MENJADI MURID SEJATI (Matius 16:24)

Fokus Hidup – “Setiap orang percaya dipanggil Tuhan untuk menjadi murid sejati atau sunguh-sungguh menjadi murid yang berkenan kepada Tuhan. Ringkasan khotbah berjudul Menjadi Murid Sejati ini, menjelaskan tentang bagaimana cara menjadi murid Kristus yang benar dan berkenan bagi Tuhan. Simak isi dari ringkasan khotbah di bawah ini.”

Pendahuluan

Penulis kitab adalah Matius pemungut cukai yang menjadi murid Kristus.

  • Surat ini ditulis kira-kira pada tahun 60 M, dan ditujukan kepada orang Kristen Yahudi pada masa itu, agar iman mereka semakin dikuatkan dan memahami bahwa Yesus adalah Mesias, sebab pada umumnya orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias. 
  • Hal ini, dikarenakan mereka selalu menantikan Mesias yang dijanjikan untuk memerintah dan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi pada waktu itu. 
  • Tanpa mereka sadari bahwa Yesus adalah Mesias Rohani.
menjadi murid sejati

Isi Ringkas Nats:

Latar belakang nats ini, mengisahkan mengenai pertama kalinya Yesus menceritakan mengenai penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib (ay. 21-22). 

Pada ayat ini, Yesus memberikan syarat yang jelas untuk mengikut Dia. 

  • Kata “semua orang yang mau mengikut Aku” merupakan bentuk syarat untuk mengikut Tuhan yang akan disampaikan pada kalimat selanjutnya.
  • Kata “mengikut Aku,” dalam KJV diterjemahkan: “Come after Me”. Dalam bahasa Yunani  kata mengikut menggunakan kata “opiso” yang artinya “back, behind, after.
  • Artinya ada di belakang atau datang ikut Yesus. Dapat disebut follow atau mengikuti terus, atau makna yang tepat adalah menjadi murid. Sebab konotasi mengikut di sini, tentunya menjadi murid dimana terus mengikuti atau terus belajar sebagai murid Kristus. 
  • Murid di sini, tentunya sungguh-sungguh menjadi murid, bukan murid tiruan atau gadungan (contoh: status murid tetapi tidak seperti murid, yaitu tidak tekun, tidak mengerjakan tugas dengan baik, sering bolos, dll). 
  • Menjadi murid berarti terus belajar dan terus belajar hingga benar-benar memahami kebenaran dan mengaplikasikan secara konsisten dan kontiniu.

Pengertian menjadi murid sejati, yaitu terus belajar untuk menjadi seperti Kristus: ciri-cirinya adalah mau bertumbuh dalam kebenaran, menjadi saksi Kristus, melakukan kehendak Allah, dan hidup senantiasa memuliakan Tuhan.

  • Tujuan Tuhan menghendaki kita menjadi murid adalah agar sampai akhirnya kita kedapatan setia dan tak bercacat cela. 
  • Contoh murid sejati: Petrus, Paulus, Yohanes, dll.

Perintah Tuhan bagi gereja-Nya adalah “jadikanlah semua bangsa murid-Ku” (Mat. 28:19-20).

    menjadi murid sejati

    Kalimat Kunci:

    Tuhan menghendaki agar kita menjadi murid sejati.


      Kalimat Tanya:

      Bagaimana caranya agar kita menjadi murid sejati? Atau, apa sajakah syarat menjadi murid sejati?


        Kalimat Peralihan:

        Jika kita mempelajari nats ini, maka kita akan menemukan tiga cara atau syarat untuk menjadi murid sejati.


          Bagian- bagian Pokok :

          • Syarat atau untuk menjadi Murid Kristus, maka kita harus menyangkal diri.
          • Syarat atau untuk menjadi Murid Kristus, maka kita harus Memikul Salib.
          • Syarat atau untuk menjadi Murid Kristus, maka kita harus Mengikut Kristus.

          Tujuan Khotbah:

          Melalui khotbah ini, diharapkan Bpk./Ibu sebagai jemaat Tuhan kembali diingatkan dan dimotivasi agar menjadi murid Kristus yang sejati, sehingga tetap menjadi pengikut Kristus hingga di akhir hidup kita, sebagaimana Paulus berkata bahwa ia telah mengakhiri pertandingan iman dengan baik.

            menjadi murid sejati

            Penjelasan Bagian -bagian Pokok

            I . Menyangkal Diri

            BIS: “melupakan kepentingannya sendiri.” Sedangkan, bahasa Yunani: “aparnesasto” artinya menyangkal, memungkiri, menidakkan.

            • Filipi 2:7-8: makna kenosis (pengosongan diri): penyangkalan diri yang dilakukan oleh Yesus adalah pengosongan diri.
            • Menyangkal diri meliputi menyangkali keinginan/kehendak yang bertentangan dengan Alkitab, hawa nafsu perbuatan daging, dan dosa.
            • Mengapa harus menyangkal diri? Roma 8:7-8.

            Bagaimana agar kita dapat menyangkal diri? Gal 5:16-18 (penuh dengan Roh), Rm:12:1-2. (berkenan kepada Allah).

              • Berubah pola pikir (Fil. 4:8)
              • Mengisi dengan firman Tuhan
              • Belajar agar terus bertumbuh
              • Memiliki iman yang benar
              • Penyangkalan diri: Kristus di taman Getsemani.

              II. Memikul Salib

              Salib berbicara tentang penderitaan dan kemenangan. Memikul salib artinya “mau menderita bagi Kristus.”

              • Terjemahan Lama: Menanggung Salibnya.
              • Penderitaan: Masalah, pergumulan, sakit penyakit, musibah, dll. Sakit penyakit akibat dosa dan kelalaian bukanlah menderita bagi Kristus.

              Contoh: Ayub dan Paulus dalam 2 Korintus 1:8-9, 6:4

              Menderita bagi Kristus adalah kasih karunia.

              Menjadi orang Kristen tidak harus diberkati secara materi dan fisik, melainkan memiliki ketaatan dan kesetiaan dalam keadaan apapun. 


              Ilustrasi: Smua Baik (Budi Haryanto).

                menjadi murid sejati

                III. Mengikut Kristus (Melekat Erat)

                Dalam bahasa Yunani: akolouteito. Mengikut di sini memiliki makna menempel, erat, melekat.

                • BIS: terus mengikuti Yesus
                • Yoh: 15:4-5: tinggal di dalam Dia.
                • Kita harus tinggal (menempel, erat, melekat) di dalam Dia agar kita dikategorikan mengikut Yesus. 

                Contoh: Lem, Las, orang yang dirangkul.

                  menjadi murid sejati

                  Kesimpulan:

                  Sebagai orang Kristen maka kita seharusnya menjadi murid sejati agar kita terus berkenan kepada-Nya dan memperoleh mahkota. Untuk itu, agar kita dapat menjadi murid sejati, maka:
                  • Kita seharusnya menyangkal diri, yaitu: menjauhi dosa, hawa nafsu, dan kehendak/keinginan yang bertentangan dengan Alkitab.
                  • Kita seharusnya memikul salib, yaitu: mau menderita bagi Kristus dan mengakhiri pertandingan iman dengan baik.
                  • Kita seharusnya mengikut Kristus, yaitu: bukan sekedar mengikut tetap tinggal (menempel, erat melekat) di dalam Dia.

                  Tinggalkan Balasan

                  Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *