Berkarya di Usia Senja



Fokus Hidup - "Kebanyakan orang menjadi patah arang dan tidak mau lagi berusaha, karena berpikir ia tidak akan sukses, apalagi di usia senja. Benarkah? Simak renungan Berkarya di Usia Senja ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, bagikan ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda."

Bacaan ayat: Kolose 3:23; Markus 12:30

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan 
untuk manusia.
(Kolose 3:23)

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap 
akal budimu dan dengan segenap  kekuatanmu.
(Markus( 12:30)

 

Usia muda dianggap sebagai syarat untuk meraih sukses dalam hal finansial, studi, dan kepemimpinan. Perspektif manusia pada umumnya adalah jika sudah tua tidak mungkin lagi mampu menempuh studi, mengembangkan usaha, dan memimpin. Maka, muncullah istilah pendelegasian.

Namun fakta mengejutkan, ada juga orang-orang yang sukses di usia senja. Di usia mereka yang menjelang tua dan seolah-olah tidak produktif lagi, ternyata dapat berkarya. Memang, orang muda punya kesempatan besar untuk sukses, tetapi orang yang memasuki usia senja pun dapat meraih keberhasilan, baik studi, dunia usaha, maupun kepemimpinan.

Baca juga: Tidak Terpaku Oleh Keterbatasan

Seorang kakek bernama Zhang Renpeng meraih gelar sarjana di usia 84 tahun di Institut Pendidikan jasmani Wuhan, China. Kakek ini dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan penuh semangat, ia selalu datang paling dahulu dan pulang paling terakhir di kelas. Ada  juga seorang Nenek berumur 94 tahun, Hazel Soares meraih gelar sarjana di Mills College.

Selain itu, Nola Ochs berusia 95 tahun, menempati posisi pertama sebagai orang tertua yang lulus dari Fort Hays State University. Usia tidak dapat membungkam mereka untuk terus belajar. Walau usia menjadi tua, semangat belajar tak pupus padam.

Dalam dunia usaha, sukses juga tidak mengenal usia. Ada beberapa tokoh terkaya di dunia yang memulai bisnisnya menjelang usia senja. Leo Goodwin adalah anak dari seorang dokter. Ia memulai kariernya sebagai seorang akuntan di San Antonio, Texas. Setelah bekerja keras mengumpulkan uang, di usia 40 tahun, ia mendirikan Geico.

Ada juga seorang pria yang dahulunya penjual mesin susu keliling, Ray Kroc adalah pemilik McDonald. Di usia yang ke 52 tahun, ia memulai bisnis bersama Maurice dan Richard McDonald. Kemudian, Ray membeli McDonald Corporation dan mengembangkannya. Harland David Sanders pernah menjadi petani, kru pesawat, agen asuransi, bahkan pemadam kebakaran.

Ia selalu dipecat dari pekerjaannya namun di usia 65 tahun, ia mendirikan restoran makanan cepat saji, “Kentucky Fried Chicken.” Usia juga tidak dapat memadamkan kemampuan kepemimpinan seseorang. Nelson Mandela adalah seorang tahanan politik terlama di dunia, namun ia menjadi presiden Afrika Selatan ketika berusia 76 tahun.

Begitu juga Ronald Reagen menjadi presiden Amerika di usia ke 72 tahun. Dan, ada juga beberapa orang yang sudah berusia senja yang memperoleh kesempatan menjadi pemimpin.

Baca juga: Manusia Separuh Badan

Hal ini tentunya mengingatkan kita kepada Musa. Ia dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir di usia 80 tahun (Kis 7:22-37). Demikian juga Kaleb, di usia 85 tahun ia mampu merebut Hebron (Yos 14:10-11).

Usia bukanlah suatu alasan untuk kita berhenti belajar, berbisnis, dan memimpin. Jika kita melibatkan Tuhan, di usia yang tidak produktif pun, kita mampu berkarya. Tetaplah berkarya di usia kita saat ini, baik masih usia muda maupun menjelang usia tua. Tidak ada salahnya kita mencoba dan terus berusaha.

DOA
Bapa, ajarku mengerti kehendakMu seumur hidupku agar di usia senja pun, aku tetap berkarya bagiMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *