SETIA HINGGA AKHIR (Yakobus 4:1-10,5:7-11)

Fokus Hidup – “Bukan hal mudah untuk tetap setia kepada Tuhan. terkadang ada banyak hal yang bisa mengalihkan kita sebagai orang percaya sehingga tidak setia kepada Tuhan. Karena itu, ringkasan khotbah kali ini berjudul Setia Hingga Akhir. Silahkan jika Anda ingin menggunakan Ringkasan khotbah untuk dikhotbahkan.”

 
 

Pendahuluan:

Penulis kitab adalah Yakobus adik tiri Yesus. bukan Yakobus sang rasul sebab ia telah mati kira-kira 44 M. oleh raja Herodes (Kis. 12:2).

  • Adapun Yakobus saudara Yesus adalah orang yang terlibat dalam kepemimpinan gereja mula-mula, yakni di Yerusalem, menggantikan Petrus yang meninggalkan kota itu.
  • Paulus sendiri menyebutnya sebagai “sokoguru jemaat” (Gal. 2:9). Yakobus saudara Yesus (Mat. 13:55; Markus 6:3; Gal. 1:19).

Surat ini ditujukkan kepada orang Kristen Yahudi yang berada di perantauan (Yak. 1:1).

  • Surat Yakobus merupakan surat yang ditujukan kepada orang kristen Yahudi yang tersebar di daerah-daerah perantauan.
  • Mereka adalah petobat baru yang terpaksa harus meninggalkan Yerusalem karena ancaman dan tekanan dari orang Yahudi pada waktu itu.
  • Bagaimana kondisi Gereja yang diisi oleh orang-orang yang berlatar belakang sebagai seorang pelarian oleh karena iman mereka? ternyata mereka tidak berada di dalam kondisi rohani yang dewasa sebagai orang Kristen.
  • Di berbagai tempat di perantauan itulah, mereka menghadapi masalah. Misalnya, ketidaksabaran dalam menghadapi pencobaan (1:1-4), tidak hidup dalam kebenaran (2:14-dst.), kurang mengendalikan lidah (3:1-dst.), bertengkar (4:1-dst.), mengumpulkan harta/serakah (5:1-dst.), dan sebagainya.
  • Masalah-masalah itu muncul ketika iman tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Isi Ringkas Nats:

Tidak setia, KJV: adulterers and adulteresses, Yun: μοιχαλίδες (moiksalides) artinya pezinah perempuan.

  • Karena sebagai orang yang percaya kepada Yesus, kita sudah dipertunangkan dengan Kristus, dimana Kristus adalah calon mempelai laki-laki dan kita adalah calon mempelai perempuan.
  • Kalau bersahabat dengan dunia maka melakukan penyelewengan secara rohani, sehingga saudara disebut pezinah perempuan!

Kategori orang yang tidak setia:

 

  • Mengikuti hawa nafsu (ay. 1)
  • Iri hati (ay. 2)
  • Berdoa hanya untuk memuaskan keinginan (ay. 3)

Tidak setia hanya akan menjadikan kita sebagai musuh Allah

  • Tuhan adalah Allah yang cemburu, oleh karena itu Ia tidak mau kita berzinah secara rohani atau menduakan Tuhan. (ay. 5)m, BIS: Jangan kira bahwa Alkitab tanpa alasan berkata, “Di dalam diri kita Allah menempatkan Roh yang keras keinginannya.”
  • Namun kasih karunia Tuhan diperoleh lebih besar daripada kecemburuan Tuhan sehingga kita yang tidak setia dapat berkenan kepada-Nya apabila rendah hati.
  • Ay. 6: Meskipun begitu, rahmat Allah yang diberikan kepada kita lebih kuat daripada keinginan roh kita itu. Itulah sebabnya di dalam Alkitab tertulis juga, “Allah menentang orang yang sombong, tetapi sebaliknya Ia mengasihi orang yang rendah hati.

 

Kalimat Kunci:

Kesetiaan kita kepada Tuhan hendaklah jangan dipengaruhi oleh hal-hal duniawi melainkan pastikan bahwa diri kita tetap setia hingga akhir.

 

Kalimat Pertanyaan:

Bagaimana agar tetap setia hingga akhir?

 

Kalimat Peralihan:

Jika membaca nats ini, paling tidak kita menemukan 4 cara agar kita tetap setia hingga akhir.

 

Bagian-bagian Pokok:

  • Dengan memiliki iman (ay. 7)
  • Dengan membangun relasi (ay. 8)
  • Dengan merendahkan diri (ay. 9-10)
  • Dengan menantikan Tuhan (5:7-11)

 

Penjelasan Bagian-bagian Pokok:

I. Dengan memiliki iman (ay. 7)

Tunduklah kepada Allah dapat diartikan berjalan dalam kehendak Tuhan dengan memiliki ketaatan dan tanpa kompromi.

  • Agar iblis dapat dikalahkan maka harus dilawan. Ia akan lari daripadamu mengandung arti bahwa iblis akan kalah terhadap kita.
  • Namun, untuk dapat tunduk kepada Allah dan mengalahkan iblis dibutuhkan iman.
  • Hanya oleh iman kita dapat melakukan kehendak Tuhan dan menang atas kuasa kegelapan. Iman diawali dari pengetahuan atau pendengaran kita akan Firman Tuhan

Iman adalah dasar dari segala sesuatu … (Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat)

 

II. Dengan membangun relasi (ay. 8)

Iman kita harus ditingkatkan kepada level selanjutnya, yaitu membangun relasi dengan Tuhan.
Relasi atau membangun hubungan dengan Tuhan, melalui:

 

  • Pujian penyembahan dan Firman
  • Hidup dalam pertobatan dan kekudusan
  • Janganlah mendua hati; mempercayai konsep, budaya, dan adat dunia

 

Lagu: Hanya dekat Allah saja aku tenang

III. Dengan merendahkan diri (ay. 9-10)

Sikap hati yang berkenan di hadapan Tuhan adalah hati yang hancur.

  • Mazmur 51:19, Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah
  • Pengakuan dosa kita tidak hanya cukup di ucapan saja melainkan kita seharusnya dengan sungguh-sungguh mengakui kesalahan dan menyadarinya sebagai sesuatu kekejian bagi Tuhan, sehingga kita mendekatinya dengan hati yang hancur

Merendahkan diri di hadapan Tuhan harus kontiniu atau terus menerus

  • Kita akan ditinggikan apabila kita merendahkan diri di hadapan-Nya
  • Untuk dapat setiap di hadapan Tuhan, maka kita seharusnya setiap saat dan setiap waktu merendahkan diri di hadapan Tuhan
  • Merendahkan diri dalam segala hal, termasuk pelayanan, pekerjaan, karya, keterampilan, dsb. Bukan lagi merasa diri hebat, “semua karena saya, melainkan semua karena anugerah-Nya.”

Kekayaan, kedewasaan, kepintaran, berkat, kesuksesan diperoleh bukan karena kehebatan kita melainkan karena anugerah-Nya.

Akibat kita merendahkan diri:

 

  • Kita akan menyadari bahwa segala pencapaian dan hidup ini adalah kasih karunia.
  • Kita akan mengandalkan tuhan karena kita menyadari bahwa kita memerlukan Tuhan.
  • Kita akan menjaga hidup kita agar tetap rendah hati

 

IV. Dengan menantikan Tuhan (5:7-11)

Menantikan Tuhan disini adalah menantikan kedatangan Tuhan

  • Jika melihat nats ini penulis mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat
  • Jika kita memiliki sikap hati yang selalu menantikan Tuhan maka sudah pasti kita akan memperlihatkan buah kekristenan yaitu memiliki kualitas iman melalui karakter
  • Ilustrasi: menantikan Presiden SBY berkunjung di korban Sinabung

Apa yang harus dilakukan seseorang dalam menantikan kedatangan Tuhan?

 

  • Harus bersabar seperti Petani (ay. 7-8)
  • Meneguhkan hati kita (ay. 8)
  • Jangan bersungut-sungut (ay. 9)
  • Menjaga kesetiaan dalam penderitaan (ay. 10)
  • Tetap bertekun dalam iman (ay. 11)

Kesimpulan

Untuk dapat setia sampai akhir, maka:

  • Kita seharusnya memiliki iman
  • Kita seharusnya membangun relasi
  • Kita seharusnya merendahkan diri
  • Kita seharusnya menantikan Tuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *