Keluarkan Dahulu Balok di Mata

Fokus Hidup - "Banyak orang merasa dirinya benar atau lebih baik dari orang lain. Sebelum menghakimi, keluarkan dahulu balok di mata. Simak renungan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikanlah ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini."

 

Bacaan ayat: Lukas 6:41-42
Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu
sendiri tidak engkau ketahui? (ayat 41)

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar 
yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang 
munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk 
mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. (ayat 42)

 

Seorang pemuda yang dulunya rajin beribadah dan semangat melayani kolektan, usher, atau apa saja yang dipercayakan, belakangan sudah tidak lagi melayani di gereja dan sudah tidak pernah lagi beribadah.

Penasaran, seseorang bertanya kepadanya, "Mengapa kamu sudah tidak lagi beribadah, apa yang membuat kamu malas ke gereja?" Ia pun menjawab, "Saya malas beribadah, karena ada sebagian orang yang selalu menggosipkan masa lalu saya dan menjelek-jelekkan."

Baca juga: Perkataan Bisa Menjadi Jerat

Mungkin masa lalunya kurang baik dan menurutnya tidaklah patut diumbar, sehingga hal itu membuat ia merasa malu dan kecewa. Usia pertobatannya yang mungkin masih seumur jagung membuat ia cepat menjadi kecewa, benci, dan terhilang.

Sebenarnya, masa lalu kita atau seseorang, sejelek apapun itu atau sebesar apapun aib masa lalu, jika kita datang kepada Tuhan dan mengaku dosa, maka Tuhan akan mengampuni kita dan menjadikan kita berkenan bagi-Nya. Tetapi ada orang-orang yang suka menghakimi, bersikap "sok kudus", atau merasa dirinya lebih benar dari orang lain.

Mereka tidak melihat bahwa mereka juga berdosa dan berpotensi melakukan dosa jika tidak berjaga-jaga dan hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Orang-orang seperti ini ada juga di gereja.

Sikap mereka tersebut terbungkus rapi dengan penampilan indah sewaktu melayani Tuhan di mimbar, tetapi hati siapa yang tahu. Mereka sering menjadi batu sandungan bagi yang lainnya.

Mengapa ada orang-orang seperti itu di gereja? Gereja adalah tempat orang berdosa, dan bisa disebut sebagai bengkel moral dan rohani manusia.

Sebab di gerejalah kita mendengar Firman, dan melalui Firman Tuhan yang kita dengar, kita diingatkan, ditegur, dan Roh Kudus memampukan kita menjadi pelaku Firman. Jadi gereja itu bukan tempat orang suci, termasuk kita.

Semua orang ada di dalamnya, di antaranya orang munafik, pembuat kejahatan, dan juga yang memiliki motivasi yang salah. Dan, gereja tampil untuk membimbing, mendewasakan, menasihati, dan menuntun umat kepada pengenalan yang benar. Tuhan memakai hambaNya, dan sesama warga gereja untuk saling menopang, menguatkan, dan saling melayani.

Tetapi juga Tuhan izinkan ada orang-orang yang membiarkan dirinya menjadi alat Iblis untuk melemahkan orang lain, termasuk menghakimi atau membuat orang lain menjadi lemah iman. Mereka itu, juga menjadi sarana ujian iman bagi kita. Jika kita memiliki kedewasaan iman justru kita naik ke level rohani selanjutnya. Kesetiaan kita diperhitungkan Tuhan.

Baca juga: Milikilah Pengharapan

Terkait menghakimi, jelas Tuhan Yesus mengingatkan kita jangan seperti orang munafik. Terkadang kita suka menilai kesalahan orang lain atau bahkan menghakimi mereka, padahal kita pun tidak lebih baik darinya. Maka, keluarkan dahulu balok di mata kita.

Artinya, introspeksi dahulu diri kita, layakkah kita menghakimi ataukah kita lebih baik darinya? Hal ini penting, agar kita sadar akan kelemahan kita dan akhirnya kita pun dapat mengasihi.

DOA
Bapa sorgawi, ajarku selalu melihat keberadaanku sebagai manusia terbatas, agar aku tidak menghakimi dan tidak menjadi batu sandungan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *