Spionase

Fokus Hidup“Renungan ini mengenai Spionase yakni kegiatan mengintai atau memata-matai. Secara rohani, siapa yang selalu mengintai kita? Simak renungan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, mohon dibagikan ke sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan.”

Bacaan ayat: 1 Petrus 5:8-9
Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, 
sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan 
yang tidak terkatakan, (ayat 8)

karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.  (ayat 9)

 

Spionase berasal dari bahasa Perancis, yaitu “espionnage”, artinya pengintaian atau memata-matai. Spionase adalah upaya yang dilakukan oleh pemerintah ataupun individual, untuk memperoleh informasi yang sangat rahasia tanpa adanya izin dari pemilik informasi tersebut.

Kegiatan spionase pada mulanya dianggap sebagai suatu kegiatan memata-matai musuh, terutama untuk tujuan militer, tetapi kini telah berkembang untuk memata-matai perusahaan. Istilah ini disebut spionase industrial.

Tugas Spionase biasanya dilakukan oleh agen spionase. Kegiatan spionase, hingga saat ini tidak pernah berhenti meskipun hubungan antar negara terlihat damai.

Baca juga: Pengharapan Dalam Pemulihan Hubungan

Kegiatan ini terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Sebab, kegiatan spionase tidak hanya menggunakan agen-agen secara fisik, tetapi juga menggunakan program-program komputer dan mengirimkan serangan virus ke sistem komputer musuh, untuk memperoleh informasi penting dari negara-negara musuh.

Hal ini disebut dengan “cyber espionage”.

Pada tahun 2013, salah satu kegiatan “spionase kuda troya” Rusia terbongkar. Rusia mencoba memasuki sistem data komputer negara anggota G20 pada Konferensi Tingkat Tinggi di St. Petersburg. Praktek ini pertama kali diberitakan oleh dua koran Italia II Corriere Della Sera dan La Stampa.

Ditemukan, di dalam benda berbentuk USB atau charger, berlambang logo G20 telah dipasang alat yang mampu menyedot data di komputer dan handphone, termasuk data email dan SMS.

Oleh koran harian La Stampa, penyadapan ini dijuluki spionase kuda troya. “Ini adalah ‘kuda troya’ yang dirancang untuk mencuri informasi dari komputer dan telepon seluler,” tulis harian La Stampa.

Praktek spionase ternyata jauh sebelumnya telah diterapkan dalam Alkitab. Salah satunya adalah Yosua mengutus dua orang pengintai untuk mengintai negeri Kanaan. Namun, aksi mereka diketahui oleh Raja Yerikho dan raja ingin menangkap mereka.

Karena tindakan Rahab yang telah menyembunyikan kedua pengintai, sehingga mereka dapat lolos dari Raja Yerikho. Tentunya, Tuhan yang menyertai mereka sehingga tidak tertangkap. Selain itu, Rahab juga mendapatkan kasih karunia Tuhan karena telah menolong kedua pengintai.

Baca juga: Tenang Menghadapi Masalah

Secara rohani, sebenarnya ada berbagai kegiatanspionase yang dilakukan terhadap kita secara terus menerus. Ia terus mengintai dan mencari kelemahan kita, bahkan ia bermaksud untuk mengalahkan iman kita.

Di dalam pengintaiannya, jika ia menemukan kelemahan yang dimiliki oleh orang percaya, maka itu adalah pintu masuk baginya untuk membinasakan hidup kita.

Waspadalah dengan spionase atau pengintai-pengintai dari kuasa kegelapan yang dapat menghancurkan kerohanian kita. Ia ingin hubungan kita dengan Tuhan, keluarga, dan gereja terputus. Jangan lengah, taatlah pada Firman-Nya, dan setialah beribadah kepada Tuhan!

DOA
Bapa, aku menyadari bahwa ada kuasa kegelapan yang terus mengintai dan membuat saya jauh dariMu, Tolong Tuhan agar aku tetap setia. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Leave a Reply