Mengasihi Tanpa Pandang Waktu

Fokus Hidup - "Seperti apa kasih Yesus yang tanpa pandang waktu? Mengapa kita harus mengasihi tanpa pandang waktu? Simak renungan berjudul Mengasihi tanpa Pandang waktu ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikanlah ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini."

 

Bacaan ayat: Ratapan 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, (ayat 22)
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (ayat 23)

 

Betapa indahnya jika kita dapat mengasihi, terlebih dikasihi oleh orang-orang di sekeliling kita yang kasihnya tak pernah habis oleh waktu (24  jam, I love you full). Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia terbatas.

Untuk mengasihi sesamanya, manusia dibatasi oleh usia, pekerjaan, aktivitas pribadi, dan sebagainya.

Manusia juga hanya bisa mengasihi sesamanya dengan  storge, phileo, eros, dan  belum  mampu mengasihi sesamanya dengan agape. Manusia tidak dapat berbagi kasih dengan sesamanya tanpa batas waktu.

Baca juga: Melakukan Hal-hal Yang Besar

Namun dalam nats ini, Yeremia hendak menyampaikan kepada kita, bahwa ada satu sumber kasih yang dapat mengasihi manusia tanpa batas waktu, yaitu Yesus. Kasih yang dimiliki Yesus tidak sama dengan kasih yang kita miliki. "Tak berkesudahan kasih setia Tuhan" (ay. 21).

Maksudnya, kasih yang dimiliki Yesus tidak pernah habis atau dibatasi oleh waktu. Sejak kita dilahirkan hingga dewasa bahkan sampai kita pulang ke rumah Bapa, kasih setia-Nya tidak pernah berkesudahan bagi kita.

Walaupun zaman telah berakhir, kasih-Nya tetap ada, tidak berkesudahan, dikatakan "tak habis-habisnya rahmat-Nya." Hal ini berbicara "selalu berlimpah" (full charge) kebaikan Tuhan dan tidak pernah habis. (Baca juga: Kasih kepada Keluarga Seiman)

Saat kita mengecewakan Dia, melukai hati-Nya, menyangkal-Nya, melupakan-Nya, dan kapan pun waktunya saat kita ingin kembali kepada-Nya, rahmat-Nya selalu ada untuk kita, tidak pernah habis. Yesus menanti dan siap menyatakan anugerah-Nya kepada kita seperti Bapa terhadap anaknya yang terhilang.

Jika kita melihat, saat Yesus disalibkan dan ditengah-tengah kesengsaraan-Nya, kasih terhadap orang yang telah menganiaya-Nya tetap dinyatakan. Ia meminta Bapa mengampuni dosa penganiaya dan penyiksa-Nya (Luk. 23:34). Ia menyatakan kasih-Nya kepada orang yang turut disalibkan bersama dengan Dia (Luk. 23:42-43).

Dalam waktu kapanpun dan dimanapun kasih Yesus tidak pernah terbatas, dahulu, sekarang, bahkan sampai selama-lamanya kasih-Nya tak pernah berubah.

Bukan hanya itu, Yeremia juga menjelaskan bahwa kasih dan rahmat-Nya, "selalu baru tiap pagi."Wah, kasih setia yang sungguh luar biasa! Setiap hari, kita selalu merasakan kasih yang selalu baru. Kasih yang tidak dapat dibandingkan dengan kasih manusia. Kasih Kristus tidak memandang pada keadaan atau reaksi maupun respon dari orang yang dikasihi-Nya.

Baca juga: Died for 20 Minutes

Kasih dan rahmat-Nya terus-menerus diberikan dan dilimpahkan-Nya kemarin, hari ini, esok dan sampai selama-lamanya. Kasih-Nya tidak pernah berkesudahan, tidak pernah habis, selalu baru, dan besar kesetiaan-Nya bagi kita.

Melalui kasih kristus, hendaknya kita sebagai orang percaya meneladani kasih-Nya. Kasih kita pun hendaknya tidak terbatas oleh waktu. Dimanapun dan kapanpun, hendaknya kita tetap mengasihi. Selalu mempedulikan, membantu, merangkul, menguatkan, dan mau mengampuni kesalahan orang lain. (Renungan berikutnya berjudul: Mengasihi tanpa Pamrih)

DOA
Bapa, mampukan aku untuk selalu dapat mengasihi sesama dengan kasih-Mu. Memiliki kepedulian, menolong, memotivasi, dan selalu mengampuni. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *