Hubungi Kami"... jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, ..." (Rm. 14:8)

12 TOKOH KELAHIRAN KRISTUS, DI ANTARANYA ADA RAJA KEJAM…

3. Maria, Ibu Yesus (Lukas 1:26-38)

Tokoh ketiga dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah Maria Ibu Yesus, yang taat pada kehendak Tuhan.

Peristiwa kelahiran Kristus tidak terlepas dari pemeran utama, Ibu Yesus. Dialah Maria, seorang wanita Yahudi yang hidup saleh dan mengasihi Tuhan.

Maria adalah seorang perempuan sederhana yang tinggal di kota Nazaret, Galilea. Ia seorang perawan dan bertunangan dengan Yusuf keturunan Daud (Mat. 1:6-16).

Di masa pertunangannya, di mana dirinya masih perawan dan belum pernah bersetubuh dengan Yusuf tunangannya, ia mengalami kehamilan. Janin di dalam rahimnya ini bukan hasil persetubuhan biologis, melainkan dari Roh Kudus (Mat. 1:20-23).

Sungguh adalah kasih karunia yang besar dari Tuhan diterima oleh Maria, sebab ia bisa menjadi alat dan hamba Tuhan, yang melahirkan seorang Juruselamat bagi dunia.

Baca juga: Dari Betlehem ke Golgota, Jadilah Murid Kristus Sejati…

Malaikat Gabriel datang dan memberitahukan kepadanya bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Sang Juruselamat. Walau berita itu mengejutkan dirinya, namun Maria meresponinya dengan penuh ketaatan dan penundukan diri kepada kehendak Tuhan.

Ketaatannya tergambarkan melalui perkataannya, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu, (Luk. 1:38).

Hamil di luar nikah adalah aib besar yang sangat memalukan. Namun malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung Juruselamat dunia dari Roh Kudus. Bukan dari manusia atau lahir dari hubungan suami-istri, tetapi Dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia. Dan juga Tuhan memakai Yusuf tunangannya itu, untuk melindungi Maria.

Ketaatan adalah hal yang penting dan berperan penting dalam perjalanan iman setiap orang percaya. Oleh sebab, belajar dari Maria, marilah kita memiliki ketaatan penuh pada kehendak Tuhan.

 

 

4. Yusuf Tunangan Maria (Matius 1:18-25)

Tokoh keempat dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah Yusuf tunangan Maria, yang kemudian menjadi suaminya.

Pemeran utama selain Maria dalam peristiwa kelahiran Kristus atau dalam peristiwa natal di Alkitab, tentu adalah Yusuf.

Yusuf merupakan keturunan Daud, yang berasal dari Betlehem namun tinggal di kota Nazaret. Pekerjaannya ialah seorang tukang kayu. Tampaknya ia sudah meninggal ketika Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya di depan publik, sebab namanya tidak pernah lagi disebutkan setelah kelahiran Yesus.

Baca juga: Natal sebuah Pemberian atau Perayaan? Ini Sikap Seharusnya…

Bukan hal yang mudah bagi seorang pria normal, termasuk Yusuf menerima pasangannya bila mengetahui tunangannya yang tidak pernah bersetubuh dengannya sedang hamil. Namun Yusuf adalah orang yang tulus hati, sehingga ia tidak ingin mencemarkan Maria dan bermaksud menceraikannya diam-diam. Pada masa itu pertunangan sudah dianggap seperti suami istri, tetapi belum hidup sebagai suami istri.

Namun niatnya itu terbendung karena malaikat Tuhan telah menampakkan diri kepadanya agar ia jangan ragu menerima Maria sebagai istrinya, sebab kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.

Ketaatannya terhadap kehendak Tuhan terbukti. Ia mengambil Maria yang sedang mengandung sebagai istrinya. Dalam suka dan duka, ia melewati bahtera rumah tangga bersama Maria dalam membesarkan Tuhan Yesus.

 

 

5. Kaisar Octavianus Agustus (Luk. 2:1-7)

Tokoh kelima dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah peran kaisar Romawi, kaisar Octavianus Agustus atau kaisar Agustus.

Kaisar Agustus merupakan kaisar Romawi pertama dan salah satu kaisar Romawi terbesar. Sebutan nama Agustus adalah gelar kehormatan “yang mulia” yang diberikan kepadanya, sedangkan nama aslinya adalah Gaius Octavius atau sering disebut Octavian. Kaisar Agustus adalah kaisar Romawi yang memerintah pada masa Kristus lahir. Ia lahir pada tahun 63 SM dan memerintah sebagai kaisar romawi dari 27 SM – 14 M.

Bangsa Israel pada masa itu, berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, di bawah pemerintahan kaisar Agustus.

Ia mengeluarkan perintah atau titah yang berlaku di seluruh wilayah kekuasaannya, termasuk Orang Yahudi, agar mengadakan sensus penduduk dan semua orang harus mendaftarkan diri. Sensus penduduk ini adalah untuk keperluan administratif dan pajak.

Baca juga: 7 MAKNA NATAL ATAU KELAHIRAN KRISTUS DALAM ALKITAB

Semua orang termasuk Yusuf pun kembali ke kampung halamannya untuk mendaftarkan diri. Demikianlah Yusuf bersama Maria yang telah hamil besar, berangkat dari Nazareth dan pergi ke kampungnya di Betlehem untuk mendaftarkan diri.

Namun ketika mereka berada di Betlehem, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin. Sayangnya, tidak ada lagi tempat atau penginapan bagi mereka karena semua orang pulang kampung untuk mendaftarkan diri. Maria pun melahirkan di kandang domba yang hina, dan bayi Yesus dibaringkan di dalam palungan.

Kaisar Agustus termasuk tokoh dalam kelahiran Kristus sebab perintah yang dikeluarkannya ini, bukanlah suatu kebetulan, melainkan menggenapi firman Tuhan bahwa Mesias atau Yesus akan lahir di kota Betlehem (Mi. 5:1).

 

 

6. Para Malaikat yang Memuji Allah (Lukas 2:9-15)

Tokoh keenam dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah peran malaikat sebagai pembawa berita dan bersuka menyambut kelahiran Sang Raja.

Dalam peristiwa kelahiran Kristus, juga tidak terlepas dari peran para malaikat. Peran mereka ini sangat penting, sebab merekalah yang mengabarkan kabar sukacita ini dan memuji Tuhan menyambut kelahiran-Nya.

Para malaikat adalah utusan atau suruhan Allah yang bertugas untuk membawa pesan-pesan atau berita kepada umat-Nya, seperti halnya terlihat dalam peristiwa kelahiran Kristus ini.

Adapun peran malaikat dalam menyampaikan pesan pada peristiwa seputar natal, yakni malaikat Gabriel memberitahukan kepada Zakharia mengenai kelahiran Yohanes Pembaptis, memberitahukan kelahiran Yesus kepada Maria, dan malaikat juga berperan dalam menyampaikan berita kepada Yusuf.

Namun, pembahasan dalam bagian ini ialah adanya peran para malaikat dalam memberitakan Kabar Baik dan bersorak-sorai menyambut kelahiran Yesus di padang Efrata.

Baca juga: NATAL MENUNTUN KITA KEPADA-NYA

Kabar yang disampaikan seorang malaikat kepada gembala-gembala adalah memberitahukan kelahiran Juruselamat kepada mereka.

Rupanya, malaikat pembawa kabar itu tidak seorang diri, melainkan ada sejumlah bala tentara Sorga (para malaikat). Kemudian mereka bersorak-sorai memuji Allah di padang Efrata tersebut,

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Para malaikat bala tentara sorga memuji Allah dalam menyambut kelahiran Yesus, sebab mereka tahu akan ada keselamatan besar bagi dunia yang dikerjakan Kristus, melalui percaya dan menjadi seperti Yesus.

Sudah sepatutnya kita juga merayakan natal untuk memperingati kelahiran Kristus dan memuji Dia karena kasih dan kebesaran-Nya.

 

 

7. Para Gembala di Padang (Lukas 2:8-20)

Tokoh ketujuh dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus pada pembahasan artikel ini ialah para gembala di padang yang mendapat kabar dari malaikat dan menyaksikan langsung bayi Yesus.

Pemeran utama dalam peristiwa natal atau kelahiran Kristus di Alkitab lainnya adalah para gembala.

Indahnya natal, juga dilengkapi oleh kehadiran para gembala. Rasanya kurang lengkap kita mengisahkan natal bila tanpa menyinggung kisah para gembala ini.

Para gembala sedang menggembalakan kambing domba mereka di padang Efrata, dan ketika itu, muncullah seorang malaikat Tuhan dan menampakkan diri kepada mereka. Malaikat itu memberitahukan kepada mereka perihal kelahiran Juruselamat.

Reaksi para gembala saat itu, tentu sangat ketakutan ketika melihat seorang malaikat Tuhan mendatangi dan berbicara kepada mereka. Namun malaikat itu berkata jangan takut dan menyampaikan kabar sukacita tentang kelahiran Juruselamat dunia. Malaikat itu juga memberitahukan bahwa Juruselamat itu lahir di dalam palungan.

Malaikat yang mereka lihat itu tidak hanya seorang diri saja, ternyata ada bala tentara sorga. Dan mereka menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka, bahwa sejumlah besar bala tantara sorga memuji Tuhan.

Baca juga: Fenomena Bintang Betlehem, Jadilah Alat Tuhan…

Setelahnya, para gembala itu pun segera berangkat ke Betlehem dan bertemu dengan bayi Yesus di palungan bersama orang tua-Nya. Dan mereka menceritakan apa yang mereka dengar dari malaikat, sehingga semua orang yang mendengarnya menjadi heran. Para gembala itu pun pulang dengan sukacita.

Tak pelak, kabar kelahiran Kristus ini menyasar para gembala, yang adalah orang-orang sederhana. Mereka biasanya bukanlah para pemilik kambing domba, tetapi orang-orang upahan yang bekerja untuk menggembalakan kambing domba tersebut. Namun justru istimewanya, mereka pertama kali mendapat kesempatan melihat Sang Juruselamat lahir.

Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan yang Tuhan Yesus kerjakan 2000 tahun yang lalu, juga untuk orang-orang terhina dan terpinggirkan dari status sosial. Siapapun dia dan status sosialnya, bila sungguh-sungguh percaya, pasti beroleh keselamatan kekal.

 

 Baca selanjutnya: Klik NEXT di bawah ini, atau klik DI SINI untuk melanjutkan ke isi artikel berikutnya.

Komentar Anda:

error: