan mereka berkumpul, datanglah nabi muda itu.

Sosok Yehu termasuk disegani atau dihormati oleh pasukannya, karena itu mereka menyambut baik ketika Yehu mengatakan bahwa dirinya telah diurapi menjadi raja.

The wycliffe Bible Comentary Vol 1 menjelaskan, “Tampaknya Yehu sangat dihormati oleh yang lain, mungkin karena dia telah berjasa besar di dalam merampas Ramot – Gilead ketika Yoram harus mundur mengobati luka-lukanya.”

Yehu mungkin tak menduga reaksi para panglima dan pasukannya tersebut, mereka malah mendukungnya dan langsung mengadakan upacara pemahkotaan raja dengan cara membentangkan pakaian mereka dan meniup sangkakala dan berseru, “Yehu Raja!”

Hal ini menegaskan, bahwa saat itu juga Yehu adalah raja mereka, raja atas Israel. Pengangkatan raja secara instan itu, diakhiri dengan kesepakatan penggulingan kekuasaan Raja Yoram.

Meski mengejutkan baginya karena ia mendapat dukungan kuat dari pasukannya, namun di sisi lain, hal ini meneguhkan hatinya bahwa benar ia telah dipilih Tuhan untuk menjadi raja. Fakta tentang Yehu, sang panglima yang dihormati ini seketika menjadi raja.

Ungkapan “Bila Tuhan yang membuka jalan tidak ada satu pun yang mampu menutupnya,” adalah benar. Sama halnya ketika Tuhan sudah mengurapi Yehu menjadi raja, maka Ia yang akan memuluskan langkah Yehu menuju istananya tanpa hambatan, dengan catatan harus melakukan apa yang telah diperintahkan Tuhan kepadanya, yakni memusnahkan keluarga Ahab.

Begitu juga dengan kita sebagai orang percaya.

Bila Tuhan yang mengangkat kita, maka tidak ada satu pun yang mampu menggagalkan rencana-Nya, bila Tuhan hendak memberkati kita, tidak ada satu pun yang dapat menghambat berkat-Nya. Tetapi dengan catatan, haruslah melakukan kehendak-Nya atau menghidupi firman-Nya.

Karena itu, marilah mata kita selalu tertuju pada-Nya dan hiduplah dalam ketaatan melakukan kehendak-Nya.

Syarat hidup meningkat sesuai dengan standar yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita adalah memilih taat kepada-Nya.

 

 

4. Yehu adalah Orang yang Cekatan Dalam Bertindak (2 Raja-Raja 9:16-37)

Fakta tentang Yehu cucu Nimsi yang keempat ialah Yehu adalah orang yang cekatan. Ia cepat dalam bertindak, atau tidak menunda-nunda dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Salah satu kelebihan Yehu, bila dicermati adalah cekatan. Ia tidak menunda-nunda apa yang seharusnya ia lakukan. Hal ini terlihat setelah ia diakui sebagai raja oleh para panglima dan pasukannya, ia langsung bertindak.

Pertama-tama yang dilakukan adalah ia memerintahkan kepada mereka yang mengangkatnya menjadi raja, yakni untuk tidak meloloskan seorang pun di antara mereka yang hendak memberitahukan kepada Yoram perihal kejadian itu (2 Raj 9:15). Tindakan berikutnya, ia langsung bergegas menuju ke Yizreel.

Ini bukti cekatan Yehu dalam bertindak, ia tidak ingin berita dirinya telah diurapi menjadi raja sampai ke Yizreel, sehingga Yoram bersiaga menghadapi pemberontakan panglima kepercayaannya ini.

Ketika Yehu memasuki kota Yizreel, Yoram melihatnya dan mengutus utusan untuk menanyakan kabar apa gerangan yang dibawa Yehu, namun pasukannya itu menjadi pengikut Yehu. Begitu juga dengan utusan kedua, juga berpihak kepadanya.

Hal itu membuat Yoram penasaran akan kabar yang dibawa Yehu, karena utusannya tak kunjung kembali hendak memberitahukan pesan dari Yehu. Ia pun segera mendekati Yehu.

Mungkin dipikirnya Yehu membawa kabar buruk kekalahan melawan Aram, atau malah Yehu membawa kabar kemenangan merebut Ramot-Gilead, tetapi ternyata kedatangannya hendak melaksanakan hukuman Tuhan.

Di waktu yang sama Yehu juga membunuh Ahazia, raja Yehuda dan Izebel, istri Raja Ahab. Kematian Yoram dan Izebel sudah dinubuatkan dan Yehu yang dipakai oleh Tuhan untuk melaksanakan hukumannya (2 Raj 9:25-27; 36-37).

Tndakan cekatan Yehu ini, tidak memberi peluang bagi raja Yoram untuk menyusun kekuatan melawannya. Bahkan tidak ada kecurigaan sedikit pun yang timbul di hati raja itu.

Bayangkan bila Yehu menunda waktu, mungkin kabar dirinya telah diurapi sampai ke rajanya dan mungkin akan ada banyak pertumpahan darah serta perlawananan yang sengit dari Raja Yoram dan Ahazia. Tetapi buktinya, fakta tentang Yehu, ia tidak membuang-buang waktu, ia cepat bergerak menjemput kemenangan yang sudah Tuhan sediakan baginya.

Tuhan memiliki rencana yang indah bagi setiap kita, itu adalah benar! Tuhan dapat memberkati dan membuat kita berhasil di bidang yang kita kuasai, itu adalah benar! Tuhan dapat memberikan kemenangan rohani bagi kita, itu adalah benar!

Tetapi semuanya itu dapat tertunda, atau rencana-Nya tidak akan terjadi bagi kita, apabila kita tidak segera bergegas, merespons, cekatan, atau tidak segera bertindak.

Seperti seorang anak yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas namun ia tidak pernah belajar, maka ia tidak akan naik kelas. begitu juga dengan kita, kesempatan dan peluang yang Tuhan berikan dapat tertunda atau tidak terjadi bila kita tidak bergegas, mempersiapkan diri, dan tidak bertindak.

Sejak dini, janganlah menunda, segeralah bergegas memacu diri melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

Rencana Tuhan itu terwujud bila kita merespons, cekatan, atau segera bertindak. Selanjutnya, jangan menyimpang dari-Nya.

 

 

5. Yehu Sebagai Eksekutor Lingkaran Keluarga Ahab (2 Raja-Raja 10:1-17; 2 Tawarikh 22:7-9)

Fakta tentang Yehu cucu Nimsi yang kelima adalah Yehu melaksanakan perintah Tuhan, yakni mengeksekusi seluruh keluarga Ahab. Sayangnya tindakannya kebablasan.

Pasca Yehu membunuh Raja Yoram, Ahazia, Izebel, dan telah menduduki istana raja Ahab di Yizreel, ia pun mengirim surat kepada pembesar kota, para tua-tua, dan pengasuh anak-anak Ahab di Samaria.

Isi surat ini, menganjurkan mereka untuk mengangkat salah seorang anak Ahab untuk menjadi raja dan berperang melawannya, namun ditanggapi dengan penundukan terhadap dirinya.

Penggulingan terhadap dua raja sekaligus, mampu memberikan shock therapy kepada tua-tua Israel di Samaria, sehingga mereka menerima Yehu sebagai raja mereka.

Kembali Yehu mengirim surat kedua ke Samaria dengan mengajukan persyaratan kepada mereka, bahwa harus membunuh 70 orang anak laki-laki Ahab dan mengirim kepala mereka ke Yizreel sebagai bukti memihak kepadanya.

Strategi perang yang digencarkan oleh Yehu ini sungguh berhasil. Tanpa harus turun tangan langsung mengeksekusi anak-anak Ahab, ia sudah bisa menumpas mereka. Tak sampai di situ, ia juga mengeksekusi semua keluarga Ahab yang ada di istana Yizreel, bahkan ia membunuh orang-orang dekat keluarga Ahab.

Penumpasan orang-orang dekat keluarga Ahab ini merupakan suatu tindakan “kebablasan”, perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Ini bukti kekejaman Yehu! Itu sebabnya Tuhan menghukum keluarga Yehu di kemudian hari karena hutang darah di Yizreel ini (Hos 1:4).

Pemusnahan besar-besaran di Yizreel ini, bisa jadi merupakan ekspresi ketakutan Yehu. Ia mungkin takut akan muncul pemberontakan yang akan dilakukan kerabat Ahab.

Setelah menguasai kota Yizreel dan mendapat kiriman bukti kepala anak-anak Ahab, ia pun berangkat ke Samaria.

Di perjalanan ia bertemu dengan sanak saudara Ahazia dan membunuh mereka di dekat perigi Bet-Eked. Sesampainya di Samaria, ia membunuh semua keluarga Ahab yang ada di Samaria, tak tersisa.

Fakta tentang Yehu, bahwa dIalah eksekutor semua orang yang ada di keluarga Ahab.

Ia melaksanakan perintah Tuhan dengan memusnahkan keluarga Ahab, namun bertindak over dengan membunuh orang-orang dekat Ahab di Yizreel.

Baca juga: 7 FAKTA TENTANG KARAKTER SAUDARA-SAUDARA YUSUF DALAM ALKITAB

Di zaman ini, jarang kita temukan perbuatan seperti halnya Yehu yang terlihat melakukan perintah Tuhan, tetapi sebenarnya “kebablasan”. Namun spirit Yehu, sangat banyak kita temukan di sekitar kita.

Ada banyak orang yang mengatasnamakan Tuhan atau kehendak-Nya, namun sebenarnya itu dikemas hanya untuk kepentingannya sendiri atau organisasinya saja.

Pengajaran Alkitab dijual dengan kemasan yang bagus, tetapi isinya adalah menyimpang dari kebenaran Alkitab. Banyak ajaran yang muncul mengenakkan telinga jemaat saja, seperti halnya ajaran tentang melulu berkat, hyper grace, dan masih banyak ajaran lainnya yang sebenarnya telah menyimpang.

Kembalilah kepada Alkitab, jangan kita “memperkosa” ayat Alkitab hanya untuk mendukung argumen kita saja. Karena itu, kita harus terus belajar Alkitab agar memiliki pemahaman yang benar dan menjadi pelaku firman.

Memiliki pemahaman Alkitab yang benar adalah keharusan, agar kita tidak mudah disesatkan oleh ajaran menyimpang.

 

Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Komentar Anda:

error: