Menoleh Ke Belakang (Ester 2:9; 4:1-17; 5:1-8)

Fokus Hidup – “Mengapa kita tidak boleh menoleh ke belakang? Apa arti menoleh ke belakang?Simak renungan berjudul Menoleh Ke Belakang ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikanlah ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini.”

Menatap masa depan dengan penuh harapan sangat jarang dimiliki oleh individu masa kini. Sikap pesimis sudah menjadi hal biasa dan lumrah, sehingga ketika ada orang yang memiliki sikap yang optimis, malah ditertawakan dan dianggap tidak akan berhasil.

Karena itu, jarang ditemukan orang-orang yang sukses meraih mimpinya oleh karena sikap optimis yang tinggi. Kini, kita banyak menemukan berbagai macam bisnis MLM (Multi Level Marketing) yang merebak dengan berbagai produk untuk mencari member dan konsumen.

Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan dan perekrutan adalah dengan memotivasi atau mengoptimalkan sikap optimis seseorang, agar ia mencapai mimpi keberhasilannya melalui perusahaan tersebut.

Lihat: Dampak Kebaikan Kecil

Tidak ada yang salah dengan bisnis MLM selama prospeknya jelas, berlandas hukum, dan terpercaya. Namun, kesuksesan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri, yaitu sejauh mana ia berusaha, mengembangkan kemampuan, berintegritas, dan optimis.

Pengaruh kegagalan seseorang, salah satunya disebabkan oleh dirinya sendiri yang selalu menoleh ke belakang. Maksud dari menoleh ke belakang adalah melihat kegagalan, dosa, dan peristiwa di masa lalu.

Kegagalan, dosa, dan pengalaman pahit seseorang, dapat mempengaruhi sehingga ia tidak berani melangkah untuk meraih impian atau mimpi. Padahal, apa yang ada di belakang kita, harus ditinggalkan dan mengarahkan tujuan hidup ke depan.

Begitu juga dalam hal rohani, kita harus menanggalkan semua yang ada dibelakang kita, baik itu dosa, kebencian, akar pahit, dendam, iri hati, dan sebagainya, agar kita dapat masuk dalam rencana Tuhan dan menikmati berkat-berkat yang telah disediakan bagi kita.

Dalam Alkitab, ada suatu peristiwa yang terjadi dimana Tuhan melarang seseorang untuk menoleh ke belakang.

Lihat: Kedatangan Kristus dalam Wahyu19:11-16

Peristiwa sodom dan Gomora, pasti mengingatkan kita terhadap istri Lot yang menjadi tiang garam. Mathew Henry mengatakan, “tampaknya ini merupakan suatu hal yang sepele saja, namun dengan melihat hukumannya kita yakin, bahwa itu adalah dosa yang besar, sangatlah besar.”

Selanjutnya, Henry menjelaskan dosa yang besar karena menoleh ke belakang adalah dia tidak mematuhi perintah yang jelas, ketidakpercayaanlah yang mendasari hal itu, dan sikapnya yang menoleh ke belakang itu menunjukkan dengan jelas kecenderungan hatinya untuk kembali.

Tuhan Yesus dalam menjelaskan kedatangan-Nya kedua kalinya, juga mengatakan “Ingatlah akan isteri Lot,” (Luk 17:32).

Kisah yang terjadi kepada isteri Lot karena menoleh ke belakang, dan peringatan Alkitab untuk tidak seperti isteri lot, jelas sekali hendak memberitahukan kepada kita agar menanggalkan semua yang ada di belakang kita dan hidup takut akan Tuhan.

Milikilah ketaatan dan kesetiaan di dalam Tuhan, agar kita tidak menoleh ke belakang. Jangan menoleh ke belakang dan milikilah pengharapan yang benar kepada Tuhan!

 

DOA

 

Bapa, ajarkan aku untuk tidak melihat kegagalan, dosa, dan pengalaman yang pahit di masa lalu agar mataku tetap tertuju padaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *