Fokus Hidup"Bila Tuhan menjadi nomor satu, kefanaan takkan mampu mengikat!!!"

5 FAKTA YESUS BENAR-BENAR MATI DISALIBKAN DI ATAS KAYU SALIB

Fokus Hidup - "Benarkah Tuhan Yesus benar-benar mati di atas kayu salib? Sebagian orang meragukan atau tidak percaya bahwa Yesus mati disalibkan di atas kayu salib. Karena itu, artikel 5 fakta Yesus benar-benar mati disalibkan di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia, ditulis sebagai upaya untuk menjawab hal ini."

 

Beberapa argumen yang menolak bahwa Yesus tidak mati disalibkan. Pertama, ada yang beranggapan bahwa bukan Yesus yang mati atau disalibkan, melainkan orang lain. Misalnya, pandangan injil Barnabas yang menyatakan bahwa yang disalibkan bukan Yesus, melainkan Yudas Iskariot, sedangkan Yesus sendiri diangkat ke surga.

Kedua, ada juga yang beranggapan bahwa Yesus tidaklah mati, sebab Dia adalah Allah. Mana mungkin Dia mati kalau Dia adalah Allah. Ini adalah rekayasa, kisah yang dibuat-buat. Mana ada Allah bisa menjadi manusia, memperanakkan dan beranak, bahkan mati hanya untuk menebus dosa manusia. Bukankah dunia akan berakhir jika Allah mati?

Ketiga, ada juga yang beranggapan bahwa kisah Tuhan Yesus yang mati 2000 tahun yang lalu, hanyalah kisah bohongan atau isapan jempol belaka. Tidak ada bukti atau fakta yang kuat menjelaskan hal ini, apalagi kisah penyaliban Tuhan Yesus. Orang Kristen dianggap hanya meyakini sesuatu yang bukan kebenaran namun dianggap sebagai kebenaran. Pandangan ini beranggapan “God Is Dead.”

Baca juga: 7 ALASAN YESUS HARUS MATI BAGI DUNIA, YANG PERLU ANDA KETAHUI

Sehebat apa pun seseorang berdalih atau menyanggah kebenaran bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib, tetap saja mereka tidak bisa menghapus atau menghilangkan fakta atau bukti yang akurat mengenai kematian Kristus.

Jika menelaah dengan seksama, paling tidak kita akan menemukan 5 bukti atau fakta Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Berikut penjelasan 5 bukti atau fakta Yesus benar-benar mati di atas kayu salib.

 5 fakta atau bukti Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia

1. Berdasarkan Fakta Alkitab

Fakta pertama yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya adalah Alkitab. Sudah sekian banyak orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus menolak dengan keras Injil kebenaran dari abad ke abad, tetapi tetap saja Alkitab tetap eksis atau tetap ada. Sejak gereja mula-mula, awal Alkitab dikanonkan, bahkan hingga detik ini, Alkitab masih digunakan.

Hebatnya, Alkitab sudah tersedia dalam ribuan bahasa. Bukan hal sulit lagi bagi seseorang untuk mengerti Alkitab, sebab selain sudah dipermudah dengan terjemahan bahasa masyarakat setempat, juga ada banyak buku yang bisa menjelaskan isi Alkitab yang mungkin kurang kita pahami, bahkan ada banyak pengajar Kristen yang selalu berusaha menjelaskan isi Alkitab seutuhnya.

Meski sudah sekian banyak orang yang menyanggah, menolak, maupun menganiaya orang Kristen, tetapi ternyata tidak bisa menghentikan lajunya perkembangan terjemahan Alkitab. Mereka tidak bisa membungkam kebenaran Alkitab yang terus terdengar hingga saat ini.

Jangankan isi dari Alkitab, bentuk bukunya saja atau penyebaran Alkitab di seluruh dunia pun tidak bisa dihentikan. Mengapa? Ada banyak buku-buku yang ditulis puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu, kini tidak lagi terpakai dan menjadi usang. Bahkan hanya menjadi barang pajangan di museum tertentu.

Banyak yang sudah tidak terpakai, tidak up to date, sudah tertinggal jauh dbanding perkembangan zaman di era teknologi yang modern ini. Tetapi Alkitab masih saja digunakan, tidak usang, terus diperbanyak, dan tersedia di negara-negara yang ada di muka bumi ini, termasuk dalam terjemahan nasional.

Sampai detik ini, Alkitab masih menjadi jawaban dan kekuatan bagi orang percaya untuk menghadapi tantangan zaman. Dengan kata lain, Alkitab masih relevan di zaman ini dan di masa yang akan datang.

Kenyataannya, Alkitab menjadi satu-satunya buku yang tetap ada, tetap digunakan, dan menjadi pedoman hidup orang percaya. Sebab “pemberitaan tentang kematian Yesus atau Yesus mati di atas kayu salib adalah riil, nyata, dan merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri atau diabaikan oleh siapa pun, termasuk para penentangnya.”

Lantas apa kaitannya Alkitab yang tidak pernah terhilang atau terhenti peredarannya dengan fakta bahwa Yesus benar-benar mati disalibkan di atas kayu salib? Perlu kita ketahui, bahwa inti dari isi atau pemberitaan Alkitab, yang utama adalah Alkitab mengangkat fakta atau bukti bahwa Yesus benar-benar mati di Atas kayu salib.

Kisah penyaliban-Nya terdapat di dalam Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Sedangkan Perjanjian Lama, menjelaskan secara detil akan kedatangan Mesias di bumi ini, untuk mati di atas kayu salib menebus dosa manusia. Selanjutnya, gereja yang dimulai 12 Murid Yesus, resmi terbentuk setelah Kristus naik ke Sorga, di awali dengan pencurahan Roh Kudus dan 3000 jiwa dibaptis.

Apa yang diberitakan para Rasul? Tentu tentang kuasa kematian dan kuasa kebangkitan-Nya. Begitu juga dengan surat-surat Paulus dan surat rasul lainnya, termasuk surat Yudas, selain memberitakan bahwa Kristus telah mati bagi dunia, orang percaya juga diajarkan untuk menghargai pengorbanan Kristus dengan cara hidup sesuai dengan Firman Tuhan dan menjadi serupa dengan Kristus.

Maksud serupa dengan Kristus, yakni dalam hal karakter, kesetiaan, dan iman yang terus diperbaharui melalui proses hidup, sehingga berangsur-angsur menjadi sempurna atau pada akhirnya menjadi dewasa rohani hingga di akhir hidup.

Fakta atau bukti kuat yang tidak pernah bisa dihilangkan atau tidak bisa menjadi usang bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib, sebagaimana dijelaskan di atas, tentu adalah Alkitab. Jelaslah, Alkitab adalah sebagai bukti yang kuat atau tak terbantahkan bahwa Yesus benar-benar mati atau pernah mati disalibkan di atas kayu salib.

Ilmu pengetahuan boleh canggih, kepintaran manusia boleh semakin hebat, dan kehidupan boleh semakin modern, tetapi Firman Allah tidak pernah berubah, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Karena itu, bila kita masih meragukan kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, jangan keraskan hati kita.

Milikilah hati yang mau percaya dengan sungguh-sungguh, sebab Alkitab merupakan salah satu bukti terkuat bahwa Yesus benar-benar mati menebus dosa manusia, sehingga kita menjadi anak-anak Allah dan beroleh hidup kekal.

Dan Alkitab adalah sumber kebenaran yang utuh, yang harus kita percayai, pelajari, dan menjadi pelita untuk membimbing dan menuntun langkah kita dalam menyelesaikan pertandingan iman dengan tuntas, sehingga berakhir dengan kemenangan.

 5 fakta atau bukti Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia

2. Berdasarkan Fakta Nubuat

Fakta kedua yang tidak kalah penting adalah fakta nubuat tentang Mesias atau mengenai nubuat kematian dan kebangkitan Kristus sebagai pembebas umat-Nya. Memang fakta ini terkesan berpihak kepada Alkitab sebab berbicara nubuat tentang Mesias, berarti berbicara tentang Perjanjian Lama.

Namun, kita tidak bisa mengabaikan sejarah Yahudi yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah dunia. Perjanjian Lama memang adalah bagian dari Alkitab, tetapi jangan lupa, Perjanjian Lama juga adalah bagian dari sejarah Bangsa Israel.

Kita perlu memahami bahwa PL adalah konstelasi sejarah Yahudi. Murni di dalam PL yang menjadi Firman Allah (Alkitab), memuat sejarah Yahudi yang dimulai dari kejatuhan manusia, pemilihan Abraham yang adalah Bapa orang beriman, lahirnya Bangsa Israel dari keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub, pemberian dan pemberlakuan Hukum Taurat.

Bangsa Israel di masa pembuangan atau di masa penghukuman Tuhan, hingga janji pemulihan yang dinantikan mengenai kedatangan Mesias. Tuhan memakai Nabi-Nabi Israel untuk menyampaikan tentang Mesias yang dijanjikan Tuhan untuk membebaskan umat-Nya.

Fakta Nubuat berdasarkan sejarah Bangsa Israel yang tertulis dalam PL, yakni akan datang Sang Mesias (Ibr: Mashiach, Ing: Messiah, Yun: Christos) atau “Yang Diurapi”.

Mesias yang dijanjikan menurut pandangan Yahudi merupakan sosok yang menjadi Juruselamat, membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan, mengumpulkan kembali bangsa Israel dari segala penjuru bumi, memimpin pada penyembahan kepada Tuhan yang benar, membawa era perdamaian, dan mendirikan kerajaan Israel Raya sesuai dengan janji Tuhan yang tercatat dalam Kej 15:18-21.

Berdasarkan konsep tersebut, orang Yahudi beranggapan bahwa Mesias yang dijanjikan itu, lebih besar dari Musa sebagai Pembebas, lebih besar dari Daud sebagai Raja, lebih besar dari Harun sebagai Imam, dan lebih besar dari Elia sebagai Nabi.

Dengan kata lain, bagi Yahudi, Mesias adalah manusia super dibanding semua manusia di bumi. Karena itu, tidak heran kalau orang Yahudi menolak Yesus sebagai Mesias hingga menyalibkan Dia (Mat 13:57; Mrk 15:12-14).

Berdasarkan nubuatan dalam PL, ada begitu banyak nubuat tentang Mesias itu, diantaranya wujud-Nya "Anak Manusia", Raja Kekal dari keturunan Daud (2 Sam 7:13,Yes 11:1-16) digenapi oleh Yesus yang adalah keturunan Daud baik dari Yusuf (Mat 1:1-17) maupun Maria (Luk 3:23-38),

Mikha menubuatkan Mesias lahir di Betlehem ( Mi. 5:1-3) digenapi Yesus (Mat 2:1), Mesias dilahirkan oleh seorang perawan (Yes 7:14; Mat 1:25), Mesias telah dinubuatkan dipanggil keluar dari Mesir (Hos 11:1) digenapi oleh Yesus (Mat 2:13).

Nubuatan terkait Kematian Kristus yang tentu menjadi bukti yang akurat, bahwa Yesus benar-benar mati di Kayu Salib untuk menebus dosa manusia, ialah dinubuatkan Mesias akan merasakan penderitaan yang berat dan seolah-olah Bapa meninggalkan-Nya (Mzm 22:2).

Hal ini tentu benar adanya dan digenapi oleh Yesus ketika di atas kayu salib, di mana Ia berseru, "Eli, Eli, lama sabakhtani?" (Mat 27:46), Mesias akan dikorbankan menggantikan manusia (Yes 53), Mesias akan bangkit dari kematian (Mzm16:10).

Jelas Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan telah dinubuatkan akan kedatangan-Nya untuk menebus manusia dari kutuk Hukum Taurat (Gal 3:10-14). (Selengkapnya tentang alasan mengapa Tuhan Yesus harus mati di atas kayu salib klik disini)

Tetapi perlu kita ketahui bahwa Mesias atau Tuhan Yesus, wujud-Nya bukan hanya “Anak Manusia” juga adalah Anak Allah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia (Yoh 1:1-14). Rela menanggalkan ke-Allahan-Nya (kenosis) karena kasih-Nya (Yoh 3:16). Jadi, Allah tidak beranak dan memperanakkan, Dia adalah Allah Sang Pencipta, Mahakuasa, Mahakasih, dan Allah yang kekal.

Sebenarnya nubuat tentang Mesias sudah dimulai sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Sebagaimana Tuhan katakan akan mengadakan permusuhan antara keturunan perempuan dan keturunan ular (Kej. 3:15).

Perkataan tersebut, memiliki arti kiasan bahwa perempuan akan meremukkan kepala ular (Iblis) merupakan simbol, bahwa keturunan perempuan (Hawa) akan meremukkan (Ibr: Shuph, Ing: Bruise, Crush) kuasa Iblis, dan Iblis akan meremukkan (juga menggunakan kata Shuph) tumit keturunan perempuan itu.

Dalam penafsirannya, keturunan perempuan itu adalah Kristus, maka nubuat ini digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus. Ketika Kristus memulai pelayanan selama 3,5 tahun, jelas Alkitab menceritakan Kristus melakukan banyak mujizat, mengusir setan, dan memulihkan hidup mereka yang haus dan lapar akan kebenaran.

Tentu hal ini membuat Iblis kocar-kacir dan harus menelan pil pahit kekalahannya. Tetapi Iblis pun berhasil meremukkan tumit Kristus, dengan segala daya upaya dan pikiran piciknya meracuni pikiran pimpinan agama dengan ambisi dan pemahaman yang salah akan nubuat tentang Mesias, sehingga mereka menyalibkan Yesus.

Di sini tumit Tuhan Yesus diremukkan. Tetapi justru melalui kuasa kematian dan kebangkitan Kristus, Iblis dikalahkan.

Jika kita mempelajari penyaliban Kristus atau datang langsung ke Museum Benda-Benda Alkitab, di Kelapa Gading, maka kita akan mendapatkan penjelasan di salah satu counter yang disebut counter sengsara. Counter ini memperlihatkan benda-benda seputar penyaliban Kristus.

Di sana kita akan melihat dan mendapatkan penjelasan bahwa sebenarnya Tuhan Yesus juga di paku di kaki, tepatnya di tumitnya. Hal ini berdasarkan penemuan sejarah penyaliban di zaman Tuhan Yesus melalui penemuan tulang belulang Yehohanan yang ditemukan di sebuah kotak Asuary.

Salah satu film terbaru Tuhan Yesus berjudul “Risen” dibuat berdasarkan penemuan sejarah menampilkan penyaliban Tuhan Yesus, yang dipakukan di tumit-Nya sewaktu Ia disalibkan.

Baca juga: 3 KEHEBATAN KRISTUS DALAM KEDATANGAN-NYA KEDUA KALI

Berdasarkan fakta nubuatan yang dijelaskan di atas menurut PL yang juga adalah sejarah Bangsa Israel, tidak bisa diabaikan. Sejarah Israel (tertulis dalam PL) dengan seutuhnya mengangkat fakta nubuat bahwa Mesias merupakan Juruselamat manusia, yang sebenarnya telah digenapi oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.

Fakta atau bukti Nubuat yang menjadi bagian dari sejarah Bangsa Yahudi ini, tidak bisa diabaikan, bahkan justru menjadi salah satu bukti yang akurat bahwa Yesus benar-benar mati di Atas Kayu Salib menebus dosa manusia.

3. Berdasarkan Fakta Saksi

Fakta yang ketiga adalah fakta saksi. Yang dimaksud dengan fakta saksi ialah bukti atau fakta yang diperoleh melalui saksi mata. Para saksi mata atau orang-orang yang melihat peristiwa penyaliban Tuhan Yesus secara langsung, merupakan bukti kuat bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib. Para saksi mata ini tertulis dalam Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Setelah Tuhan Yesus bangkit, sebagian dari mereka tidak segan-segan atau memiliki keberanian besar untuk menjelaskan kepada banyak orang bahwa Yesus benar-benar mati disalibkan menebus dosa umat manusia. Sebagian saksi mata hanya mengejek Dia pada waktu itu.

Ada begitu banyak saksi mata yang melihat Tuhan Yesus benar-benar mati di atas kayu salib, yang bisa menjadi referensi bagi orang yang meragukan kematian Kristus. Siapakah para saksi mata itu?

Pertama, Simon Kirene. Simon dari Kirene ini, bukan saja melihat langsung betapa beratnya proses penyaliban yang dialami, tetapi ia juga merasakan betapa beratnya memikul salib. Hal ini dikarenakan ia dipaksa untuk memikul salib Kristus (Mat. 27:32; Mrk. 15:21; Luk. 23:26).

Kedua, Perempuan-perempuan Yerusalem. Perempuan-perempuan ini adalah perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Perempuan Yerusalem itu, diantaranya Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Merekalah saksi mata yang melihat Kristus disalibkan (Mat. 27:55-56). Bahkan saksi kebangkitan Kristus pertama kali juga dilihat oleh sebagian perempuan Yerusalem ini, yakni Maria Magdalena dan teman-temannya (Mat. 281).

Ketiga, Kepala Pasukan. Saksi berikut yang melihat Tuhan Yesus benar-benar mati di atas kayu salib adalah kepala pasukan. Ketika Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya dan mati, kepala pasukan itu tersadar dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah” (Mrk. 15:39).

Keempat, Yusuf Orang Arimatea. Peristiwa penyaliban Yesus juga disaksikan oleh Yusuf Orang Arimatea, yang juga termasuk seorang anggota Majelis Besar terkemuka. Jadi Yusuf ini adalah orang pintar, disegani, dan terpandang, namun ia termasuk orang yang menantikan Kerajaan Allah. Ketika Yesus sudah mati dan hendak dikubur, ia-lah yang menghadap Pilatus dan meminta agar jasad Tuhan Yesus dikuburkan (Mrk. 15:42-47).

Kelima, Murid-murid Yesus. Tentu penyaliban Yesus juga disaksikan oleh Murid-murid-Nya, meski tidak disebut dalam Alkitab, tetapi yang pasti mereka yang menjadi Rasul gereja mula-mula, juga hadir pada peristiwa penting dan sangat menyedihkan tersebut. Tentu di antaranya, Matius, Petrus, Yohanes, dan Yakobus. Mungkin juga Yudas menyaksikannya tetapi ia kemudian bunuh diri.

Keenam, Orang Banyak. Tentu penyaliban Tuhan Yesus disaksikan oleh orang banyak, sebab sebagian dari mereka hendak menyalibkan-Nya. Orang banyak ini, selain mereka yang percaya, juga mereka yang menyalibkan Dia, termasuk juga pemimpin Yahudi dan prajurit-prajurit (Mat. 27:39-42; Luk 23:35,48-49).

Selain itu, karena di atas kayu salib tertulis “Inilah Raja Orang Yahudi” dalam 3 bahasa, yakni Yunani, Ibrani, dan Aram, Maka banyak orang melihat peristiwa penyaliban itu, yang juga karena Yesus disalibkan dekat kota (Yoh. 19:20), dan mungkin tempat itu merupakan jalan atau lalu lintas umum.

 5 fakta atau bukti Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia

4. Berdasarkan Fakta Historis

Bukan hanya Alkitab yang bisa menjadi fakta riil bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib, juga ada fakta historis. Bukti sejarah yang ada selain bukti fisik, yakni Jalan Salib atau Via Dolorosa, tempat penyaliban Yesus di Bukit Golgota, juga dapat kita peroleh dari beberapa nara sumber sejarawan Yahudi, Yunani, dan Romawi.

Salah satu sejarawan Yahudi abad pertama ialah Flavius Yosefus. Nama aslinya Joseph Bin Mathias, yang lahir tahun 37 M di Yerusalem dan meninggal tahun 100 M di Roma. Ia menulis buku sejarah bangsa Israel dari penciptaan hingga pecahnya pemberontakan tahun 66 – 70 M,, yang berjudul Antiquitates Judaicae atau Antiquities of the Jews, yang terdiri dari 20 buku.

Dalam bukunya yang ke 18, ia menuliskan, “… Dia adalah Kristus, dan ketika Pilatus atas desakan orang-orang penting di antara kita, telah menghukum-Nya di Kayu Salib, mereka yang mengasihi-Nya sejak semula tidak melupakan Dia karena Dia telah menampakkan diri lagi kepada mereka dalam keadaan hidup pada hari ketiga …”

Tokoh sejarawan berikutnya, adalah Cornelius Tacitus. Ia seorang sejarawan besar Romawi yang lahir sekitar tahun 52 – 54 M., dan meninggal sekitar tahun 120 M. Tacitus menjadi Gubernur Asia pada tahun 112 M., dan menulis sebuah buku yang berjudul “The Annals”, kira-kira pada tahun 116 M., yang berisi sejarah kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M.

Dalam bukunya The Annals volume XV, mengenai Kaisar Nero yang telah mengkambing hitamkan orang Kristen sebagai penyebab terbakarnya kota Roma.

Ia mengatakan, “Nero dari keaiban oleh karena dituduh telah sengaja menimbulkan kebakaran besar di Roma. Jadi untuk menghentikan desas desus itu dia mengalihkan tuduhan dengan memfitnah dan menghukum dengan siksaan paling keji terhadap orang-orang yang disebut Kristen, yang dibenci karena kejahatannya. Kristus yang menjadi pendiri kepercayaan itu, telah dihukum mati oleh Pontius Pilatus, wali negeri Yudea di bawah pemerintahan Tiberius …”

Sejarawan lainnya yang menyatakan Tuhan Yesus disalib adalah Lucianus dari Samosata. Lucianus adalah seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di Samosata pada tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “The Passing Perregrinus”, dia menulis tentang Peregrinus yang telah menjadi Kristen dan yang memiliki pemeluk di Palestina yang masih menyembah orang yang telah disalibkan di Palestina.

Ia mengatakan, “… Orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan aliran kepercayaan baru ini kepada dunia … Selanjutnya pemimpin mereka yang pertama-tama meyakinkan bahwa mereka semua adalah saling bersaudara … Dengan menyangkal dewa-dewa Yunani dan menyembah pecundang yang disalibkan itu sendiri serta menaati hukum-hukumnya …”

Keterangan dari tiga tokoh sejarawan ini yang notabene bukan Kristen atau pengikut Kristus, menguak fakta bahwa Yesus benar-benar mati di atas Kayu Salib. Kematian-Nya bukanlah rekayasa atau legenda, melainkan riil. Belum lagi dengan bukti fisik yang ada di Yerusalem yang menjadi ikon umat Kristen di seluruh dunia.

Banyak orang yang melakukan perjalanan, tour, atau ziarah ke tanah suci Yerusalem, salah satunya untuk melihat Via Dolorosa, yakni jalan yang dilalui Tuhan Yesus sambil memikul salib menuju Kalvari. Kematian-Nya riil.

 

5. Berdasarkan Fakta Spiritual

Fakta atau bukti terakhir yang tidak kalah penting adalah fakta spiritual. Memang fakta spiritual tentu bukanlah berbentuk fisik atau kelihatan dengan mata jasmani seperti berupa sebuah benda, tetapi dapat dirasakan dan dicermati melalui kehidupan orang-orang yang percaya kepada Tuhan.

Berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Biasanya seseorang yang sulit menerima kenyataan hidup, seperti hidup susah atau miskin, kehilangan orang yang dicintai, dihina atau direndahkan, dsb, mereka akan menjadi putus asa, tidak bergairah, menyalahkan hidupnya atau diri sendiri, bahkan ada yang sampai bunuh diri.

Ada begitu banyak orang yang kehilangan pengharapan, tidak memiliki tujuan hidup yang benar, dan hidup mereka berakhir dengan bunuh diri. Kelihatan hidup tetapi seolah-olah mati, seperti halnya sebuah peribahasa, “Hidup segan mati tak mau”. Coba kita perhatikan kehidupan mereka yang mengaku atheis atau tidak percaya adanya Tuhan.

Kebanyakan mereka yang sudah kaya, bergelimangan harta, dan mencapai ketenaran, tetapi toh kebanyakan mereka berakhir dengan melakukan bunuh diri. Seperti halnya Tommy Page, Robin Williams, Amy Winehouse, Marilyn Monroe, Cory Monteith. Hal ini tentu disebabkan oleh persoalan spiritual.

Seseorang sulit sekali tersenyum, merasa iri dengan kesuksesan orang lain, selalu mengeluh atau menggerutu, dan tidak bisa menerima kegagalan, tentu karena memang ia belum menemukan pegangan hidup yang tepat baginya, yang mampu memberikan kebahagiaan sejati.

Berbeda dengan orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh atau mereka yang hidup takut akan Tuhan. Ia akan mampu bersyukur, menghadapi segala tantangan, menguasai diri, bahkan mampu bersukacita dalam duka, sebab ia akan dihibur dan dikuatkan.

Ia mampu untuk bangkit lagi ketika terjatuh atau terpuruk dan yang pasti, ia merasakan bahwa Tuhan menyertainya senantiasa. Yang lebih mengherankan, ia akan bersedia mati atau menderita karena mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus. Mengapa demikian?

Kenyataannya, orang yang percaya sungguh kepada Tuhan, mereka tidak hanya rela berkorban, tetapi juga bersedia mati bagi Tuhan. Apa yang membedakan orang percaya dengan orang tidak percaya?

Orang yang percaya kepada Tuhan, mereka memiliki Roh Kudus yang selalu meneguhkan, menguatkan, membimbing, mengarahkan, dan menyertai, sehingga mampu berdiri di kala terpuruk, mampu bangkit di kala terjatuh, dan hidup berdasarkan tujuan yang jelas, yakni memuliakan dan menyenangkan Pribadi yang mereka percaya itu.

Banyak orang Kristen yang sudah dianiaya, disiksa, dipenjara, dan diperlakukan kasar, tetapi mereka tidak pernah berpaling dari imannya. Mengapa?

Karena percaya kepada Tuhan bukan hanya sekadar tahu atau mengenal Dia dengan benar, melainkan juga merasakan, menikmati, dan bergaul karib dengan-Nya. Dan orang yang telah membangun relasi dengan Tuhan, tidak akan ada yang bisa memisahkannya dengan kasih Tuhan (Rm. 8:35-39).

Sepanjang sejarah, kita sudah mendengar ada banyak orang percaya rela kehilangan segala sesuatu, bahkan rela mati bagi Tuhan. Rasul Paulus, Rasul Petrus, dan Rasul-rasul lainnya, sejarah mencatat mereka mati bagi Kristus.

Orang Kristen abad pertama mengalami aniaya berat, seperti halnya pada pemerintahan kaisar Nero, tetapi mereka tetap mempertahankan iman mereka. Ada yang mati digantung, dirajam, dimakan singa di arena pertandingan, namun mereka tetap tidak bergeming atau berpaling dari imannya.

Bahkan kita mendengar ada banyak orang Kristen dianiaya, baik di Rusia, Cina, maupun di tempat lainnya, dan rupanya mereka tetap percaya, bersaksi, dan melayani Tuhan. Orang Kristen di segala penjuru dunia yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, kenyataannya mereka terus hidup mempertahankan iman mereka.

Inilah bukti spiritual yang tidak bisa diabaikan, sebab memang begitu adanya. Jawaban yang tepat mengapa orang Kristen yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dari abad ke abad memiliki kesetiaan yang tinggi dan rela mati bagi Kristus adalah karena Tuhan Yesus pernah disalibkan.

Dia benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Secara spiritual, mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus, mendapat pengampunan sejati dan hidup mereka diubahkan menjadi hidup yang baru.

Keadaan spiritual atau kerohanian seseorang yang percaya kepada Tuhan Yesus dengan militan dari zaman gereja mula-mula hingga saat ini, sebenarnya telah memberikan bukti secara terang-terangan bahwa Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia.

 fakta atau bukti Yesus benar-benar mati di atas kayu salib

Kesimpulan

Pernahkah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib atau benarkah Tuhan Yesus mati di atas kayu salib? Paulus berkata dalam 1 Korintus 15:14-20,

“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. … Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Baca juga: SOSOK PENUNGGANG KUDA PUTIH

Pernyataan Paulus adalah benar, bahwa kepercayaan kita tidak akan sia-sia. Pemberitaan Injil sejak gereja mula-mula hingga saat ini akan sia-sia, jika Tuhan Yesus tidak pernah mati di atas kayu salib. Namun faktanya, pemberitaan Injil tetap meluas hingga saat ini, bahkan sudah sekian banyak orang menjadi bertobat dan menerima hidup kekal, karena tentu kematian Kristus riil.

Berdasarkan bukti Alkitab, nubuat, saksi, historis, dan spiritual, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa benar kematian Kristus itu riil, bukan rekayasa, legenda, atau cerita yang dibuat-buat.

Karena itu, jangan kita ragukan akan kematian Kristus di atas kayu salib yang telah menebus dosa kita, menyucikan, menyelamatkan, memberikan hidup baru, dan mengalahkan kuasa Iblis (Kol 1:20; 1 Ptr 1:18-19; Yes 53:4-5; Why 12:10-11).

 5 fakta atau bukti Yesus benar-benar mati di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia

 

Jika Anda merasa diberkati dengan artikel berjudul "5 Fakta Yesus Benar-benar Mati Disalibkan Di Atas Kayu Salib" ini, bagikanlah artikel ini kepada sahabat, keluarga, dan rekan-rekan Anda, agar mereka juga mengetahui bahwa ada bukti atau fakta riil bahwa Yesus pernah mati atau benar-benar mati disalibkan 2000 tahun yang lalu.

Jangan berhenti di tangan Anda, tetapi bagikanlah artikel ini, melalui sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda. Sebab dengan demikian, Anda juga sudah berpartisipasi dalam memperluas Kerajaan Allah. Selain itu, teruslah bertekun dalam Kristus. Tuhan Yesus Memberkati ...!!!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!