RINGKASAN KHOTBAH: NATAL MENUNTUN KITA KEPADA-NYA (Matius 2:1-12)

Fokus Hidup – “Ringkasan Khotbah: Natal menuntun Kita Kepada-Nya ini adalah kategori khotbah Natal, yakni mengenai Orang Majus yang mengalami tuntunan Tuhan melalui bintang. Mereka mendapat petunjuk dari Tuhan, karena itu ringkasan khotbah ini berjudul Natal Menuntun Kita Kepada-Nya.”

 

Pendahuluan

Arti kata Natal: 

  • Kata “natal” berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir).
  • Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus.
  • Natal berarti kelahiran Kristus
Dampak dari kelahiran Kristus ialah salah satunya Ia menuntun Orang Majus melihat Sang Raja atau Mesias yang dijanjikan.

Mengapa Yesus harus lahir?

  • Sudah dinubuatkan (Kej 3:15; Yes 7:14; Dsb.)
  • Yesus datang ke dunia untuk Membawa Hidup (Yoh. 10:10b).
  • Yesus Datang Memanggil Orang-orang Berdosa (Luk. 5:32).
  • Yesus Datang Menyelamatkan Dunia (Yoh. 12:47).
  • Yesus Datang Memberikan HidupNya (Mrk. 10:45).

 

Yesus datang kepada umat pilihan-Nya tetapi mereka menolaknya (Yoh 1:9-14)

Berbagai anggapan Natal

 

  • Natal sejarah mengagumkan bagi dunia.
  • Natal adalah refleksi kasih bagi dunia (Yoh 3:16)
  • Natal adalah sukacita sejati
  • Natal adalah anugerah keselamatan
  • Natal adalah yang tidak berubah datang untuk mengubah dunia yang gelap
  • Dsbnya.
Dalam nats ini: peristiwa Natal menuntun Orang Majus datang kepada Tuhan dan menyembah Dia.
 

Isi ringkas Nats:

Orang Majus dituntun Tuhan melalui bintang.

Siapakah Orang Majus ini:

  • Orang-orang bijak ini berasal dari Arab, Mesopotamia, Mesir, atau tempat-tempat lain di Timur. “Timur” bukan dalam pengertian kita, pengertian modern, melainkan merujuk kepada negara-negara yang terletak di bagian timur maupun sebelah utara Palestina.
  • Dalam tradisi Kristen, Orang majus (dari bahasa Latin: magus) atau Orang Bijak juga Raja-raja dari Timur sering dianggap sebagai orang dari kerajaan Media, mungkin pendeta Zoroastrian, atau mungkin juga magi (bentuk plural dari magus) yang mengenal astrologi dari Persia kuno.
  • Tradisi menyatakan ada tiga orang Majus, dan mereka bernama Caspar, Melchior dan Balthasar, yang datang dengan membawa serombongan besar pelayan dan unta.
  • Majus: Kata Yunani “μαγος – magos” ditujukan buat para imam, orang bijak, dari Madai, Persia, dan Babilonia. Dalam PB pemakaian kata itu meluas. Kata itu pun ditujukan buat nabi palsu, ahli sihir, ahli nujum, dan sejenisnya (Kisah 8:9; 13:6,8).
  • Tetapi Orang Majus ini adalah orang bijak dan ahli astrologi atau perbandingan yang adalah raja-raja dari Timur
  • Orang Majus dituntun Tuhan melalui bintang untuk mencari Sang Mesias.

     Kita juga dituntun Tuhan:

  • Bukan hanya Orang Majus, kita juga akan dituntun Tuhan untuk melihat kemuliaanNya.
  • Karena itu, marilah kita bersedia atau memberikan diri untuk dituntun Tuhan sama seperti Orang Majus yang dituntun Tuhan.

Arti judul:

Maksud judul Natal menuntun kita kepadaNya:

  • Seperti halnya Natal atau kelahiran Kristus menuntun Orang Majus datang kepadaNya, peristiwa kelahiran Kristus 2000 tahun yang lalu menuntun kita untuk datang kepada Tuhan dan melihat kemuliaanNya.
  • Inilah berkat Natal itu: Tuhan sendiri yang menuntun kita kepadanya.
  • Bintang adalah sarana yang dipakai Tuhan untuk menuntun Orang Majus melihat kemuliaan Tuhan, maka Tuhan pun bisa memakai siapa saja untuk bisa menuntun orang lain datang kepadaNya.

Maukah kita menjadi bintang bagi orang lain sehingga dapat menuntun banyak orang datang kepada Yesus?

Kalimat Kunci

Sebagaimana Orang Majus dituntun kepadaNya sehingga datang menyembah Dia, maka Tuhan juga mau menuntun kita.

Kalimat Tanya

Bagaimana agar kita mendapat tuntunan Tuhan seperti halnya Orang Majus?

Kalimat Peralihan

Jika kita membaca Nats ini, paling tidak kita menemukan tiga cara agar kita dapat mengalami tuntunan dari Tuhan melalui berbagai sarana. Marilah kita belajar dari Orang Majus.

Bagian-bagian Pokok

3 Cara agar kita mengalami tuntunan Tuhan sehingga kita dapat melihat kemuliaan Tuhan yang nyata seperti halnya Orang Majus pun melihat kemuliaan Tuhan yang nyata melalui peristiwa Natal.
  • Mencari Hadirat Tuhan (ay 1-2)
  • Mengikuti Tuntunan Tuhan (ay 9-10)
  • Memberi bagi Tuhan (ay 11)

Tujuan Khotbah

Setelah mendengar khotbah ini, diharapkan kita menjadi orang-orang yang selalu mau dituntun Tuhan sebagaimana Orang Majus dituntun Tuhan.

Penjelasan Bagian-bagian Pokok

I. Mencari Hadirat Tuhan (Ay 1-2)

Orang Majus datang mencari Tuhan (ay 1).

  • Mereka datang dari jauh, dari Timur.
  • Mereka rela menempuh perjalanan yang panjang.
  • Mungkin saja ada bahaya di perjalanan yang mereka tempuh karena banyaknya perompak di padang gurun, mereka rela melewati padang gurun untuk mencari hadirat Tuhan itu sendiri.
  • Mereka bersedia menempuh perjalanan yang panjang untuk bertemu dengan Yesus.
  • Mereka mengikuti petunjuk Tuhan melalui bintang.
  • Dan ketika bintang itu berhenti, mereka tidak putus asa lantas tinggalkan Tuhan, mereka pun bertanya-tanya (ay 2).

Sejauh mana kita mencari hadirat Tuhan?

  • Apakah karena seolah-olah tidak ada petunjuk lagi lantas kita berhenti?
  • Atau mungkin karena kita merasa sepertinya Tuhan itu jauh.

Belajarlah kepada Orang Majus, mereka tidak putus asa dan tetap mencari hadirat Tuhan.

Cara untuk mencari hadirat Tuhan:

  • Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati
  • Setialah beribadah, bersaat teduh, dan membangun relasi dengan Tuhan
  • Tetaplah tekun beribadah dan melayani
  • Jangan pernah kecewa atas apa yang engkau alami karena Tuhan sedang membentuk kita
  • Teruslah belajar Firman Tuhan

II. Mengikuti Tuntunan Tuhan (ay 9-10)

Meski tidak ada petunjuk lagi, mereka tidak putus asa dan akhirnya bintang itu muncul lagi

  • Setelah bintang muncul Orang Majus pun mengikuti.
  • Mereka tidak menggunakan nasihat orang lain, atau tebak-tebakan sesuai dengan ilmu mereka tetapi mereka tetap mengikuti bintang itu.

Sekian lama kita mengikut Tuhan, masihkah kita tetap ada dalam tuntunan Tuhan.

  • Atau malah kita semakin menjauh
  • Jangan pernah berhenti dengan kehidupanmu tetapi tetap ikuti tuntunan Tuhan
  • Milikilah ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan.
  • Apapun yang terjadi, tetaplah ikut Tuhan.

Apa akibatnya jika tetap mengikuti tuntunan Tuhan?

  • Orang Majus pun tiba dan melihat kemuliaan Tuhan.
  • Mereka bersukacita karena Natal (ay 10).

Cara supaya tetap ada dalam tuntunan Tuhan

  • Nantikanlah Tuhan
  • Peganglah janji Tuhan
  • Jangan pernah kecewa
  • Dan teruslah belajar

III. Memberi Bagi Tuhan (ay 11)

Kapan Orang majus bertemu Tuhan Yesus?
  • Masuklah mereka ke rumah itu; bukan lagi di kandang domba melainkan sebuah rumah
  • Di kandang domba adalah gembala-gembala (Luk 2:-10)
  • Kira-kira Yesus berumur 2 tahun (Mat 2:16)

Hal yang tidak kalah penting yang dapat kita pelajari dari Orang Majus ialah mereka mau memberi bagi Tuhan

Memberi di sini bukan asal, biasa, dan yang penting sudah memberi. Tetapi memberi yang terbaik bagi Tuhan

Apa yang mereka beri?

  • Diri mereka sendiri: mereka datang menyembah Dia
  • Memberi materi: Emas, kemenyan, dan Mur

Emas, kemenyan, dan Mur bukan barang murah pada zaman dahulu melainkan barang mahal. Jadi mereka memberikan yang terbaik.

Emas – barang berharga; Kemenyan – wangi-wangian; Mur – minyak urapan.

Kemenyan:

  • Kemenyan, bahan ini merupakan getah keras yang berasal dari beberapa macam pohon tertentu, khususnya Boswellia Carterii, B. Papyrifera, dan B. Thurifera , yang terdapat di Arabia bagian barat-daya, Etiopia dan India.
  • Kemenyan menjadi sumber kekayaan para pedagang yang menempuh jalan perdagangan kuno dari Arabia Selatan ke Gaza dan Damsyik (Yes 60:6)
  • Kemenyan menjadi salah satu unsur ukupan yang kudus (Keluaran 30:34) dan dibakar pada saat korban sajian dipersembahkan (Imamat 6:15), kemenyan tulen dibubuhkan di atas setiap susunan roti sajian di Kemah Suci (Imamat 24:7).

Mur:

  • Mur adalah getah dari torehan batang dan cabang suatu pohon yang rendah yang disebut Commiphora myrrha (dulu Balsamodendron Myrrha atau Chommiphora Kataf. Kedua tumbuhan itu asli Arabia Selatan dan bagian Afrika yang berdekatan. Getah menetes dari pohon dan menjadi kental dan berwarna kuning coklat dan berminyak.
  • Mur adalah jenis “Damar” dari getah dari torehan batang dan cabang suatu pohon yg rendah (semacam pohon balsem yang berduri dan keras kayunya) disebut Commiphora abyssinica atau Commiphora myrrha (dulu Balsamodendron myrrha) atau Commiphora kataf. Getah menetes dari pohon dan menjadi kental berwarna kuning coklat dan berminyak. Getah-nya ini rasanya pahit dan berbau wangi. Pohon ini tumbuh di Arab-selatan dan bagian Afrika yg berdekatan
  • Mur digunakan untuk membuat minyak urapan kudus (Kel 30:23-33)
  • Mur dinilai tinggi karena harum baunya (Mazmur 45:9, Amsal 7:17, Kidung 3:6; 4:14; 5:5, 13), dipakai untuk wangi-wangian perempuan (Ester 2:12) dan kosmetik.

Untuk melihat kemuliaan Tuhan tidak cukup kita mencari dan mengikuti tuntunan Tuhan harus disertai memberi yang terbaik.

  • Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Tuhan
  • Maukah kita berkorban perasaan, pikiran, fisik, maupun harta?

Berilah yang terbaik bagi Tuhan, maka Anda juga akan mendapatkan yang terbaik, yakni kemuliaan Tuhan.

Kesimpulan

Belajarlah kepada Orang Majus yang mendapat tuntunan menemui Raja di Atas Raja. Untuk mengalami tuntunan Tuhan sebagaimana Orang Majus di tuntun Tuhan.
  • Mencari Hadirat Tuhan
  • Mengikuti Tuntunan Tuhan
  • Memberi Bagi Tuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *