Melakukan Hal-hal Yang Besar

 

Fokus Hidup - "Pernahkah kita berimpian melakukan hal-hal yang besar bersama Tuhan? bagaimana caranya? Simak renungan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, mohon dibagikan ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini."

 

Bacaan ayat: Markus 4:35-41
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita 
bertolak ke seberang." (ayat 35)

Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta 
dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga 
menyertai Dia. (ayat 36)

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk 
ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. (ayat 37)

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya 
membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita 
binasa?" (ayat 38)

Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" 
Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. (ayat 39)

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak 
percaya?" (ayat 40)

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan 
orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?" (ayat 41)

 

Pernahkah kita menginginkan hal-hal yang besar terjadi dalam hidup kita? Semua orang pasti ingin melihat perkara besar yang Tuhan lakukan dalam hidupnya. Namun, tidak banyak orang yang mengalaminya.

Sebab, untuk melihat perbuatan Tuhan yang ajaib dan spektakuler, maka kita juga harus melewati situasi yang sebanding pula, bahkan situasi tersebut dapat menggoncang iman dan bisa mengancam nyawa kita.

Kategori hal-hal yang besar, bagi setiap orang itu relatif dan sesuai dengan sudut pandangnya. Contoh, bagi ahli matematika 1x1 sangat mudah untuk menjawabnya dan hal itu adalah hal yang sangat biasa, tetapi tidak bagi anak TK Play Group, jika anak tersebut dapat menjawabnya tanpa diajarkan terlebih dahulu, hal itu adalah luar biasa tentunya.

Bagi seorang yang sehat dan berkecukupan, bisa makan enak dan sepuasnya adalah hal yang biasa, tetapi bagi yang sakit maupun berkekurangan, bisa makan saja adalah hal yang luar biasa.

Baca juga: Keluar Dari Kekhawatiran

Banyak lagi contoh lainnya bahwa hal-hal yang besar itu relatif. Namun, hal-hal besar yang dimaksud adalah seseorang memperoleh pertolongan dari Tuhan yang ajaib menurut kehendakNya.

Kita dapat melihat mujizat Tuhan di dalam hidup kita, kapan pun dan di mana pun, sebab Tuhan ingin menyatakan kemuliaanNya bagi kita. Tetapi pertanyaannya, bagaimana seseorang dapat melakukan hal-hal yang besar bersama Yesus?

Pelayanan Tuhan Yesus selama 3,5 tahun di dunia ini disertai dengan hal-hal besar dan spektakuler yang dilakukanNya, maka banyak orang berbondong-bondong mengikut Dia untuk mendengarkan ajaranNya dan ingin melihat mujizat. Namun akhirnya banyak orang yang mundur dan mereka juga yang menginginkan Yesus disalibkan (Mat 21:8-11; bnd Luk 23:21).

Di masa kini, ada banyak orang Kristen yang mundur dari imannya karena berbagai alasan, termasuk kecewa karena tidak melihat perkara besar dari Tuhan sesuai dengan yang diinginkannya. Memang, untuk mencapai sukses atau keberhasilan harus disertai dengan keinginan untuk belajar, ketekunan, dan kerja keras.

Tetapi di sisi lain, juga harus melibatkan Tuhan dalam segala persoalan dan berani menghadapi tantangan, agar kita juga dapat melihat hal-hal yang besar dari Tuhan sehubungan dengan impian dan pelayanan kita bagiNya.

Rahasia untuk melakukan hal-hal besar bersama Tuhan adalah kita harus "bertolak ke seberang," yakni bersedia menghadapi situasi dan tantangan yang besar dengan iman.

Setelah Tuhan Yesus melayani, pada waktu petang itu Ia menyuruh murid-murid untuk bertolak ke seberang. Tuhan Yesus tentu tahu bahwa di tengah danau akan ada taufan yang dahsyat dan ombak yang besar.

Baca juga: Pakaian Bekas yang Bernilai

Situasi yang ada dapat mengancam nyawa murid-muridNya, tetapi Ia tidak menggagalkan perjalananNya. Mengapa demikian? Sebab di seberang danau, di daerah orang Gerasa, Tuhan Yesus akan melakukan perkara yang besar, yakni melepaskan seseorang dari cengkeraman kuasa kegelapan (Mrk 5:1-20).

DOA
Bapa sorgawi, ajarku untuk berani bertolak lebih dalam dan memiliki iman yang besar agar  melihat hal-hal besar dari Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *