Inisiatif Merespons Panggilan Tuhan

 

Fokus Hidup - "Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, ada salah satu tokoh yang memiliki inisiatif merespons panggilan Tuhan. Simak renungan ini dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, mohon dibagikan ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar banyak orang yang juga dikuatkan melalui renungan ini."

 

 

 

Bacaan ayat: Yesaya 6:1-8
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang,
dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. (ayat 1)

Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai 
untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai 
untuk melayang-layang. (ayat 2)

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, 
seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" (ayat 3)

Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun 
penuhlah dengan asap. (ayat 4)

Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal 
di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN 
semesta alam." (ayat 5)

Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang 
diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. (ayat 6)

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka
kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." (ayat 7)

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi 
untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (ayat 8)

 

Manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih jalan hidup, jodoh, pekerjaan, dan sebagainya. Begitu juga dalam hal iman, ia bebas memilih kepada siapa ia percaya dan bergantung harap. Pilihan yang benar seseorang dapat menguntungkannya, tetapi pilihan yang salah dapat membinasakannya.

Karena itu, kita seharusnya selalu menaikkan syukur kepada Tuhan apabila kita percaya pada Tuhan Yesus, sebab kita mendapatkan jaminan keselamatan kekal di dalam Dia.

Sebagai orang percaya yang telah mendapatkan anugerah keselamatan dari Kristus, kita juga mendapatkan kesempatan untuk melayani Dia, bahkan Tuhan menghendaki kita melayaniNya. Ada banyak jenis pelayanan yang bisa kita lakukan untuk Tuhan apabila kita bersedia melayani Dia.

Namun, terkadang banyak orang tidak mau melayani karena alasan usia, tidak layak, dan tidak memiliki kemampuan dalam melayani.

Baca juga: Merdeka di Dalam Kristus

Padahal, Tuhan yang melayakkan kita dan akan memperlengkapi kita dengan talenta dan karunia. Memang, talenta dan karunia harus terus dikembangkan dan dipertajam agar semakin profesional dan berkualitas, tetapi kita pun harus bersedia dan mau melayani Tuhan.

Tidak ada kata tidak bisa jika kita mau dan terus mengembangkan diri. Yang perlu kita lakukan adalah inisiatif merespons panggilan Tuhan dalam pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita melalui pemimpin rohani atau gereja.

Dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama, ada salah satu tokoh yang memiliki inisiatif dalam merespons panggilan Tuhan. Dialah Nabi Yesaya. Setelah Yesaya mengalami kepenatan dalam melayani Tuhan pada masa raja Uzia masih hidup (Yes 1:1), ia pun mengalami kemunduran iman. Mengapa? Sebab ia memperingatkan bangsa Israel untuk kembali ke jalan Tuhan, tetapi mereka tidak mendengarkannya.

Mungkin saja Yesaya mulai kendur dalam memberitakan kebenaran, sehingga Tuhan kembali meneguhkan panggilanNya pada tahun matinya raja Uzia (Yes 6:1). Pengalaman spiritual membangkitkan Yesaya sehingga ia bersemangat kembali.

Dalam penglihatannya, Tuhan bertanya kepadanya "... Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? ...." Jawab Yesaya, "... ini aku, utuslah aku."

Baca juga: Mengasihi Tuhan Tanpa Syarat

Di sinilah letak inisiatif Yesaya dalam merespons panggilanNya. Ia tidak tawar menawar dengan Tuhan perihal keterbatasannya. Yesaya bersedia dipakai Tuhan meski harus kembali menyampaikan kebenaran kepada mereka yang menolak kebenaran itu sampai pada waktu penghukuman Tuhan terjadi terhadap bangsa Israel (Yes 6:9-13).

 

Yang seharusnya dilakukan ketika kita mendapatkan kepercayaan dalam melayani Tuhan di gereja atau persekutuan, yakni berinisiatiflah mengambil kesempatan itu dan lakukan tanggung jawab dengan baik. Jangan pernah menunda dan menolak apabila kita mendapat kesempatan melayani Dia, sebab ada upah bernilai sorgawi yang akan kita terima.

 

DOA
Bapa sorgawi, saya menyadari bahwa saya terbatas dalam melayani Engkau tetapi biarlah saya memiliki inisiatif meresponi panggilanMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *