Keluar Dari Kekuatiran

 

Fokus Hidup - "Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang merasa kuatir bahkan hidup dalam ketakutan. Bagaimana caranya keluar dari kekuatiran? Simak renungan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikanlah ke sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar ada banyak yang juga dikuatkan melalui renungan ini."

Bacaan ayat: Matius 6:25-34
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? (ayat 25)
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (ayat 26)
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (ayat 27)
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, (ayat 28)
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. (ayat 29)
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam
api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (ayat 30)
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? (ayat 31)
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. (ayat 32)
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (ayat 33)

Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (ayat 34)

 

Khawatir atau kuatir adalah takut, gelisah, atau cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi. Rasa takut atau khawatir dimulai sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Mereka bersembunyi karena takut bertemu dengan Tuhan, sebab mereka telah berdosa.

Sejak itu, semua orang memiliki rasa khawatir, takut, cemas, atau gelisah.

Dalam nats ini, Jika diperhatikan dengan seksama, ada tiga jenis kekhawatiran yang dimiliki oleh setiap orang.

Baca juga: Menggunakan Kesempatan

Kuatir akan kebutuhan hidup. Manusia cenderung khawatir akan kebutuhan hidup, seperti makanan minuman, dan pakaian. Oleh karena itu, Tuhan Yesus memberikan suatu perumpamaan yang gamblang.

Burung-burung di udara tidak menabur dan menuai tetapi diberi makan oleh Tuhan, apalagi manusia yang berharga di mataNya.

Bunga bakung di ladang tanpa bekerja dan memintal tetapi didandani oleh Tuhan sebegitu indahnya, apalagi manusia yang dikasihiNya. Tuhan ingin agar manusia jangan khawatir akan hidup ini, sebab ia akan memperoleh pemeliharan Tuhan apabila percaya sepenuhnya.

Kuaatir akan kemiskinan. Kata "karena itu" dalam nats ini, ada keterkaitannya dengan ayat-ayat sebelumnya (Mat 6:19-24). Kata tersebut merupakan bentuk "suatu alasan atau sebab dari suatu akibat". Apa sebab dan akibatnya? Tuhan Yesus mengatakan, bahwa janganlah mengumpulkan harta di bumi, tetapi kumpulkan harta di sorga karena bersifat kekal dan tidak akan hilang atau dicuri.

Selain itu, manusia tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, yakni kepada Tuhan dan mamon atau harta benda. Manusia harus waspada dengan harta dan kekayaan dunia agar tidak terfokus atau berorientasi padanya. Sebab, dimana hartanya berada, disitulah hatinya.

Terpaut dengan harta benda yang fana menunjukkan sebagai akibat dari sebab khawatir. Oleh sebab kekhawatiran, banyak orang mencari dan mengumpulkan harta di dunia ini dengan giat, agar tidak mengalami kemiskinan.

Mereka berusaha untuk terus mengumpulkan harta kekayaannya, hingga terlupa akan Tuhan (Luk 12:16-21).

Khawatir akan masa depan. Setiap orang pasti ingin memperoleh kepastian akan masa depan. Sukses, berhasil, dan bahagia adalah impian semua orang. Tetapi, banyak orang memiliki kekuatiran yang berlebihan, akhirnya mengalami stres, depresi, kecewa, dan tertekan yang akhirnya dapat menimbulkan penyakit, gangguan mental, dan atau bunuh diri.

Baca juga: Kepulangan Yang Tidak Diharapkan

Jika kita sakit dan berobat ke dokter, seringkali dokter mengatakan jangan stres atau jangan terlalu dipikirkan agar cepat sembuh. Oleh karena itu, Tuhan Yesus katakan, kesusahan sehari untuk sehari, hari esok memiliki kesusahannya sendiri.

Agar kita dapat mengatasi atau keluar dari kekhawatiran, sebaiknya serahkanlah kekuatiran kita kepadaNya, dan carilah kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Maka, semuanya akan ditambahkan, yaitu yang berkaitan dengan kebutuhan, berkat, dan keberhasilan.

DOA
Bapa, aku sering khawatir di hidup ini, namun ajarilah aku untuk percaya kepadaMu dengan segenap hati. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *