TETAP KONSISTEN DALAM IMAN (I Petrus 2:9-10)

 

Fokus Hidup – “Artikel Tetap Konsisten Dalam Iman ini, merupakan catatan atau ringkasan khotbah yang bisa digunakan oleh para pengkhotbah pemula atau mereka yang belajar berkhotbah.”

 

Pendahuluan

Ditulis oleh Petrus pada tahun 62 M atau 64 M., pada masa pemerintahan kaisar lalim, yaitu Nero (54-68 M).

  • Surat ini ditujukan untuk jemaat Kristen yang ada di wilayah Asia kecil utara (1: 1), di bawah kekaisaran Romawi.
  • Maksud utama: untuk menguatkan iman para pembacanya yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan karena iman kepada Kristus (1: 6)

Petrus menghendaki agar jemaat tetap konsisten dalam iman

 

Isi Ringkas Nats:

Dalam nats ini: kita umat pilihan Allah, imamat rajani. Berbicara tentang status atau luas kita:

  • BIS: Tetapi kalian adalah bangsa yang terpilih, imam-imam yang melayani raja, bangsa yang kudus, khusus untuk Allah, umat Allah sendiri. Allah memilih kalian dan memanggil kalian keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Nya yang gemilang, dengan maksud supaya kalian menyebarkan berita tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang luar biasa (ay. 9).
  • Status orang percaya: umat kepunyaan Allah, yakni bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, dan bangsa yang kudus dengan memiliki tugas yang mulia, yakni menjadi saksi.
  • Untuk supaya menjadi umat kepunyaan Allah maka yang diharuskan adalah “tetap konsisten dalam iman”, artinya tidak goyah, tidak mundur, atau tidak menyerah, melainkan semakin kuat dan kokoh dalam iman.
  • Contoh tidak konsisten: Saul memberanikan diri mempersembahkan korban dan konsekwensi kerajaan tidak akan tetap (1 Samuel 13:5-14)

Pengertian Tetap Konsisten dalam Iman:

  • KBBI: Arti Konsisten: 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek (tetap, teratur, tidak berubah); 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya — dng ucapan
  • Jadi, maksud tetap konsisten dalam iman: kita memiliki iman yang tetap, taat kepada Tuhan, dan kehidupan kita selaras atau sesuai dengan Alkitab.

 

Kalimat Kunci:

Sebagai orang percaya, kita seharusnya memiliki iman yang konsisten, yaitu iman yang tidak berubah, penuh ketaatan, dan perkataan sesuai atau selaras dengan perbuatan.

Kalimat Pertanyaan:

Mengapa kita seharusnya tetap konsisten dalam iman? Atau apa sajakah alasan kita harus tetap konsisten dalam iman?

Kalimat Peralihan:

Jika kita membaca Alkitab, paling tidak kita menemukan 3 cara agar kita dapat tinggal tetap di dalam Kristus.

Bagian-bagian Pokok:

  • Karena Kasih-Nya Besar bagi kita (Yoh. 3:16)
  • Karena Kuasa-Nya Dahsyat bagi kita (Mrk. 16:17-18)
  • 3Karena Kehendak-Nya Mulia bagi kita (Yer. 29:11)

 

 

Penjelasan Bagian-bagian Pokok

I. Karena Kasih-Nya Besar (Yoh. 3:16)

  • Karena kasih Bapa terhadap kita sehingga Ia mengutus anak-Nya, yaitu Yesus Kristus
  • Ia rela menjadi manusia dan mati di atas kayu salib

Mengapa harus Yesus yang datang menjadi manusia?

  •  Manusia telah jatuh ke dalam dosa (Kej. 3, ay 21)
  •  Para nabi Tuhan pun ditolak oleh bangsa Israel
  •  Kesengsaraan dan penderitaan-Nya telah dinubuatkan (Yesaya 53:5-7,9)
  •  Kristus menjadi terkutuk di atas kayu salib untuk kita (Gal: 3:13)
  • Karena kasih-Nya yang besar, Ia memberikan nyawa-Nya bagi kita.

Ilustrasi: Sekitar permulaan abad 20, Shamila adalah pemimpin revolusioner yang berusaha menggulingkan kaisar Rusia diktator.

Berkat yang diperoleh melalui pengorbanan Kristus:

  • Kita ditebus dan menerima pengampunan dosa
  • Kematian-Nya menggantikan kita agar kita tidak mendapatkan hukuman kekal melainkan hidup kekal
  • Kita tidak layak tapi oleh kasih Allah menjadikan kita umat-Nya (Kolose 1:13: Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih)
  • Kita tidak perlu lagi mempersembahkan korban penghapus dosa karena Kristus telah menjadi korban Anak Domba yang tidak bercacat cela, sekali untuk selama-lamanya
  • Kita dijagainya sebagai biji mata-Nya (Ul. 32:9-10 – Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.)

Ilustrasi: Biji mata & Siapakah aku ini Tuhan…

Jika kasih Tuhan itu besar bagi kita, sejauh manakah kita mengasihi Dia?

 

II. Karena Kuasa-Nya Dashyat (Mrk. 16:17-18)

  • Bukti dari kuasa Tuhan yang dahsyat adalah Allah pencipta alam semesta (Kej. 1)
  • Allah yang kita sembah adalah yang dahsyat dan ajaib
  • Ia memberi kuasa bagi kita yang percaya kepada-Nya

 

Orang percaya memiliki kuasa

  • Kis 1:8 ↔ akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun ke atas kita
  • Ef. 1:19b ↔ dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya
  • Yak. 5:16 ↔ Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya

Kebanyakan orang Kristen hidup dalam ketakutan, kalah terhadap masalah, dan dikuasai oleh kuasa kegelapan padahal tanpa disadari kita memiliki kuasa

Ilustrasi: singa ompong

Kuasa Allah tidak dapat dibeli dengan uang ↔ diperoleh ketika kita percaya kepada Kristus

Kuasa Allah dapat:

  • Menghancurkan kuasa kegelapan
  • Memberikan kesembuhan dan pemulihan
  • Memberikan kemenangan rohani

 

Bagaimana agar kita memiliki kuasa? (Ef. 6:10-18)

  • Tetap teguh berpegang pada kebenaran dan taat (ay. 14)
  • Rela memberitakan Injil atau menjadi saksi Kristus (ay. 15)
  • Memiliki iman yang teguh atau perisai iman ( ay. 16)
  • Menjadi pelaku Firman (ay. 17)
  • Hidup di dalam doa (ay. 18)
  • Kita harus berjaga-jaga (1 Pet. 6:10-18), dengan kata lain “tetap konsisten”

Namun, tidak selama-lamanya doa kita mendapatkan jawaban ya dari Tuhan meski kita memiliki kuasa.

Contoh: Paulus yang melakukan banyak mujizat tetapi Tuhan tidak memberikan kesembuhan ketika dia meminta kesembuhan.

Tuhan tidak pernah mencobai kita namun pencobaan yang kita alami diizinkan Tuhan untuk mendatangkan kebaikan

Tantangan: Apakah kita masih hidup dalam ketakutan?

 

 

III. Karena Kehendak-Nya Mulia (Yer. 29:11)

Nats ini, merupakan bagian isi surat yang dikirim oleh Nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua, imam-imam, nabi-nabi dan seluruh orang Yehuda yang diangkut ke dalam pembuangan, pada masa pemerintahan Nebukadnezar sekitar tahun 594 SM (ay. 1).

Merupakan suatu penghiburan yang besar bagi bangsa tersebut ketika mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Yeremia, bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik, indah, dan mulia bagi mereka

Demikian bangsa Israel, Tuhan juga memiliki rencana atau kehendak dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Maksud kehendak-Nya ialah rencana-Nya.

  • Tuhan memiliki rencana yang indah bagi bangsa Israel, yaitu damai sejahtera dan hari depan yang penuh dengan harapan
  • Untuk supaya kita dapat masuk dalam kehendak atau rencana-Nya, maka kita seharusnya berakar di dalam Dia ↔ Kol. 2:7-8
  • Kehendak Tuhan tidak hanya sebatas indah namun juga mulia, sebab Ia juga memberikan upah bagi kita berupa mahkota.
  • Setiap orang harus menghadap takhta pengadilan Kristus (2 Kor. 5:10)

Kita diselamatkan bukan oleh perbuatan kita melainkan iman, namun perbuatan baik atau perbuatan iman kitalah yang membuat kita memperoleh upah, yaitu mahkota.

7 Mahkota:

  • Mahkota Kemegahan (1 Tes. 2:19-20) ↔ Memenangkan jiwa
  • Mahkota Kebenaran (2 Tim 4:5,8) ↔ Kesetiaan menantikan kedatangan Kristus kedua kali
  • Mahkota Abadi (1 Kor. 9:24-27) ↔ Kemenangan dalam pertandingan iman
  • Mahkota Kehidupan (Yak. 1:12-13) ↔ Kesetiaan menghadapi ujian hidup dengan sukacita (jaga hati, pikiran, lidah, dan langkah)
  • Mahkota Kemuliaan (1 Petrus 5:1-5) ↔ Kesungguhan dalam melayani
  • Mahkota Kemenangan (Wahyu 3:8-11) ↔ Kesungguhan kita dalam menjalankan kehendak Allah
  • Mahkota Kesetiaan (Wahyu 20: 4) ↔ Martir





KESIMPULAN

Tidak ada alasan yang kuat untuk kita tidak konsisten dalam iman karena kasih, kuasa, dan kehendak-Nya nyata dan luar biasa bagi orang yang percaya kepada-Nya. Untuk itu, ada 3 alasan yang kuat mengapa kita masuk dalam iman, yaitu:

  • Karena kasih-Nya besar bagi kita ↔ Ia menjadi korban yang hidup
  • Karena kuasa-Nya dahsyat bagi kita ↔ Ia memberikan kuasa atas dunia ini
  • Karena kehendak-Nya mulia bagi kita ↔ Ia menyediakan tempat dan mahkota bagi orang percaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *