Menggunakan Kesempatan

Fokus Hidup - "Sejatinya sebagai orang percaya, seharusnya menggunakan kesempatan dengan benar, yaitu untuk hal-hal yang bernilai sorgawi.  Jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, mohon dibagikan ke sosial media (Facebook, Twitter, dll.) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini "

 

Bacaan ayat: Daniel 1:8; 2:48; 6:1-29

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur 
yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah 
menajiskan dirinya.
(Daniel 1:8)

Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya 
dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel.
(Daniel 2:48)

Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan
ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka 
sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang 
mereka. (ayat 25)

Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, 
yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! (ayat 26)

Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut 
dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; 
pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. (ayat 27)

Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang 
telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa." (ayat 28)

Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan 
Koresh, orang Persia itu. (ayat 29)
(Daniel 6:25-29)

 

Terlahir di dunia ini bukanlah suatu pilihan, melainkan sebagai kesempatan untuk hidup bermanfaat, bermakna, menjadi berkat, dan memiliki kualitas secara rohani. Kita tidak bisa memilih hari, tanggal dan tahun untuk terlahir di dunia ini.

Bahkan, tidak bisa memilih agar terlahir di dalam keluarga seperti yang kita inginkan. Namun, kesempatan hidup yang Tuhan berikan kepada kita dapat digunakan dengan benar.

Sejatinya sebagai orang percaya, seharusnya menggunakan kesempatan dengan benar, yaitu untuk hal-hal yang bernilai sorgawi, seperti hidup sesuai dengan prinsip Alkitab, setia kepada Tuhan, dan melakukan kehendak Tuhan.

Baca juga:  Tampil Inner Beauty

Kesempatan yang datang kepada setiap orang, tentunya disebabkan oleh situasi, kebutuhan, maupun pilihan. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan Daniel.

Kesempatan yang disebabkan oleh situasi, Daniel diperhadapkan oleh situasi yang sebaliknya, yaitu seharusnya ia menjaga agar tidak menajiskan diri dengan makanan raja, namun ternyata ia diperhadapkan dengan hal itu. Rupanya, Daniel tidak menjadi rakus, melainkan ia menggunakan kesempatan dengan benar, yaitu menaati perintah Tuhan.

Kesempatan disebabkan oleh kebutuhan, ketika raja Nebukadnezar bermimpi dan membutuhkan penafsir mimpi, hanya Daniel yang dapat menjelaskan arti mimpinya, dan ia pun diangkat menjadi penguasa dan kepala semua orang bijaksana di Babel.

Sampai kepada pemerintahan raja Darius, Daniel tetap diangkat menjadi salah satu pejabat tinggi. Daniel mendapatkan kesempatan menjadi pemimpin karena dibutuhkan.

Kesempatan yang disebabkan oleh pilihan, karena pejabat tinggi lainnya dan wali negeri Babel iri hati kepadanya, mereka pun bersepakat untuk menjatuhkan Daniel dengan membuat larangan, jika dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.

Namun, Daniel menggunakan kesempatan dengan benar, yaitu ia memilih di buang ke gua singa daripada menyangkal imannya.

Baca juga: Hidup yang Berserah

Terkadang kita diperhadapkan dengan berbagai kesempatan, namun tanpa disadari kita mengabaikannya atau tidak mempergunakan dengan benar. Ketika situasi tidak mendukung, apakah kita lebih memilih kompromi atau hidup berkenan kepada Tuhan?

Ketika dibutuhkan atau dipromosikan naik jabatan, apakah kita mampu dan memenuhi syarat? Ketika diperhadapkan kepada sebuah pilihan, Apakah kita lebih memilih yang menguntungkan pribadi atau melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan?

Carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan belajarlah firman Tuhan, agar dapat menggunakan kesempatan dengan benar. Sebagaimana Daniel menggunakan kesempatan dengan benar sehingga ia melihat penyertaan Tuhan di hidupnya, marilah kita belajar untuk menggunakan kesempatan dengan benar.

 

DOA
Bapa sorgawi, mampukan aku untuk memilih dan mempergunakan kesempatan  untuk hal-hal yang bernilai sorgawi, bukan sebaliknya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *