Kiat Si Bodoh yang Jadi Miliarder (1 Tawarikh 4:9-10; Ams:17-18)

Fokus Hidup  –  “orang sukses sukses? Benarkah seorang yang bodoh bisa sukses bahkan jadi miliarder? Simak renungan kata  Kiat Si Bodoh Yang Jadi Miliarder ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikanlah ke Media Sosial (Facebook, Twitter, Google+, dll .) Anda, agar banyak orang yang juga dikuatkan. “  

Bodoh, mungkin adalah kata yang pantas diucapkan terhadap mereka yang lemah intelektual dan lamban untuk mengerti. Orang seperti ini sering mengatakan tidak akan sukses, bahkan hidup dalam kemiskinan.

Stigma itu sering digunakan oleh masyarakat umum terhadap mereka yang dianggap bodoh. Itulah sih, orang yang merasa dirinya bodoh, tidak bisa keluar dari kebodohannya.

Sebenarnya, yang menentukan kita bernasib baik dan buruk adalah kita, cuma Tuhan. Tuhan menghendaki kita hidup di jalanNya dan menerima janjiNya. Ia selalu memberikan kesempatan demi kesempatan untuk kita meraih berkatNya.

Baca Juga:  Berkarya di Usia Senja

Kita tentunya akan terpukau jika orang yang sedang bermain bodoh menjadi miliarder. “Si bodoh yang menjadi miliarder”, dialah Adam Kho, lahir 8 April 1974, di Singapura.

Di usia 12 tahun, ia disebut orang yang malas, bodoh, terbelakang, dan tidak ada harapan. Stigma ini bermula semasa SD, ia bercerita bodoh oleh guru gurunya. Karena frustrasi disebut anak bodoh, ia menghabiskan waktunya untuk bermain game dan tonton TV, bahkan baru sekali rendah.

Dia pernah dikeluarkan dari sekolah saat di kelas tiga SD dan pindah di sekolah terburuk di Singapura.

Bahkan, saat masuk SMP, ia ditolak enam sekolah terbaik. Akhirnya, ia masuk di sekolah terburuk tempat anak-anak bodoh. Dari 160 siswa seangkatannya, ia masuk peringkat 10 terbawah.

Bahkan, guru matematikanya pernah bertanya kepada ibu, Kenapa di SMP kelas satu, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas empat SD?” Namun, orang tuanya percaya bahwa Adam anak yang cerdas.

Apa yang dipercaya oleh orang tuanya menjadi bintang, Adam yang sangat bodoh akhirnya berubah.

Di usia 13 tahun, ia mengakui hal tersebut selama ini dengan stigma negatif orang sekitarnya, yaitu “ia anak bodoh”. Ia berhenti bermain game, mulai belajar, dan membuat target.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Adam Khoo membukukan tujuan , yaitu harus diberi nilai A. Ia yakin dia akan lolos di SMA terbaik Victoria Junior College, di Singapura.

Bahkan, dia yakin akan diterima di National University of Singapore.

Mendengar targetnya, teman-teman menertawakannya. Namun, Impiannya mencapai dan di usia 26 tahun, Adam Khoo telah memiliki empat bisnis dengan jumlah total omzet per tahun US $ 20 juta. Ia adalah pelatih tingkat nasional di Singapura.

Baca Juga:  Sukses dengan Cara yang Benar

Kiat sukses Adam Khoo buatan target, memiliki tujuan yang jelas, begitulah sedang mencapai tujuannya, dan memiliki strategi yang tepat untuk belajar.

Tuhan menciptakan kita di dunia ini bukan tanpa tujuan. Kita bisa meraih impian kita walaupun orang lain menganggap kita bodoh dan tidak mampu. Asalkan kita melibatkan Tuhan, terus belajar, tekun, dan penuh semangat maka kita akan melihat hasilnya.

Tuhan menghendaki kita meraih berkatNya, karena itu jangan pernah menyerah!

 

DOA

Bapa, aku penuh aku selalu penuh dengan stigma negatif, mampukan aku untuk bisa membuat perubahan yang baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.



(Renungan ini adalah tulisan asli penulis dan sudah dimuat dalam Renungan Harian Manna Sorgawi, No. 214 Tahun XVIII)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *