Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

7 ALASAN TUHAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA

3. Yesus harus Mati bagi Dunia sebab Tidak Ada yang Bisa Membatalkan Hukuman Kekal

Upah dosa adalah maut, jelas disebutkan dalam Roma 6:23. Maut berbicara tentang hukuman kekal. Setiap orang tidak bisa terhindar dari hukuman kekal, karena faktanya semua orang telah berdosa. Perbuatan baik tidak menyelamatkan, hukum Taurat tidak menyelamatkan, bahkan cara bertapa atau penyucian diri pun tidak bisa menyelamatkan.

Hukuman kekal tidak akan menimpa manusia tentu jika Allah sendiri yang membatalkan hukuman-Nya terhadap manusia yang berdosa. Persoalannya, bisakah Tuhan membatalkan hukuman-Nya bagi orang berdosa? Atau bisakah Tuhan membatalkan hukuman kekal terhadap orang yang percaya kepada-Nya tanpa harus mengutus Yesus untuk mati bagi dunia?

Tentu tidak bisa, Sebab Allah tidak bisa menyangkali Firman-Nya. Allah yang kita sembah adalah Allah yang konsisten pada perkataan dan janji-Nya. Tetapi, sebetulnya Ia telah memberikan sarana pembenaran bagi manusia, yakni hukum Taurat. Sayangnya hukum Taurat tidak bisa membenarkan manusia seutuhnya melalui korban penghapus dosa. Harus setiap tahun mempersembahkan korban.

Cara satu-satunya, Allah harus mengutus penyelamat bagi dunia. Tetapi siapakah yang bisa menjadi juruselamat? Apakah manusia? Manusia tidak ada yang layak. Malaikat? Malaikat pun tidak layak, sebab sama seperti manusia, malaikat adalah pelayan Allah.

Bedanya dengan malaikat adalah manusia memiliki kehendak bebas dan malaikat juga diciptakan juga untuk melayani manusia. Bahkan sebenarnya, status kita sewaktu diciptakan Tuhan sebelum jatuh dalam dosa adalah lebih tinggi dari malaikat.

Lantas siapa yang bisa membatalkan hukuman kekal? Tentu hanya Yesus Anak Allah yang layak dan bisa membatalkan hukuman kekal. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya, memperoleh keselamatan, sebab Dia-lah pemegang kunci sorga (Kis. 4:12).

Kehidupan seseorang yang percaya kepada-Nya, saat itu juga ia beralih dari maut kepada hidup yang kekal, karena Yesus telah mati menebus dosa umat manusia.

Baca juga: Kebangkitan Kristus Memberi Hidup

4. Yesus harus Mati bagi Dunia sebab tidak Ada yang Bisa Menggenapi hukum Taurat

Hukum Taurat bukan hanya ada 10 Hukum saja. 10 Hukum Taurat tersebut hanyalah sebagian dari perintah Tuhan. Total seluruh perintah Tuhan yang ada di dalam kitab Pentateukh, yaitu lima Kitab yang ditulis Musa, yang juga disebut Kitab Taurat, adalah 613 Mitzvot atau perintah Tuhan.

Bisa dibayangkan, aturan atau norma-norma yang ada tersebut harus ditaati sepenuhnya, tidak bisa bercacat cela. Gagal satu perintah saja dalam menjalankan hukum Taurat maka gagal seluruhnya (Yak. 2:10; Rm. 3:20). Sebegitu ketatnya aturan hukum Taurat, sehingga jelas tidak ada satu pun yang mampu melakukan bahkan menggenapi hukum Taurat.

Baca juga: Kronologis Kebangkitan Tuhan Yesus, Penting Disimak

Siapa yang bisa menggenapi hukum Taurat tanpa cela? Abraham, Yakub, ataukah Yusuf? Walau mereka tidak hidup di zaman Hukum Taurat dan mereka yang hidup di bawah Hukum Taurat adalah keturunannya, tetapi mereka juga tidak bisa menjadi teladan sempurna.

Kita perlu belajar dari mereka sebagai tokoh-tokoh iman yang luar biasa, tetapi kita tidak bisa sepenuhnya belajar akan seluruh kehidupan mereka, hanya sebagian saja. Itu pun hal-hal yang baik atau berkaitan dengan teladan iman mereka. Ada bagian hidup mereka yang tidak bisa kita teladani.

Begitu juga dengan Musa, Samuel, Daud, Daniel, dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Kita hanya bisa belajar sebagian dari kehidupan mereka yang berkaitan dengan iman mereka. Sebab semua tokoh yang hebat di dalam Alkitab adalah manusia biasa yang tidak luput dosa dan pelanggaran.

Siapakah yang bisa menggenapi Hukum Taurat? Tidak ada satu pun yang bisa menggenapi atau membatalkan hukum Taurat, kecuali Allah sendiri Sang pemberi Hukum Taurat.

Hukum Taurat bukanlah hukum yang sempurna, dan Tuhan tahu akan hal itu, maka Ia memberikan sarana pembenaran yang akan membuka jalan yang baru, yakni perjanjian-Nya yang diperbaharui melalui diri-Nya sendiri. Jadi, hanya Allah sendirilah yang bisa menggenapi atau membatalkan Hukum Taurat. Sebab itu, di zaman PL, Tuhan menubuatkan akan kedatangan Mesias.

Siapa Mesias itu? Dialah Allah sendiri yang menjadi manusia (Yoh. 1:1,14). Hanya Allah sendiri yang bisa menggenapi atau membatalkan Hukum Taurat (Mat. 5:17; Ef. 2:15), melalui pengorbanan Kristus. Hanya Yesus satu-satunya teladan tanpa cela dan tanpa dosa yang layak menggenapi hukum Taurat. Hebatnya, Hukum Taurat yang digenapi dari 613 Perintah, menjadi 2 Hukum Kasih.

Hukum kasih ini adalah hukum yang perfect yang memperbaharui Perjanjian Allah dengan manusia, barangsiapa percaya, ia diselamatkan. Kini, kita melakukan perintah Tuhan bukanlah lagi dengan kekuatan kita yang harus menaati Hukum, melainkan oleh kuasa Roh Kudus kita dimampukan untuk mengasihi Tuhan seutuhnya.

Jadi, salah satu alasan kuat mengapa Yesus harus mati, karena tidak ada yang bisa membatalkan hukum Taurat, hanya Allah sendiri di dalam Yesus Kristus.

 

 

5. Yesus harus Mati bagi Dunia sebab tidak Ada yang Bisa Menebus Kutuk Taurat

Konsep Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) itu sangat berbeda, meski PB muncul atau terlahir dari PL. Di dalam PL, orientasinya bila melakukan hukum Taurat atau taat maka beroleh berkat, bila tidak taat maka beroleh kutuk (Ul. 28:1-46).

Tetapi dalam PB, orientasi kita mengikut Tuhan atau taat bukan lagi kepada berkat, melainkan hidup sepenuhnya memuliakan Tuhan senantiasa. Ketidak taatan bangsa Israel mendatangkan kutuk, itulah yang disebut kutuk hukum Taurat. Dan kutuk hukum Taurat ini bersifat mengikat sampai keturunan ketiga dan keempat (Kel. 20:5; 34:7; Bil. 14:18; Ul. 5:9).

Apakah Tuhan kejam sampai menghukum hingga keturunan keempat? Tidak, memang Tuhan sangat benci dengan dosa atau ketidak taatan, tetapi Ia sudah memberikan peringatan yang keras terhadap umat-Nya, agar Bangsa Israel hidup berhati-hati dengan penuh ketaatan. Selain itu, Tuhan tahu bahwa didikan seorang ayah yang tidak taat kepada Tuhan akan mempengaruhi anak-anaknya.

Baca juga: 7 FAKTA TUHAN YESUS MATI PADA HARI JUMAT

Maksudnya, orang yang tidak taat, tentu didikannya terhadap anaknya juga ialah ketidak taatan kepada Tuhan atau menabur sifat dan karakter tidak taat. Mengapa Tuhan memerintahkan Bangsa Israel untuk membunuh orang Kanaan atau penduduk setempat hingga anak-anak mereka?

Bukan karena Tuhan kejam, tetapi Tuhan melihat kepercayaan orang Kanaan dan sekitarnya, akan mudah mempengaruhi agama atau kepercayaan mereka terhadap Tuhan Allah. Faktanya, benar begitu adanya. Dalam sejarah raja-raja bangsa Israel, banyak raja-raja yang malah menjadi penyembah berhala.

Ketidaktaatan bukan saja menghancurkan masa depan, juga mendatangkan kutuk Hukum Taurat yang begitu mengerikan (Ul. 28:15-46). Sebenarnya, Tuhan memberikan Hukum Taurat kepada Bangsa Israel dengan tujuan mulia. Yakni, agar bangsa pilihan tersebut menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain, menjadi terang, dan banyak bangsa-bangsa yang diberkati melalui ketaatan mereka.

Dengan kata lain, Bangsa Israel adalah sentral atau pusat kehadiran Allah di dunia ini. Tetapi dosa ketidaktaatan akibat kompromi kepada kepercayaan asing atau penyembahan berhala, begitu mengikat umat pilihan-Nya, sehingga mereka tidak mampu taat sepenuhnya terhadap perintah Tuhan atau Hukum Taurat. Hanya sedikit orang yang hidup takut akan Tuhan di zaman PL.

Fakta membuktikan bangsa Israel gagal melakukan hukum Taurat. Pelanggaran terhadap hukum tertulis tersebut adalah kutuk hukum Taurat. Siapa yang bisa seutuhnya melakukan hukum Taurat? Tidak ada seorang pun.

Bangsa Israel gagal taat terhadap Hukum Taurat, akibatnya mereka mengalami kutuk Hukum Taurat. Bukan saja tidak taat, sifat kompromi mereka terhadap kepercayaan sekitar membuat mereka semakin jauh dari Tuhan.

Tidak ada satu pun tokoh agama Israel yang bisa melepaskan mereka dari kutuk Hukum Taurat. Tidak ada yang bisa dipakai Tuhan untuk mematahkan kutuk Taurat. Bahkan, para Nabi Tuhan pun dibunuh oleh mereka.

Tetapi Tuhan yang kita sembah yang penuh kasih, melihat tidak bisa menyelesaikan perkara yang memedihkan hati-Nya, jika Ia tidak merelakan Kristus Anak Allah untuk datang menebus umat-Nya dari kutuk Hukum Taurat. Kabar baiknya, Kristus rela mati di atas kayu salib untuk menebus umat-Nya dari kutuk hukum Taurat (Gal. 3:13).

Penderitaan-Nya telah dinubuatkan dan digenapi, karena memang tidak ada jalan lain menyelesaikan kutuk hukum Taurat, selain Kristus harus menanggung kutuk melalui penderitaan-Nya. Seharusnya kita yang menerima hukuman dari ketidak taatan, tetapi Yesus yang menanggung atau menjadi “terkutuk” karena kita.

Jelas alasan terkuat mengapa Yesus harus mati, karena tidak ada satu orang pun yang bisa menebus manusia dari kutuk Hukum Taurat, hanya Allah sendiri di dalam kristus.

Baca selanjutnya: Klik Next di bawah ini, atau klik Di Sini untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya

Komentar Anda:

error: