Fokus Hidup"Bila Tuhan menjadi nomor satu, kefanaan takkan mampu mengikat!!!"

Ketaatan Menghancurkan Tembok


Fokus Hidup - "Apa yang menjadi masalah kita saat ini? Mungkin kita berpikir tidak ada lagi jalan keluar. Benarkah? Jika Anda merasa diberkati melalui renungan yang berjudul Ketaatan Menghancurkan Tembok ini, bagikanlah ke media sosial (Facebook, Twitter, Google+, dll. ) Anda, agar ada banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini. "

 

 

Bacaan ayat: (Yosua 6:1-27)

Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: 
"Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu! (ayat 16)

Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, 
perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam 
rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh. (ayat 17)

Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya 
jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya 
dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya. (ayat 18)

Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu 
akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN." (ayat 19)

Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi 
sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka 
memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. (ayat 20)

Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun 
perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai. (ayat 21)
Yosua 6:16-21

 

Kisah tentang runtuhnya tembok Yerikho dianggap sebagai cerita dongeng oleh para pengkritik Alkitab. Hal ini, tentu bisa mempengaruhi iman, sehingga sebagian orang Kristen meragukan Alkitab. Namun, sanggahan para pengkritik dapat diabaikan dengan adanya bukti sejarah.

Pada tahun 1931, seorang arkeolog, yang bernama John Garstang menemukan r isi tembok Yerikho.

Melalui penemuan itu, terbukti benteng Yerikho itu pernah ada dan terdiri dari dua lapis tembok. Tembok luar tebalnya 6 kaki atau 1,8 meter. Tembok dalam tebalnya 12 kaki atau 3,6 meter.

Baca juga: Menikmati Hidup Bersama Tuhan

Jarak antara tembok luar dan tembok dalam adalah 12-15 kaki atau 3-6 meter. Sedang, tinggi tembok adalah 30 kaki atau 9 meter.

Berdasarkan ukuran tersebut, ternyata temboknya sangat tebal, kuat, tinggi, dan kokoh, tidak mungkin hancur jika hanya dengan ribuan suara sangkakala dan teriakan atau sorak sorai orang banyak, tentu diperlukan alat untuk menghancurkannya.

Akan tetapi, tembok Yerikho hancur tanpa menggunakan alat khusus, melainkan oleh ketaatan bangsa Israel, dibawah kepemimpinan Yosua.

Nama Yosua adalah Hosea Bin Nun, namun Musa menamainya Yosua (Bil. 13:16). Sejak usia muda, Yosua telah mendedikasikan dirinya untuk menjadi abdi Musa. Ia yang menggantikan Musa dan memimpin Bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan.

Dalam mengemban tugas baru, Yosua memulai kepemimpinannya dengan keteguhan hati dan ketaatan. Iman yang dibangun di dalam dirinya dilandaskan oleh ketaatan, sehingga ia dapat melakukan perkara besar bersama Tuhan. Diantaranya, runtuhnya tembok Yerikho dibawah kepemimpinannya.

Tuhan berfirman kepada Yosua bahwa Yerikho akan diserahkan kepada bangsa Israel, namun problem yang dihadapi, negeri yang akan diserahkan, dihalangi oleh tembok yang kokoh seperti yang dijelaskan di atas.

Di luar logika, Tuhan menyuruh Yosua dan bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho tujuh kali dalam waktu tujuh hari. Selama 6 hari 1 kali mengelilinginya, sedangkan di hari ketujuh haruslah mengelilingi selama tujuh kali.

Pada hari terakhir dan pada putaran terakhir, seluruh bangsa Israel bersorak sorai. Alhasil, tembok Yerikho runtuh. Mengapa demikian? Apakah karena efek suara?

Baca juga: KebangkitanNya Memberi Hidup

Runtuhnya tembok ini, tentu karena kuasa Tuhan. Dia yang berkarya jadi tembok Yerikho hancur. Namun, tidak terlepas dari tindakan ketaatan Yosua. Ketaatan Yosua dan bangsa Israel kepada Tuhan mendatangkan kuasa-Nya.

Demikian juga kita, agar bisa melihat kuasa Tuhan yang ajaib, dibutuhkan iman yang disertai dengan ketaatan.

Ketaatan yang dilandaskan oleh iman yang teguh mendisian kuasa Tuhan. Ketaatan pula yang bisa membawa kita pada rencana Tuhan yang indah. Tembok apa yang kita buat untuk kemenangan rohani? Milikilah ketaatan.

 

DOA
Bapa sorgawi, mampukan aku untuk melihat rencanaMu di setiap masalah yang kuhadapi, jadi aku tetap berserah kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!